Locita

10 Dosa Besar Saat Tes IELTS

ilustrasi. [foto:cse.gu.se]

SIAPA yang tidak ingin berhasil ketika ujian?Apapun jenis testnya, semua orang menginginkan untuk lulus, tentunya dengan nilai yang memuaskan, excellent, sangat bagus apapun istilahnya. Tak terlepas dengan test IELTS, salah satu test yang sangat digandrungi kawula muda di Indonesia saat ini.

Terutama bagi para scholarship hunters setanah air tercinta. Test yang merupakan salah satu syarat utama, untuk bisa diterima oleh kampus terbaik diluar negeri. Test yang juga menjadi persyaratan mutlak untuk mendapatkan beasiswa idaman sejuta mahasiswa seperti LPDP, AAS, Stunned, Chevening dan masih banyak lagi.

Selain itu, test ini menjadi penting posisinya di hati, tentunya karena biaya test IELTS yang mahal, mereka tidak mau gagal dan hanya sedekah cuma-cuma ke Ratu Elizabeth nun jauh di sana.

Tak ayal persiapan sedemikian rupa pun mereka lakukan. Tak peduli berapa lama dan berapa uang yang harus dikeluarkan. Semua dilakukan, mulai dari kursus sampai ikut simulasi test IELTS, yang tujuannya tak lain tak bukan, agar berhasil saat tes.

Namun, ada beberapa dosa besar yang harus dihindari saat test, karena akibatnya fatal dan memupuskan harapan serta kerja keras selama ini. Walau terlihat konyol dan hanya teknis belaka, tapi ini berbahaya kalau terjadi saat tes.

Pertama, seperti yang kita ketahui kalau tes IELTS memakan waktu sekitar 2jam 40 menit tanpa jeda (listening, reading, writing dan juga speaking). Durasi waktunya cukup untuk penerbangan pergi Jakarta-Semarang terus balik lagi ke Jakarta.

Waktu yang lumayan panjang ini, akan bertambah horor dengan ketegangan saat mengerjakan soal IELTS. Di mana sangat menguras tenaga dan pikiran, sehingga berbahaya kalau kita sampai lupa sarapan. Halini bisa menyebabkan lemes dan ahirnya gak fokus mengerjakan soal IELTS. Akan lebih mengharukan, ketika tes kita malah jatuh pingsan karena kelaparan. Sungguh terlalu, bukan?

Meskipun begitu, jangan sampai terlalu kenyang juga ketika sarapan. Porsinya secukupnya saja. Tidak perlu makan porsi layaknya Captain America yang hendak bertempur melawan Wiro Sableng juga. Hal ini karena bisa menyebabkan ngantuk saat test berlangsung. Hindari juga sarapan dengan sambal yang terlalu pedas, yang bisa membuat kita gak nyaman, kerepotan minta izin bolak balik ke kamar mandi.

Kedua, tidak membawa cukup peralatan tempur seperti pensil, serutan dan penghapus. Ini terlihat sangat sepele namun berbahaya. Coba kita bayangkan, kalau bawa satu pensil dan lupa bawa penghapus serta serutan, kemudian tiba-tiba pensil patah di tengah test.

Pastinya ini akan sangat mengganggu jalannya tes, walaupun memang terkadang ada beberapa provider test menyediakan Alat tulis (AT). Kita harus prepare maksimal untuk ini.

Dosa selanjutnya, biasanya karena panik dan grogi menghadapi tes. Demam panggung yang kelewatan, sampai lupa membawa identity card (bisa KTP atau Passport). Perlu diketahui kalau provider test sangat ketat untuk ini. Mungkin untuk menghindari kecurangan sehingga mereka sangat berhati-hati.

Jangankan lupa membawa identity card, terdapat ketidaksesuaian nama di identity card pun hampir bisa dipastikan kita gak bisa mengikuti test. Jadi, make sure kartu identitas kita sudah terbawa ketika akan berangkat tes. Gak lucu kan, udah daftar, lhaaa pas tiba di lokasi test dikira abang gojek yang nganter laundryan, gara-gara  gak bawa identitas.

