EsaiFeatured

Mencegah Kanker untuk Masyarakat Jaman Now

Dum…duumm … dumm durudum…

BEGITULAH kira-kira suara riuh alat musik marching band yang dibawakan oleh anak-anak SD 13 Utan Kayu, Jakarta dalam mengisi pembukaan kampanye Bulan Peduli Kanker Paru “Lung Cancer Awareness”, di Kemang Village Mall, Jakarta selatan. Sabtu (25/11/2017).

Akhir-akhir ini kejadian penyakit kanker di Indonesia memang semakin meningkat. Dari data departemen kesehatan mencatat bahwa kanker saat ini menduduki urutan ketiga untuk penyebab kematian tidak menular setelah penyakit jantung dan stroke dan bisa menjadi ancaman jika hal ini dibiarkan.

Lebih dari 30% dari kematian akibat kanker disebabkan oleh lima faktor risiko perilaku dan pola makan. Yaitu, indeks massa tubuh tinggi, kurang konsumsi buah dan sayur, kurang aktivitas fisik, penggunaan rokok, dan konsumsi alkohol berlebihan.

Merokok merupakan faktor risiko utama kanker yang menyebabkan terjadinya lebih dari 20% kematian akibat kanker di dunia dan sekitar 70% kematian akibat kanker paru di seluruh dunia.

Apakah beda tumor dan kanker ?

Penyakit kanker adalah penyakit yang timbul akibat pertumbuhan tidak normal sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Sedangkan tumor adalah kondisi dimana pertumbuhan sel tidak normal sehingga membentuk suatu lesi atau dalam banyak kasus, benjolan di tubuh.

Adapun tumor dapat dibagi menjadi tumor jinak dan tumor ganas. Tumor jinak memiliki ciri-ciri, yaitu tumbuh secara terbatas, memiliki selubung, tidak menyebar dan bila dioperasi, dapat dikeluarkan secara utuh sehingga dapat sembuh sempurna.

Tumor ganas memiliki ciri-ciri, yaitu dapat menyusup ke jaringan sekitarnya, dan sel kanker dapat ditemukan pada pertumbuhan tumor tersebut. Di indonesia penyakit kanker lebih sering dijumpai pada usia 45 – 75 tahun, dan paling banyak pada usia lebih dari 75 tahun.

Kanker paru sendiri masih merupakan penyebab kematian paling tinggi dikalangan pria. Sedangkan pada kaum perempuan kanker payudara masih menempati urutan pertama. (Data Globocan, IARC, 2012).

Meningkatnya kejadian kanker umumnya disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat dalam hal deteksi dini dan kesalahan pola hidup masyarakat itu. Mengelola gaya hidup merupakan faktor penting yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker.

Faktor resiko kanker ada beberapa, yakni karena adanya genetik, faktor karsinogen, di antaranya yaitu zat kimia, radiasi, virus, hormon, dan iritasi kronis. Serta faktor prilaku/gaya hidup, diantaranya merokok, pola makan yang tidak sehat, konsumsi alkohol, dan kurang aktivitas fisik.

Bagaimana Pengobatan Kanker ?

Sampai saat ini sebagian pengobatan Kanker belum cukup memuaskan. Umumnya kanker-kanker stadium awal masih memberikan hasil yang baik, namun untuk kanker stadium lanjut sering kurang memuaskan.

Stadium awal biasanya masih dapat dilakukan operasi, namun jika sudah stadium lanjut membutuhkan multipel modalitas terapi yaitu operasi, kemoterapi dan radiasi.

Kampanye Peduli Kanker Salah Satu Upaya Pencegahan Kanker

Salah satu upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam mencegah penyakit kanker adalah mengajak masyarakat untuk mengikuti pola hidup “CERDIK”, oleh karena pada sabtu kemarin, Perhimpunan Onkologi Radiasi Indonesia (PORI) yang dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Soehartati A. Gondhowiardjo, Sp.Rad (K) OnkRad yang juga sekaligus sebagai ketua Komite Penanggulangam Kanker Nasional (KPKN) Kemenkes bekerjasama dengan Departemen Radioterapi RSCM, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), CISC, serta bersama organisasi pejuang kanker lainnya melakukan kampanye memperingati Bulan Peduli Kanker Paru “Lung Cancer Awareness” di Kemang Village Mall, Jakarta Selatan.

Tema yang diangkat dalam kampanye kali ini adalah “Breath for Free”. Prof Soehartati yang lebih akrab dipanggil dengan Prof Tati mengajak seluruh masyarakat untuk mengikuti pola hidup “CERDIK”, yaitu : Cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin olahraga, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres.

Guru Besar Onkologi Radiasi FKUI, Prof Tati ini mengatakan bahwa, “Saat ini belum ada metode screening yang bisa dilakukan untuk mendeteksi kanker paru. Namun bukan berarti tidak bisa dihindari. Angka keberhasilan untuk mengobati kanker paru juga masih tergolong rendah oleh karena itu kesadaran masyarakat sebagai upaya preventif penyakit kanker adalah hal yang tak bisa ditawar lagi. Merubah pola hidup sehat “CERDIK” adalah hal yang paling mudah dilakukan”.

KPKN bersama PORI telah melakukan berbagai upaya preventif dan promotif untuk mengajak masyarakat melawan kanker, dalam tahun ini saja KPKN dan PORI telah melakukan kampanye World Cancer Day, Head and Neck Cancer Day dan terakhir ini Lung Cancer Awareness.

Bagi anak muda yang mungkin biasa disebut generasi millenial dan hidup di era jaman now haruslah benar-benar sadar akan bahaya kanker ini, mengingat kanker terjadi secara lambat laun dan salah satunya terjadi akibat pola hidup masa lalu kita. Menghindari zat berbahaya dan asap rokok akan memperkecil resiko kanker itu sendiri. Dengan berbagai upaya seperti ini diharapkan kejadian kanker di Indonesia bisa menurun, tentunya pola hidup “CERDIK” bisa menjadi solusi untuk masyarakat jaman now.

Aslim Taslim

Aslim Taslim

PPDS Onkologi Radiasi FKUI | Awardee LPDP

Previous post

BPJS Kesehatan Perlu Didukung Bukan Dihabisi

Next post

Ada Apa dengan Sandiaga dan Dewi Perssik?