25 Apr 2018

Negeri Para “Pembela Tuhan”

Karya-karya besar lahir dari kegelisahan intelektual spiritual terhadap fenomena sosial yang dianggap menyimpang dari sistem nilai dan humanisme. Demikian fakta yang dilukis sejarah dalam setiap lembar mushaf yang terkadang jarang tersentuh. Agama misalnya, menjadi burhan tentang sebuah karya yang jebrol atas “kebejatan” dan kekeliruan dalam menapaki jalan hidup. Ketika penghormatan

Ahmad Tri Muslim HD 0
02 Apr 2018

Gatot Nurmantyo Pensiun: Kemana Ia Akan Berlabuh?

PER 31 Maret 2018 ini Jenderal Gatot Nurmantyo memasuki masa pensiun. Mantan Panglima TNI itu telah menghabiskan lebih dari 30 tahun masa dinas ketentaraan. Mulai dari ajudan Panglima TNI Edi Sudrajat hingga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pernah dilakoninya sebelum menjadi Panglima. Selama Gatot menjalani dinasnya, ia telah membangun banyak

Muhammad Farid Salman Alfarisi RM 0
30 Mar 2018

Menguji Dua Keistimewaan: Tionghoa dan Yogyakarta

PUTUSAN majelis hakim Pengadilan Negeri Yogyakarta yang menolak gugatan Handoko patut kita renungkan. Pengacara muda berdarah Tionghoa ini mencoba merobohkan sekat diskriminasi kepemilikan tanah di kota suci peradaban Jawa. Etnis Tionghoa yang hidup di Yogya memang “istimewa” karena menjadi satu-satunya kelompok yang tidak boleh memiliki hak atas tanah. Rekaman historik

Aan Anshori 0
29 Mar 2018

La Marupe dan Prediksi Pilkada Sulsel Review album Theory of Discoustic, La Marupe (2018)

MUSIK yang bagus bukan hanya soal bebunyian. Bukan juga soal lirik yang menggebu-gebu, puitik, ataupun sastrawi. Bagi saya, musik yang bagus kadang juga soal mengikat makna dengan asalnya. Mungkin itu kampung halaman. Ah, bisa juga peristiwa-pertistiwa yang terkait dengan lingkungan sang musisi atau seniman, Pilkada misalnya. Ini mi kenapa album

Dhihram Tenrisau 0
28 Mar 2018

Tips Mendekati Gebetan ala Partai Perindo

AWALNYA saya agak segan menulis narasi ini. Ketakutan saya ketika nanti ada yang mempertanyakan apakah saya sendiri berhasil menerapkan hal ini dalam kehidupan pribadi atau tidak. Tapi kembali lagi pada kalimat-kalimat penghibur seperti: hargai prosesnya, soal hasil itu hanya Tuhan yang tentukan (baca: Nasib). Sama seperti jomblo itu nasib. Ehe.

Padriana 0
27 Mar 2018

Abu Tours, Perjalanan Haji dan Bisnis yang Diberkati Allah

KEPENTINGAN bisnis kadang ikut berkelindan dalam proses penyelenggaraan haji dan umroh. Kasus yang sama terulang lagi, jamaah travel Abu Tours di Sulawesi Selatan kembali gagal. Modusnya sama, menawarkan harga yang sangat murah. Ini menambah daftar panjang travel-trave yang bermasalah. Tidak saja First Travel, tetapi ada travel lain yang juga mengalami

Ismail Suardi Wekke 0
25 Mar 2018

Muhibah ke Azerbaijan: Kota Kerajaan Islam

BERKESEMPATAN untuk berkunjung ke Kota Baku, Azerbaijan menyisakan kenangan tersendiri bagi saya. Menjelang akhir Desember tahun lalu, diundang oleh pemerintah Azerbaijan dalam acara Solidaritas Muslim Dunia, yang membicarakan isu-isu terkini dunia Islam. Meskipun judulnya Solidaritas Muslim, namun yang diundang dari berbagai macam agama, baik sebagai peserta maupun narasumber. Utusan Indonesia

Anggia Ermarini 0
24 Mar 2018

Pernikahan: Neraka atau Surga?

SEBAGAI perempuan kelahiran 90-an yang belum menikah atau bahkan belum sedikitpun berpikir akan menikah, tentulah pertanyaan “kapan nikah?” ini selalu muncul. Untungnya bukan dari keluarga besar tapi dari beberapa teman yang memang kebanyakan telah menikah dan menimang bayi, bahkan bulan lalu salah satu teman saya memasukkan anaknya ke sekolah dasar.

Adis Puji Astuti 0
22 Mar 2018

Prabowo Harusnya Mengutip Novel Tere Liye bukan Ghost Fleet

“GAMBAR-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030.” Prabowo mengucapkan itu dengan semangat berapi-api dan telunjuk yang senantiasa teracung. Pernyataan itu diutarakannya dalam sebuah video yang diunggah di media sosial milik partainya,

Dhihram Tenrisau 1
22 Mar 2018

Ketika Puisi Lebih Penting dari Hutan

KEMARIN, 21 Maret 2018, ada dua perayaan yang dilakukan. Yang pertama, Hari Puisi Dunia (World Poetry Day) dan yang kedua adalah Hari Hutan Internasional (International Day of Forest). World Poetry Day atau yang kita kenal sebagai Hari Puisi Dunia pertama kali dicetuskan di Paris pada saat pertemuan UNESCO yang berlangsung

Rismunandar Iskandar 0