Locita

Arah Dukungan Pegiat Industri Musik di Pilkada Sulsel

Penampilan Frontxside di panggung Rock In Celebes (foto: Ifan Aditya)
Penampilan Frontxside di panggung Rock In Celebes (foto: Ifan Aditya)

BERLATAR danau dan sepoi angin, Armando Hamid dan rekan-rekannya menyambut sore dan hari pertama pembukaan pendaftaran kandidat Pilgub Sulsel dan Pilwalkot Makassar 2018, Senin (8/1/2018). Pilkada serentak turut melibatkan Makassar dan Sulawesi Selatan dalam pagelaran itu.

Langit yang menjingga di sana diisi dengan diskusi peluncuran album band Mando (panggilan Armando), Firstmoon di Prolog Art Building, Tanjung Bunga, Makassar. Prolog merupakan tempat workshop musik sekaligus tempat nongkrong para pegiat dan pelaku musik di Makassar dan daerah-daerah lain se-Sulawesi Selatan.

Mando saat itu berbicara banyak mengenai distribusi cakram padat albumnya dan konsep launching albumnya yang akan dilaksanakan akhir Januari 2018 ini. Setelah selang beberapa lontaran, bantahan, serta gurauan, selentingan mengalir dari salah satu rekannya?

“Jadi siapa ini calon walikota dan gubernur kah?

Mando dan kawan-kawan tersebut terdiam sejenak. Beberapa diantaranya dengan lantang mengutarakan sikap apatisnya dan kemungkinan absteinnya di pemilihan kepala daerah tersebut. Mando hanya diam.

Apa yang diutarakan Mando dan rekan-rekannya merupakan refleksi temuan KPU Sulsel akan temuan rendahnya partisipasi politik anak muda. Pada pemilihan Gubernur 2008 partisipasi pemilih hanya 72% dari total 5,2 juta lebih pemilih. Lalu pada 2013 partisipasi menurun jadi 70% dari sekitar 6,2 juta pemilih.

Problem itu kemungkinan disebabkan pembeda antara produk kebudayaan anak muda dan politisi lokal yang dijelaskan di Chambers Makassar Urban Culture Identity. Di buku itu dijelaskan bahwa dunia anak muda dalah dunia gaya hidup yang mengandalkan buah pikir, kretivitas, dan kegigihan untuk mewujudkan. Beda dengan dunia politik yang sering berdasarkan garis darah dan warisan, juga uang.

Kelompok penggerak industri musik yang jadi bagian dari anak muda di kota Makassar itu; terdiri atas pemusik, pemilik sound, penjual rilisan fisik dan merchandise, serta komunitas musik adalah bagian dari anak muda. Seluruh anak muda pasti kecenderungan berinteraksi dengan musik yang berjejaring ke komunitas kreatif lainnya.

Sayangnya, para pegiatnya lebih cenderung apatis terhadap politik elektoral. Pendapat itu diaminkan oleh peneliti musik dan kota di Noise, Zulkhair Burhan.

“Di daerah-daerah dan kota-kota lain para musisi ini menunjukkan keberpihakan, mereka ngomong dan langsung jadi timses, minimal bicara ke publik, “ini penting untuk diintervensi karena sehubungan urusan publik,” tutur dosen Universitas Bosowa ini.

Sekalipun tidak menunjukkan dukungan kepada kandidat, Zulkhair menganggap bahwa para pelaku industri musik ini bukan apolitis. Mereka berpolitik namun tidak bermain ditataran elektoral. Menurutnya, beberapa dari mereka mengkritisi pemerintah dan bicara politik lewat karya ataupun di setiap status media sosialnya.

“Untuk menunjukkan partisipasi, memang saat ini mereka (para pelaku industri musik) tidak main ke permukaan. Padahal kalau untuk berbicara kebijakan, harusnya mereka bisa untuk itu,” lanjut pengelola Kedai Buku Jenny ini.

Hal itu juga senada dengan Fami Redwan, seorang musisi punk.

Rilisan band lokal Makassar di Kedai Buku Jenny (foto: Ifan Aditya)

“Saya apatis, tapi bukan berarti saya apolitis. Saya sangat politis. Saya tau ji yang mana politik kerakyatan dan politik kekuasaan. Pilpres 2014, saya memaksakan diri dari hangover untuk pilih presiden ji, ” tutur Fami kepada Locita.co.

Dia menuturkan bahwa selama politik masih memiliki sponsor, tentu politik kerakyatan tidak akan terwujud. Lanjutnya, dia menuturkan pengalamannya sebagai orang yang bergerak di bagian advertising yang turut membantu beberapa koleganya di momen politik. Dia menyebutkan beberapa nama yang menurutnya berubah saat duduk di kursi kekuasaan.

Kekecewaan lainnya diutarakan oleh Juang Manyala, founder dari Prolog. Dalam pengalamannya, dia adalah salah seorang yang diundang oleh pemerintah kota untuk melakukan kebijakan seni, khususnya musik. Dia menyebutkan salah satu festival yang dilaksanakan di Makassar.

