Locita

Heath Ledger dan Hal-Hal yang Terekam

Sumber gambar: Imdb

“….It’s all part of the plan”
Joker (The Dark Knight, 2008)

Banyak alasan yang bisa menentukan mengapa seseorang menonton atau menyukai sebuah film. Bisa dari soundtrack, genre, siapa sutradara, teknis hingga aktornya. Secara pribadi, selain ditunjang dengan soundtrack, genre dan sebagainya. Saya menyukai sebuah film dari siapa aktor yang ada di dalamnya.

Tidak usah mi dulu bicara tentang sukses atau tidaknya film tersebut. Jika aktor yang saya sukai ada dalam film tersebut, pasti saya akan nonton.

Dari banyak nama yang saya suka seperti Adam Sandler, Jennifer Lawrence, Will Smith, Morgan Freeman, Robert De Niro, Amy Adams, Tom Hanks, Tom Hardy. Satu yang menjadi favorit saya adalah Heath Ledger. Apalagi saat dia menjalani peran dalam film The Dark Knight (2008) sebagai Joker. Salah satu tokoh fiksi (komik) yang juga menjadi favorit saya. Sungguh sebuah takdir yang menyenangkan.

Namun sangat disayangkan, Heath Ledger telah wafat pada Januari 2008 silam pada usia 28 tahun. Sekarang, aktingnya hanya bisa dikenang dari film-film sebelumnya.

Mengenang Heath Ledger

Sore hari, saat saya sedang menikmati mie instan, sebuah kanal TV kabel menayangkan film berjudul, I Am Heath Ledger. Rasanya cukup menyenangkan bisa melihat lagi aktor ini di layar kaca dalam judul film baru. Mengenang Heath Ledger pasca 9 tahun kematiannya.

Film ini adalah sebuah dokumenter biografi dari aktor, Heath Ledger. Dengan durasi 1 jam lebih 30 menit, film ini menampilkan dokumentasi kehidupan aktor yang bernama lengkap Heathcliff Andrew Ledger. Di film ini kita bisa melihat bagaimana perjalanan jenjang karir mulai dari film pertama hingga film terakhirnya. Juga kegiatan-kegiatan lain Heath Ledger di luar industri perfilman.

Selain itu film ini menampilkan wawancara dari teman-teman serta keluarga aktor asal Australia ini. Di antaranya, Naomi Watts, Trevor DiCarlo, Ben Harper, Emile Hirsch, Djimon Hounsou, Ed Lachman, Sally Bell, Ashleigh Bell, Kim Ledger, Kate Ledger, Olivia Ledger, Ben Mendelsohn, Steve Alexander, Matt Amato, Catherine Hardwicke. Menariknya, film ini juga berisi footage-footage rekaman video dari set film ataupun rumah yang direkam oleh Heath Ledger sendiri.

Hal-hal Yang Terekam

Film selalu meninggalkan kesan kepada penontonnya. Ditunjang dengan penulisan, suntingan gambar dan pengisi soundtrack mumpuni seperti: “Perth” (Bon Iver), “Bitter Sweet Symphony” (The Verve), “Trouble” (Elvis Presley) dan sebagainya. Berikut kesan saya :

1. Hal Yang Terlihat

Kita sudah bisa menilai betapa hebatnya HeatLedger sebagai aktor.Dan mungkin Ledger sendiri tahu dan percaya diri akan hal itu. Bisa dilihat daribeberapa penghargaan yang berhasil diraih sebut saja New York Film Critic Circle Award dan Academy Award sebagai Best Actor.

Bagi saya film ini sangat baik menggambarkan bagaimana perjalanan Heath Ledger mulai dari remaja asal kota Perth dengan penuh ambisi hingga ke titik tersebut. Hingga mungkin saja tiap adegannya menumbuhkan inspirasi bagi siapa saja untuk terus mencoba mengejar sesuatu. Klise memang.

