Locita

Ada Apa di Seragam Gakkum Siti Nurbaya?

Coba perhatikan! Mengapa Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya lebih sering mengenakan seragam penegakan hukum (gakkum) ketika kunjungan kerja? Yang warnanya biru gelap atau biru oxford agak-agak prusia bertuliskan FIGHT AGAINST X-CRIME dengan huruf kapital di dada kiri dan bendera merah putih di lengan kanan atas? Baju lapangan itu tidak hanya dipakai pada acara-acara penegakan hukum seperti perdagangan tumbuhan dan satwa liar dilindungi, illegal logging, atau pelanggaran dan perusakan lingkungan lainnya. Tapi, acara di luar gakkum pun Menteri Siti kerap memakainya. Mulai kegiatan penanaman mangrove hingga pelepasliaran satwa. Rasa-rasanya ini bukan faktor kebetulan. Pasti ada pesan yang ingin disampaikan.

Filsuf Ernst Cassirer menyebut manusia sebagai animal symbolicum atau makhluk simbolik. Ia menggunakan hal-hal simbolik atau mengandung simbol-simbol. Tentu simbol yang memiliki makna. Dengan kemampuan berpikirnya yang rasional, manusia mampu menggunakan simbol sebagai wujud nyata kemampuan manusia dalam berbahasa.

Jika merujuk pendapat Filsuf Bahasa Charles Sanders Pierce, seragam gakkum termasuk bentuk simbol nonverbal yang merupakan bagian dari tanda, selain ikon dan indeks. Kira-kira, pesan (message) yang ingin disampaikan Komunikator adalah berantas penjahat lingkungan hidup dan kehutanan. Seperti teks di seragam itu: FIGHT AGAINST X-CRIME.

Simbol nonverbal yang ditulis dengan huruf besar dan berwarna merah putih ini untuk memperteguh pesan verbal dari Sang Menteri. Supaya anak buahnya punya integritas, profesional, dan tegas dalam penegakan hukum. Tugas ini dilaksanakan oleh Ditjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Direktorat Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi (PPSA) adalah salah satu unit eselon Il yang memiliki peran sangat strategis dalam proses penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan, yaitu penegakan hukum administrasi.

Permasalahan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan sangat besar. Soal pencemaran, kebakaran hutan, perambahan hutan dan Iahan, serta perdagangan tumbuhan dan satwa liar dilindungi. Akhir-akhir ini juga banyak terjadi bencana alam di Indonesia seperti longsor dan banjir. Semua ini terjadi akibat kegiatan manusia yang tidak bertanggung jawab dan/atau tidak memperhatikan kaidah-kaidah pengelolaan lingkungan dengan baik. Untuk mengatasi permasalahan yang berdampak negatif terhadap lingkungan dan manusia, maka diperlukan upaya penegakan hukum.

Pesan melalui simbol nonverbal berupa seragam gakkum tampaknya ditangkap dengan baik. Ditjen yang dipimpin Dr. Rasio Ridho Sani ini kemudian meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta memetakan potensi permasalahan lingkungan hidup dan kehutanan. Di antara permasalahan terbesar adalah kebakaran hutan dan lahan (26 %), pencemaran lingkungan (20%), dan perambahan (16%).

Berbagai inovasi penguatan penegakan hukum pun dilakukan. Antara lain membuat Center of Intelligence berbasiskan teknologi, penggunaan Artificial Intelligence dan Big Data System, penggunaan Digital Biological Forensic untuk pembuktian, pembangunan Sistem Informasi Terpadu Penegakan Hukum di Pusat dan di 5 Kantor UPT–Balai Wilayah.

Selain itu, melakukan penyitaan aset untuk percepatan eksekusi kasus-kasus perdata dan/atau pemenuhan sanksi administrasi pembayaran denda (UU Cipta Kerja dan PP 24/2021), Gijzeling (Paksa Badan) terhadap subjek hukum yang tidak memenuhi perintah sanksi administratif pembayaran denda sebagai pelaksanaan Pasal 110 B UUCK Jo. PP 24 Tahun 2021, membuat kelembagaan Penegakan Hukum Terpadu untuk kebakaran hutan dan lahan, penyiapan K-Nine untuk penguatan patrol pengamanan tumbuhan satwa liar dilindungi di Check Point, penyidikan secara bersama oleh multiaparat penegak hukum (Polisi, PPNS Gakkum, PPNS K/L, TNI), mengoptimalkan multi rezim hukum, dan melakukan penyidikan terhadap multiaktor kejahatan.