“Seringkali festival dan kebijakan itu, lebih sekedar seremonial,” lanjut personil dari Melismatis ini.

Sekalipun selentingan-selentingan yang dilakukan oleh para pelaku musik, yang bisa dibilang secara jumlah tidak signifikan dalam pengambilan suara, namun industri ini menunjukkan geliatnya. Secara nasional, Bekraf merilis bahwa 3.998 miliar rupiah besaran PDB subsektor musik terhadap PDB Ekraf nasional, ironisnya 96,71 persen pelaku usaha subsektor musik menggunakan modal sendiri sebagai sumber pendanaan.

Temuan Riset Kota Kreatif dari Tanah Indie bersama British Council. Dalam penelitian yang dilakukan 2015 lalu itu, Anwar Jimpe Rachman dari Tanah Indie menuturkan bahwa geliat-geliat di Sulawesi Selatan khususnya Makassar menunjukkan perkembangan. Seperti mulai maraknya penonton yang hadir ke gig-gig dari menggunakan halaman hingga ke festival besar seperti Musik Hutan dan Rock In Celebes.

Hasil penelusuran Locita.co juga menemukan bahwa rilisan fisik khususnya CD band-band Indie memiliki pasar sendiri dan diminati oleh anak muda. Beberapa rilisan dan merchandise seperti milik band lokal, Melismatis dan Kapal Udara dicari banyak oleh pendengarnya dan sold-out di gerai-gerai penjualan rilisan fisik.

Belum lagi konser-konser yang menghadirkan line-up band-band dari Makassar dan Sulawesi Selatan dihadiri oleh ribuan orang. Hal itu berdasarkan hasil penjualan tiket oleh panitia.

“Trendnya postif dari rilis fisik, manggung, sampai penggarapan soundtrack dan scoring untuk film,” tutur pengelola dari Makassar Biennale ini.

Dia melanjutkan bahwa pembangunan industri kreatif dalam artian musik juga ini dapat digunakan untuk daerah-daerah pinggiran atau di luar kawasan perkotaan.

“Industri kreatif basisnya gagasan. Tapi bukan berarti menutup kemungkinan di rural, kadang juga ada keputusan untuk bikin ekokreatif di kota, eksekusinya di desa. Semuanya serba mungkin di era sekarang,” lanjutnya.

Namun Anwar Jimpe melanjutkan ketidaksinergisan itu disebabkan karena kecenderungan pemerintah untuk mendikte. Dia menuturkan,

“Pemerintah itu cenderung mendikte. Kreativitas itu musuh pengekangan.”

Untuk menjembatani itu, Zulkhair Burhan dan Juang Manyala menekankan perlu adanya pergeseran melihat seni dan pembangunan. Pembangunan, lanjut mereka, di mata pemerintah dan para kandidat kepala daerah dan gubernur masih terbatas pada pembangunan fisik.

Para penonton yang hadir di acara Musikhutan (foto: Ifan Aditya)

“Menurut saya kecenderungan tidak terlibat di pemilihan elektoral ini disebabkan karena persepktif pemerintah bahwa seni dan pembangunan itu masih urusan tersier,” tutur Zulkhair Burhan.

Dia kemudian melanjutkan bahwa evaluasi politik elektoral itu terhadap anak muda. Baru bisa dibicarakan seberapa signifikannya aktor-aktor pelaku elektoral untuk perkembangan skena musik.

“Posisi pekerja seni tidak bisa juga menarik diri. Walaupun pilihannya tidak harus masuk ke dalam satu kandidat, menyediakan ruang alternatif dan perspektif. Saya membayangkan ruang seni menjadi ruang yang artikulatif,” lanjut ayah dari dua anak ini. Bahkan Juang Manyala sendiri tidak menampik kalau dia akan mendukung calon kandidat yang menurutnya mewakili semangatnya di Pilgub atau Pilwali.

Lebih dari itu, Anwar Jimpe Rachman melanjutkan bahwa sekalipun tanpa kerjasama dengan pemerintah, skena dan industri musik akan tetap jalan.

“Toh jalan ji selalu teman-teman toh selama ini,” paparnya.

***

Dari sudut pandang para kandidat calon Walikota Makassar dan Gubernur Sulawesi Selatan, saat Locita.co menghubungi para tim sukses dan juru bicara masing-masing. Keseluruhan mereka belum memiliki konsep yang lebih detail terhadap pembangunan seni khususnya musik.

Masa pencalonan Pilgub Sulsel dan Walikota Makassar menentukan 3 pasang kandidat untuk gubernur dan 2 pasang kandidat untuk pemilihan walikota. Kandidat gubernur Ichsan Yasin Limpo-Andi Musakkar misalnya belum menyasar program ini.