2. Hal Yang Tidak Kita Lihat

Selain menjadi aktor film yang kita kebal di layar kaca. Heath Ledger pernah memproduseri videoclip “Morning Yearning” (Ben Harper). Dan bersama Matt Amato (Filmmaker), Heath mendirikan membangun perusahaan film yang dinamakan The Masses.

Saat bagian ini ditampilkan selain tingkat kekerenan Heath Ledger yang bertambah di mata saya. Di sini saya bisa melihat usaha Heat untuk tetap waras di tengah industri perfilman Hollywood. Seperti nama perusahaannya The Masses, Heath seperti ingin mempunyai wadah kolektif yang jauh dari kata eksklusif dan glamor.

Dikatakan dalam film bahwa tidak ada yang tahu Heath bekerja di situ, dia harus sembunyi-sembunyi untuk menuju kantornya. Heath ingin menjaga privasi idealismenya dan kebebasan dalam menyampaikan ide-ide liar yang mungkin bertolak belakang dengan industri film kebanyakan di sana.

Ini sejalan dengan slogan The Masses yaitu “Keep it real”. Melakukan seauatu yang tidak biasa, bermain-main dengan ide, tidak terlalu simetris dan selalu mencoba sesuatu. Salah satu karya dari perusahaan ini adalah videoclip dari penyanyi asal Australia, Grace Woodrofe.

Ya seperti saya sebutkan di awal. Ada distraksi yang kadang kita kehendaki atau butuhkan

3. Hal yang tersembunyi

Dalam film ini kita bisa melihat gambaran bagaimana intimnya Heath Ledger dengan teman, keluarga, kekasih dan anaknya. Dia banyak membukakan pintu kesempatan kepada banyak orang. Seperti yang dia lakukan kepada saudara perempuannya agar bisa berkarir di industri perfilman Hollywood. Secara kasat mata kita bisa menilai bahwa aktor asal Australia ini adalah orang yang suka bersosialisasi, ekspresif, ambisius, liar, kreatif. Akan tetapi sangka Heath Ledger ditemukan overdosis obat tidur pada Januari 2008, di apartemennya.

Sampai sekarang pun masih menjadi sebuah misteri mengapa Heath mengonsumsi obat sebanyak itu. Berbagai simpang siur terdengar mulai dari peran Joker yang didalaminya hingga masalah rumah tangganya.

Inilah sedikit kekurangan film ini, mungkin tidak ditampilkannya Michelle William sebagai orang yang diwawancara. Kita tidak mendapatkan sudut pandang dari perempuan yang hidup bersama Heath juga anaknya Matilda. Hingga seperti ada bagian yang hilang dari kisah Heath Ledger yang dirangkum. Namun kembali lagi hal tersebut mungkin ada hal-hal yang dipertimbangkan dari hal ini.

Dari sini dari kisah pilu Heath Ledger ini kita bisa kembali memetik pelajaran bahwa tiap orang pasti mempunyai hal yang tidak ditampilkan di depan umum. Salah satunya adalah perasaan depresi yang bisa menimpa siapa saja.

Mulai dari orang tua, saudara, kekasih, hingga diri kita sendiri. Mungkin kita harus lebih sering mendengarkan keluh kesah orang yang membutuhkan dan ttidak menyimpan sendiri keluh kesah saat kita butuh. Tidak perlu lagi ada Heath Ledger, Robbin William, Chester Bennington dan orang-orang lainnya yang mati dalam sepi.

Di luar kekurangannya atau kelebihannya seperti soundtrack, penulisan, penyuntingan gambar dalam film ini, hal lain yang membuat film ini berkesan adalah footage-footage yang direkam sendiri oleh Heath. Semuanya terasa pas pada masing-masing hal yang dibahas.

Seperti niatnya untuk mati muda, dia seperti cenayang narsis nan jenius yang sudah mempersiapkan semuanya. Hingga memudahkan orang yang ingin merangkum kisahnya ke dalam film. Saya jadi bisa membayangkan dia mengatakan quote yang saya tulis di awal kepada seluruh penonton.

Avatar

Aswan Pratama

Teman main semesta

Tentang Penulis

Avatar

Aswan Pratama

Teman main semesta

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.