Capaian kinerja penegakan hukum KLHK 2015-2021 juga relatif sangat baik. Di bidang perdata, misalnya. KLHK melakukan 31 gugatan. Yang inkracht atau memiliki kekuatan hukum tetap ada 14. Nilai ganti rugi pemulihan LHK Rp20,7 triliun. Ini nilai sangat besar. Namun, tantangan yang dihadapi adalah masih kecilnya tingkat eksekusi. Soal eksekusi ini bolanya ada di Pengadilan dan Mahkamah Agung. Karena itu, dalam refleksi akhir tahun 2021, Dirjen Gakkum Rasio Rido Sani mengatakan ingin menjadi Tim yang bisa mempercepat proses eksekusi ini bersama Mahkamah Agung dan Ketua Pengadilan.

Sedangkan di kasus pidana LHK ada 1.156 kasus yang dibawa ke pengadian, operasi pembalakan liar 671 kasus, operasi perambahan 653 kasus, serta operasi perdagangan dan penyelundupan tumbuhan dan satwa liar dilindungi 417 kasus. KLHK bekerja sama dengan Kepolisian, Kejaksaan, Kementerian/Lembaga terkait, dan Pemda. Ini dilakukan supaya bisa memperkuat kapasitas penegakan hukum. Tidak semata-meta mengandalkan Tim penegak hukum dari KLHK.

Capaian positif ini tidak terlepas dari sisi kelembagaan. Ditjen Gakkum yang dibentuk pada Mei 2015 ini menjadi satu-satunya kementerian yang mengurus sumber daya alam. Punya Direktorat Jenderal Penegakan Hukum. Namanya jelas. Pekerjaannya fokus. Ini menunjukkan komitmen Menteri LHK Siti Nurbaya yang menyiapkan tata kelola lingkungan hidup dan kehutanan sangat serius. KLHK bisa melakukan penegakan hukum secara intensif karena punya unit spesialis. Tidak mengurus yang lain. Hanya mengurus penegakan hukum.

Menteri Siti yang mengenakan seragam gakkum dalam berbagai kesempatan ini seolah ingin mengingatkan kepada penegak hukum dari lembaga peradilan lain seperti Kepolisian, Kejaksaan, Mahkamah Agung, dan para hakim untuk bersama-sama menegakkan hukum di bidang lingkungan dan kehutanan dan membantu proses eksekusi. Supaya lingkungan hidup yang sehat dan hutan lestari dapat diwujudkan dan sumber daya alam yang ada bisa dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Sebagaimana termaktub di Pasal 33 ayat 3-4 UUD 1945 yang berbunyi:

(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

(4) Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

Ini ada usulan dari para pakar. Untuk efektivitas penegakan hukum dan rendahnya tingkat eksekusi, mereka menyarankan perlu ada distribusi dan kolaborasi penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan dengan menjadikan KLHK sebagai leading sector. Bahkan, ada pula yang menggulirkan gagasan perlunya peradilan lingkungan dan harmonisasi peraturan perundang-undangan terkait lingkungan hidup, kehutanan, pertambangan, dan perkebunan. Semua ide itu tentu bagus saja jika menjadikan Konstitusi sebagai pijakan, melibatkan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem penegakan hukum, dan menciptakan rasa keadilan.

Jadi, tulisan FIGHT AGAINST X-CRIME warna merah putih di dada kiri dan bendera Merah Putih di lengan kanan atas pada seragam gakkum yang seringkali dikenakan Menteri Siti juga seolah menegaskan bahwa para aparat penegak hukum harus berani dan tidak pandang bulu dalam menegakkan Konstitusi dan peraturan perundang-undangan terkait lingkungan hidup dan kehutanan. Demi kejayaan MERAH PUTIH dan rakyat Indonesia!

Presiden Jokowi dalam Rakornas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan pada 6 Februari 2020 juga mengatakan, ’’Yang namanya penegakan hukum harus dilakukan dengan tegas. Baik itu administratif, baik itu perdata, baik itu pidana, lakukan tegas siapapun pemiliknya. Tahun-tahun kemarin sudah banyak yang terkena penegakan hukum, sehingga kita harapkan menimbulkan efek jera baik itu perusahaan maupun perorangan.’’ (*)

Ariyanto, S.Ag., S.S, M.Hum

Ariyanto, S.Ag., S.S, M.Hum

Penikmat Teks Kehutanan,
Alumnus S-2 Ilmu Filsafat Universitas Indonesia

Tentang Penulis

Ariyanto, S.Ag., S.S, M.Hum

Ariyanto, S.Ag., S.S, M.Hum

Penikmat Teks Kehutanan,
Alumnus S-2 Ilmu Filsafat Universitas Indonesia

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.