Locita

Mixtape 8 Lagu untuk Mengenang Agustus

Sumber foto: Jamthehype.com

Bulan Agustus tinggal beberapa jam lagi. Bulan yang identik dengan kemerdekaan ini merekam bagaimana penyebaran kebencian oleh Saracen, kasus First Travel, hingga OTT Antonius Tonny Budiono.

Tilik kali ini dibuat karena saya percaya bahwa musik adalah penyelamat manusa. Seperti halnya yang dialami Liam Gallagher.

Ya, kali ini saya akan membuat mixtape yang akan membuat Anda semua berpikir bagaimana mengakhiri Agustus dengan baik.

Beberapa diantara lagu lainnya adalah upaya melihat utopia sebuah republik yang madani, refleksi akan arti kemerdekaan. Beberapa diantaranya bahkan menggugat janji kemerdekaan.

  1. Mengadili Persepsi – Seringai

Salah satu yang menguat belakangan adalah politik identitas. Label agama dan identitas menjadi Hoax yang dijual untuk menistakan perbedaan. Sangat tepat untuk orang-orang yang marah akan isu Saracen.

Lagu yang ditulis Arian 13 ini hendak menggugat itu. Dengan lantunan permainan drum yang gahar Eddy Khemod, isian gitar Ricky Siahaan yang blues atau southern rock, dan vokal Arian; nuansa kemarahan tergambarkan.

  1. Suci Maksimal – Jason Ranti

Lagu ini sangat tepat untuk menggambarkan Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono yang (suci maksimal) tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

Sebuah satire sok kesucian dibungkus wajah musik folk. Dia menggabungkan unsur slengean Lou Reed dan akustikan Bob Dylan. Juga turut elemen humor cerdas Woody Allen.

  1. I Heard it Through the Grapevine – Marvin Gaye

Salah satu rekanan saya memposting kekecewaannya akan undangan pernikahan Raisa. Saya pikir lagu ini cocok untuk para pencinta Raisa yang patah hati.

Perihal apa yang paling menyakitkan dari suatu perkara patah hati, gosip-gosip menjadi kenyataan. Semoga mereka bisa move on dengan lagu motown ini.

  1. Don’t Talk About Freedom – The Gang of Harry Roesli

Harry Roesli dan kawan-kawannya hidup di masa kritik menjadi pintu kepada penculikan, pembredelan, atau bahkan liang lahat. Di era mereka, lagu Indonesia Raya didendangkan namun rezim totaliter merebakkan ketakutan.

Salah satu lagu di album yang monumental di sejarah rock Indonesia ini memberikan suatu refleksi kepada pendengarnya. Trek instrumental selama enam menit ini memberikan sebuah tafsir akan kemerdekaan.

Ya, kemerdekaan dan kebebasan haruslah diekspresikan bukan diumbar-umbar dengan kata.

  1. Indonesia Mahardika – Guruh Gipsy

Merayakan keindonesiaan adalah merayakan kemahardikaannya. Lagu pertama dari salah satu album terbaik sepanjang masa oleh Rolling Stones Indonesia ini tepat menggambarkan itu.

Menggabungkan konsep Barat dan Timur dalam satu tarikan nafas, musik psychedelic dengan lirik yang menggabungkan bahasa Indonesia, Jawa, dan Sansakerta.

Ornamen musik yang sangat kaya mengalir seperti sebuah cerita. Lagu berdurasi lima belas menit ini seperti ingin menunjukkan Indonesia adalah bangsa dan negara penuh warna.

Di mana Barat dan Timur dapat melebur tanpa melenyapkan identitas. Juga sebagai doa untuk Indonesia di masa depan.

  1. You Can’t Judge A Book By It’s Cover – Stevie Wonder

Belakangan kasus First Travel merebak. Annisa Hasibuan jadi bulan-bulanan dibanding suaminya Andika Surachman. Orang-orang kemudian menjustifikasi dan menyerang kehidupan pribadi Annisa?

Apakah itu layak? Mungkin kiranya kita mesti melihat lebih jernih permasalahan First Travel ini, dengan tidak melihat kemasan misalnya.

Lagu dengan permainan apik clavi empunya dan derap funk ini mungkin bisa sedikit melihat permasalahan dari luarnya saja, namun juga menelisik lebih jauh.

  1. Merdeka Menari – Chrisye

Selalu menyenangkan mendengarkan ketulusan seorang Alm. Chrisye dalam menyanyi. Sama halnya saat menyanyikan lagu ini. Sekalipun lagu ini terkesan seperti lagu pop bubble-gum dan teenager, karya ciptaan Guruh Soekarnoputra ini menyisipkan makna di dalam liriknya.

Tembang ini menganalogikan menari dan menyanyi di pesta dengan kemerdekaan. Bahwa kemerdekaan adalah bebas berekspresi, berkarya bahkan kemandirian.

  1. Durgahayu – Rolling Thunder

Mendengar lagu ini serasa mendengar lantunan orasi di demonstrasi yang panas dan dalam todongan gas air mata dan barikade polisi. Semua inti sari peblagai permasalahan kebangsaan dan kenegaraan hari ini.

Dari konflik identitas, politik, korupsi, hingga konflik agraris. Lagu ini seakan sebuah molotov yang dihempaskan di upacara kemerdekaan Agustusan.

Ya, lagu ini memang dirilis bertepatan dengan 17 Agustusan kemarin oleh kelompok kolektif hip-hop, Rolling Thunder. Trek yang dapat diunduh secara gratis ini, menghadirkan Ucok Homicide a.k.a Herry Sutresna.

https://www.youtube.com/watch?v=ni3K84LdeHY

Avatar

Dhihram Tenrisau

Dokter gigi di klinik BPJS

Tentang Penulis

Avatar

Dhihram Tenrisau

Dokter gigi di klinik BPJS

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.