Dalam tuturan juru bicara kandidat ini, Henny Handayani kepada Locita.co, kandidat ini masih fokus di pembangunan pendidikan. Kandidat gubernur lainnya, Nurdin Halid-Aziz Qahar Muzakkar dan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo, lewat tim suksesnya tidak menjawab saat dihubungi.

Untuk tingkat pemilihan walikota pun serupa. Pasangan Danny Pomanto-Indira, yang diwakili oleh tim suksesnya, Irfan Darmawan, menuturkan bahwa sampai saat ini kandidatnya belum memiliki arah visi yang rigid terhadap pembangunan skena dan industri musik di kota Makassar.

Pembangunan pasangan ini masih seputar lorong, yang turut menjadi visi-misi DP (sapaan Danny Pomanto) saat memenangkan Pilwalkot periode lalu. Begitu pula dengan kandidat Munafri Arifuddin-Rahmatika Dewi. Tim pemenangnya, Masud Muhammadiah menuturkan bahwa kandidatnya belum menajamkan hingga di musik, masih terbatas industri kreatif.

Sedikit berbeda dengan pasangan kandidat gubernur, Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman. Sekalipun belum ada langkah yang rigid, lewat timsesnya, Fahmi Islami, pasangan kandidat ini akan melakukan pengembangan perekonomian kreatif serta seni dan budaya.

“Salah satu bentuknya adalah membuat ruang kreativitas anak muda. Namun ini perlu membutuhkan diskusi dengan pelaku seni, budaya, dan anak muda tentunya,” papar anggota tim pemenang NASSami (jargon kandidat ini).

Di luar para kandidat tersebut, salah satu angin segar berhembus dari Ketua KNPI Sulsel, Imran Eka Saputra. Dalam program kerja di periodenya, dia menuturkan akan mendukung para wirausahawan muda mandiri, khususnya yang bergerak di bidang musik.

“Kami mendukung wirausahawan mandiri. Apalagi kemarin KNPI dengan Pemprov sudah menyelenggarakan pelatihan wirausha kreatif berbasis IT. Kalau musik langsung, di pertengahan tahun kita mau buat pesta wirausha, di situ saya akan berusaha menampilkan wajah musik Sulsel. Apalagi saya anak musik ji toh,” lanjut advokat muda ini

***

Teman-teman Mando kemudian masih memaksa Mando menjawab. Tiba-tiba dia berdeham lalu menjawab,

“Tidak ada pi kupilih. Janji-janji palsu sama tukang PHP,” kelakarnya kepada rekanannya yang disambut ketawa sembari menutup senja itu.

Dhihram Tenrisau

Dhihram Tenrisau

Dokter gigi di klinik BPJS

27 comments

  • I will right away grab your rss as I can not find your email subscription link or e-newsletter service. Do you’ve any? Please let me know in order that I could subscribe. Thanks.

  • Hey! I know this is kinda off topic nevertheless I’d figured I’d ask. Would you be interested in exchanging links or maybe guest authoring a blog post or vice-versa? My site goes over a lot of the same subjects as yours and I feel we could greatly benefit from each other. If you are interested feel free to send me an email. I look forward to hearing from you! Fantastic blog by the way!

  • When I originally commented I clicked the “Notify me when new comments are added”
    checkbox and now each time a comment is added I get several
    emails with the same comment. Is there any way you can remove people from that service?
    Thank you!

  • I think this is one of the most important info for me.
    And i’m glad reading your article. But should remark on few
    general things, The website style is great, the articles is really
    excellent : D. Good job, cheers

  • I do not even know how I finished up here, but I believed
    this submit was once great. I don’t recognise who you are but definitely you’re going to a well-known blogger for
    those who are not already. Cheers!

  • I have been browsing online greater than 3 hours nowadays, yet
    I by no means found any attention-grabbing article like yours.
    It is beautiful worth sufficient for me. Personally, if all webmasters and bloggers made good content as you probably did, the web shall be much more useful than ever before.

  • If some one desires to be updated with most recent technologies
    therefore he must be pay a quick visit this site and be up
    to date every day.

  • What i don’t understood is actually how you are no longer actually much more well-favored
    than you may be now. You’re very intelligent.
    You know therefore significantly in terms of this topic, produced me individually believe it from numerous numerous angles.

    Its like women and men don’t seem to be involved unless it’s something to accomplish with Lady gaga!
    Your own stuffs outstanding. Always deal with it up!

  • I’m extremely impressed with your writing skills as well as with the layout on your weblog. Is this a paid theme or did you customize it yourself? Either way keep up the excellent quality writing, it is rare to see a great blog like this one nowadays..

  • I’m not sure exactly why but this weblog is loading incredibly slow for
    me. Is anyone else having this issue or is it a problem on my end?
    I’ll check back later and see if the problem
    still exists. natalielise pof

  • Thanks for another informative web site. Where else could I get that type of information written in such a perfect way? I have a project that I’m just now working on, and I have been on the look out for such info.

Tentang Penulis

Dhihram Tenrisau

Dhihram Tenrisau

Dokter gigi di klinik BPJS

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.