Locita

Mengejar Hidup yang Abadi: Apakah Sepadan?

Setiap terobosan besar dalam bidang ini memiliki implikasi demografis, sosial, dan ekonomi yang tidak diinginkan dan berjangkauan luas.

CAMBRIDGE – Manusia telah lama mencari ramuan awet muda, maka tidak mengherankan ketika non-ilmuwan pun dengan cermat mengikuti penelitian terbaru mengenai penuaan. Tetapi apakah benar fakta tentang kehidupan adalah suatu ‘penyakit’ yang dapat disembuhkan? Atau adakah memang ada batas umur yang tidak dapat diatasi oleh tubuh manusia?

Tentu saja, hampir semua orang akan menyambut perpanjangan masa hidup sehat mereka dengan tangan terbuka lebar, dan beberapa ilmuwan sedang mencari cara yang semakin ekstrem untuk mencapainya. Namun jika kita dapat tetap hidup hanya dengan bantuan langkah-langkah ekstrem, banyak dari kita akan lebih memilih untuk opsi yang meringankan rasa sakit. Kita juga mungkin menemukan kenyamanan dengan adanya opsi “assisted dying” segera setelah kualitas hidup kita dan prognosis kita turun di bawah ambang batas tertentu. Selain itu, peningkatan besar dalam harapan hidup dapat memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan dan berjangkauan luas bagi masyarakat secara keseluruhan.

Banyak penelitian serius mengenai penuaan kini berfokus pada bentangan DNA yang disebut telomer, yang memendek seiring bertambahnya usia manusia. Dengan menyesuaikan telomer cacing nematoda, misalnya, para ilmuwan berhasil meningkatkan umur makhluk ini hingga sepuluh kali lipat, meskipun pendekatan yang sama memiliki efek yang lebih kecil pada hewan yang lebih kompleks. Satu-satunya cara efektif untuk memperpanjang umur tikus adalah dengan menerapkan diet makanan hingga hampir kelaparan. Tetapi tikus mondok telanjang memiliki beberapa pelajaran biologis yang dapat kita ambil; beberapa dari mereka hidup lebih dari 30 tahun – beberapa kali lebih lama dari umur mamalia kecil lainnya.

Setiap terobosan besar dalam memperpanjang lama hidup manusia akan secara drastis mengubah proyeksi populasi. Efek sosial, walaupun memang jelas berdampak besar, akan tergantung pada apakah tahun senilitas juga diperpanjang; apakah usia wanita saat menopause akan meningkat; dan bagaimana keluarga akan disusun jika terdapat banyak generasi yang hidup pada saat yang bersamaan. Perawatan mahal untuk memperpanjang hidup manusia juga dapat berdampak pada ketimpangan; seperti di banyak bidang teknologi lainnya, orang kaya lah yang paling mampu membayar untuk layanan seperti itu.

Keinginan kuat untuk masa hidup yang lebih lama menciptakan pasar untuk terapi pengobatan yang kemanjurannya saja belum teruji. Misalnya Ambrosia, sebuah perusahaan baru di AS yang didirikan pada tahun 2016, telah menawarkan para eksekutif Sillicon Valley layanan transfusi “darah muda,” meskipun perawatan tersebut telah dihentikan pada awal tahun ini menyusul peringatan dari regulator AS. Kegilaan lain yang memperpanjang hidup baru-baru ini adalah metformin, obat yang dimaksudkan untuk mengobati diabetes, tetapi oleh beberapa orang diklaim dapat mencegah demensia dan kanker pada orang sehat.

Lebih kredibel lagi, analisis genom manusia oleh perusahaan AS 23andMe telah menghasilkan wawasan menarik tentang kerentanan kita terhadap beberapa penyakit, serta mengenai leluhur kita. Dan Craig Venter, pelopor dalam pemetaan genom manusia, bertujuan untuk menganalisis genom ribuan spesies bakteri di usus kita – suatu ekosistem internal yang mungkin sangat penting bagi kesehatan kita.

Hasrat awet muda di Silicon Valley tidak hanya berasal dari kekayaan luar biasa, tetapi juga dari budaya yang menganggap mereka yang berusia di atas 30 tahun sebagai ‘orang tua’. Futuris Ray Kurzweil berharap untuk istilah “kecepatan pelarian (escape velocity),” metafora ketika teknologi obat maju begitu pesat sehingga harapan hidup meningkat lebih dari satu tahun setiap tahun, menawarkan prospek keabadian. Atau mungkin komputer akan menjadi sangat canggih sehingga kita bisa mengunduh otak kita ke dalam perangkat elektronik, dan melestarikan kesadaran dan ingatan kita.

Tetapi para pemburu umur panjang khawatir bahwa “escape velocity” mungkin tidak akan tercapai secepat yang diharapkan, dan karenanya ingin tubuh mereka dibekukan dari saat mereka mati sampai keabadian memungkinkan di masa depan. Belum lama ini, tiga akademisi Inggris (walaupun dengan senang hati saya katakan, bukan dari Cambridge, universitas saya) mendaftar untuk mengganti darah mayat mereka dengan nitrogen cair. Satu bekerja penuh dengan Cryonics Institute yang berpusat di Michigan, sementara dua mengambil pilihan dengan harga lebih murah untuk memiliki perusahaan yang berbasis di Arizona bernama Alcor untuk membekukan kepala mereka. Ketiganya menerima bahwa kemungkinan kebangkitan kecil, tetapi masih lebih baik daripada tidak sama sekali.

Saya merasa sulit untuk menganggap aspirasi ini dengan serius, dan saya lebih suka mengakhiri hari-hari senja saya di halaman gereja Inggris daripada di dalam lemari es Amerika. Dan saya tidak berpikir itu akan baik jika cryonics berhasil. Mari kita misalkan Alcor tetap dalam bisnis dan patuh merawat tubuh beku yang bersifat kriogenik selama berabad-abad yang diperlukan. Mayat kemudian akan dihidupkan kembali di dunia di mana mereka akan menjadi orang asing – pengungsi dari masa lalu.

Mungkin mereka akan diperlakukan dengan sabar, sebagaimana kebanyakan orang percaya bagaimana pengungsi perang atau pengungsi suku Amazon harus diperlakukan hari ini. Perbedaannya, bagaimanapun, adalah bahwa mayat yang dicairkan akan membebani generasi mendatang, jadi tidak jelas berapa banyak pertimbangan yang pantas mereka dapatkan.

Prospek keabadian manusia telah lama menjadi bahan dongeng fiksi ilmiah. Dan dunia akan menjadi tempat yang lebih baik jika keabadian tetap saja sebagai dongeng.

======

Diterjemahkan dari “Is Immortality Worth it?” Oleh Martin Rees, seorang kosmologis dan astrofisikawan yang telah menjadi Astronomer Kerajaan Inggris sejak 1995. Ia adalah mantan Master Trinity College, Cambridge, dan mantan Presiden Royal Society. Project Syndicate 11 Juli 2019.

farraaziza

Tentang Penulis

farraaziza

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.