Locita

Milenialisme dan Sebuah Kutukan Zaman

Ilustrasi: liputan6.com

HIDUP di zaman now dan berinteraksi dengan generasi micin apakah sebuah kutukan atau keberuntungan?

Sebagai salah satu orang yang termasuk dalam rombongan generasi milenial, saya merasa tidak memiliki keberatan yang akut jika harus dikaitkan dengan istilah generasi micin atau kids zaman now. Orang tua dan keluarga saya sepertinya juga masih bangga dan belum berniat mengusir saya dari rumah. Lingkungan tempat saya kuliah dan bekerja masih menghargai keberadaan saya.

Meski demikian saya merasa perlu berjuang dua kali lipat bila ingin bersaing dengan generasi milenial saat ini. Pasalnya, menjadi generasi milenial yang berprestasi tidak cukup dengan sukses di pendidikan, tidak cukup dengan memiliki akun instagram, facebook, line, whatsap, path, you tube, dan bla bla. Tidak cukup dengan mendapatkan gelar selebgram, dan vlogger yang memiliki pengikut jutaan.

Generasi milenial sukses harus bisa mandiri dan punya karya cipta. Saya merangkum beberapa orang yang cukup berpengaruh dan berhasil memiliki startup di usia yang masih sangat muda.

Novi Wahyuningsih. Saya pertama kali bertemu dengan wanita ayu asli Kebumen ini sekitar pertengahan September yang lalu. Beberapa kali mendengar namanya wara-wiri di media karena berhasil mengeluarkan terobosan baru di usianya yang sangat muda.

Novi telah mengembangkan karirnya sejak usia 18 tahun. Ia pernah diangkat menjadi direktur utama di beberapa perusahaan berbasis IT di Malaysia dan Indonesia. Di antaranya, Direktur Utama PT. Wahyu Global Abadi, Direktur Utama PT. Callind Network International, Direktur Utama PT. Rise Solution International, dan Komisaris PT. Rise Holcyon Solution.

Callind adalah salah satu aplikasi yang diciptakan Novi dan direncanakan akan launching pada tahun ini. Aplikasi ini memiliki fitur istimewa selain tentunya layanan untuk chit-chat. Prestasi lain yang telah diraih Novi adalah ia berhasil menjadi salah satu calon legislatif termuda di Indonesia, saat itu usianya masih 20 tahun. Meski belum berhasil melenggang menuju pintu senayan, tapi Novi mampu mengumpulkan 43 ribu suara di daerah pemilihannya.

Adamas Belva Syah Devara. laki-laki yang sering disapa Belva ini adalah salah satu founder dari Ruangguru.com. Anak muda berusia 26 tahun ini juga adalah penyandang gelar magister Bisnis dan Administrasi Stanford Graduate School of Business (2015) dan Magister Administrasi Publik Harvard Kennedy School of Government (2016).

Belva pernah berpesan kepada generasi milenial bahwa banyak hal-hal sederhana dan positif yang bisa dilakukan oleh pemuda. “ Misalnya saja kita buat hashtag di instagram tentang kampanye pendidikan yang baik atau isu-isu lainnya. Atau kita membuat suatu komunitas kecil yang bergerak di bidang kepemudaan, merangkul orang-orang pinggiran, atau anak-anak yang belum bersekolah. Jika kita belum bisa berbuat yang super, cukup gerakan yang sederhana dulu,” ungkapnya di depan forum diskusi kepemudaan, (09/11) lalu.

Situs Ruangguru.com kini sudah diunduh puluhan ribu pemuda dan guru di Indonesia. Beberapa fitur-fitur unggulan terus diperbaharui. Seperti, fitur pencarian guru privat, fitur pesan instan dan rating serta review terhadap performa guru setelah proses belajar dilakukan.

Inovasi lain yang juga dilakukan oleh Ruangguru adalah aplikasi mobile platform iOS. Sebelumnya Ruangguru telah merilis aplikasi mobile platform Android dalam versi Beta.

Ria Ricis. Salah satu dari jejeran generasi kids zaman now yang sukses.  Siapa yang tidak mengenal perempuan mungil nan lincah ini? Mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi ini awalnya memulai karir menjadi selebgram, seiring dengan banyaknya postingan Ricis di instagram yang menjadi viral.

Jumlah followers-nya di instagram semakin bertambah. Generasi milenial utamanya generasi Z mulai banyak mengenal dan mengikuti gaya Ricis. Namanya semakin melambung sejak Ricis ikut bermain film, dan aktif sebagai vlogger.

Saat ini Ria Ricis memiliki 7,6 juta followers di instagram dan hampir dua juta subscribers di channel Youtube-nya. Dalam sebulan Ria Ricis bisa mengumpulkan pundi-pundi hingga 70 juta rupiah hanya dari aktivitas di instagram dan youtube.

Raditya Dika. Awalnya ia berkarir di dunia blogging sampai akhirnya menerbitkan buku. Novel pertama yang diterbitkannya yaitu Kambing Jantan pada tahun 2009. Setelah bukunya terjual best-seller, Radit semakin produktif menulis. Ia meluncurkan buku keduanya yang berjudul Cinta Brontosaurus (2006).

Hingga hari ini tujuh buku telah ditulis Radit. Tidak hanya itu, setengah dari jumlah buku terbit itu telah difilmkan. Salah satu yang paling terkenal adalah Malam Minggu Miko. Setiap episode dari film yang dibintangi langsung oleh Radit ini tayang di chanel Youtube-nya. Saat ini, Radit telah memiliki hampir tiga juta jumlah subscribers.

Telah banyak riset menunjukkan jika penggunaan internet didominasi oleh kaum milenial. Nampaknya membiarkan mereka untuk seharian membaca buku dan menularkan kebiasaan orang-orang terdahulu adalah sebuah kutukan bagi generasi zaman now.

Zaman telah berbeda, people zaman now sudah muncul dengan beragam startup baru, karya baru, dan ambisi lain. Kini saatnya kita berusaha dan berdoa semoga bisa menjadi kids zaman now yang ikut berprestasi, mandiri, dan bisa berkontribusi terhadap negara. Segala stigma negatif tentang generasi micin tidak ada gunanya untuk dimaki-maki dan dikutuk lagi.

Jika hari ini kita masih sibuk upload foto liburan, mungkin lain hari kita sudah diundang menjadi pembicara seminar. Jika hari ini kita masih menongkrongi drama Korea, siapa tahu lain hari kita sudah mulai jual skincare-nya di instagram.

Jika hari ini kita masih sibuk sebar berita hoax barangkali tahun depan, kita sudah mulai menulis sendiri dan diangkat menjadi content writer di media online. Jika hari ini masih sering menghujat orang lain, barangkali besok kita masih punya keinginan menjadi kids zaman now dengan karya atau startup baru.

Ais Nurbiyah Al-Jum’ah

Ais Nurbiyah Al-Jum’ah

Ukhti Garis Seberang.

Tentang Penulis

Ais Nurbiyah Al-Jum’ah

Ais Nurbiyah Al-Jum’ah

Ukhti Garis Seberang.

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.