Dosa besar selanjutnya terlihat sangat sepele juga, kesalahan nulis nama atau nomor identity card di form lembar jawaban. Terlihat konyol memang, tapi ini bisa membuat kita pusing tujuh keliling. Ada pengalaman sahabat saya yang ambil tes IELTS, kemudian salah nulis tanggal lahir dan alhasil dia tidak bisa mendapat hasil test karena ketidaksesuaian dengan identity card.

Setelah beberapa minggu mengurus barulah mendapatkan hasil itu. Sayangkan kalau waktu kita dibuang-buang untuk hal seperti itu.

Dosa besar yang kelima adalah dua hal selain harta, tahta dan paket data. Iyaaa dia adalah wanita. Ada sedikit cerita dari teman, kalau dia sempat hilang fokus saat listening gara-gara di depannya ada cewek seksi, dengan potongan bahan baju seadanya.

Manusiawi memang kalau hal seperti itu bisa mengalihkan fokus kita saat tes. Coba bayangkan, kalau saat listening kelewat 3 nomor saja, hanya karena ternyata yang duduk di depan kita kembarannya Angelina Jolie. Maka setidaknya butuh beberapa saat untuk menyesuaikan kembali antara soal dan audio, jadi kita harus prepare untuk itu. Jaga hati, jaga mata, dan jangan lupa jaga dompet.

Dosa besar selanjutnya,biasanya terjadi ketika reading session. Kita terlalu asik membaca isi reading passagenya. Bisa jadi karena vocabulary-nya yang bagus dan menarik atau karena tidak paham dengan isi passagenya. Hal ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan tidak selesai menjawab semua pertanyaan yang diberikan.

Dosa besar yang ke-7, salah spelling saat memindahkan jawaban listening ke answer sheet, seperti kekurangan “S” atau kelebihan “S”. Hal ini sering kali terjadi karena maklum kita kan bukan native speaker. Jadi kita harus pandai-pandai menyesuaikannya. Selain mendengarkan dengan baik audionya, tapi juga harus disesuaikan grammarnya.

Yang ke-8, salah membaca data writing (task 1) dan kurang tepat menginterpretasikan pertanyaan yang dimaksud (task 2), hal ini berakibat sangat fatal karena bisa membuat tulisan kita off topic. Dan jangan ditanya nanti writing kita dapat band score berapa. Sudah bisa dipastikan, dibawah dari nilai yang kita harapkan.

Yang kesembilan, kita tetap melanjutkan writing padahal sudah ada peringatan untuk berhenti.  Ini berbahaya bagi yang biasa tidak disiplin waktu saat latihan.

Pokoknya perhatikan betul instruksi yang disampaian para petugas, karena kalau kita tidak mengindahkannya kita bisa mendapat peringatan dan bahkan didiskualifikasi. Terbayangkan, gimana jadinya kalau didiskualifikasi? sudah barang pasti kita tidak lulus tes.

Dosa besar yang terahir adalah batuk saat speaking. Ini tidak cukup diatasi dengan minum Komix saja. Memang seperti yang kita yakini kalau sakit datang tidak mengenal waktu dan tempat dan kita tidak bisa menyanggah atau menolaknya. Namun kita harus berusaha mencegahnya.

Melakukan hal sederhana, seperti menghindari makan makanan yang berminyak sebelum tes atau lainnya. Hal ini sangat penting, karena batuk ketika speaking sedang berlangsung. Bisa membuat speaking kita tidak pede, kehilangan konsentrasi, hilang idea bahkan sampai tidak mampu berkata karena terganggu.

Demikianlah, 10 dosa besar yang harus dihindari ketika tes IELTS sedang berlangsung. Terkesan remeh memang, tapi cukup mengganggu bahkan bisa berakibat fatal. Karena seperti kata pepatah lama, kadang bukan batu besar yang bisa membuat seorang pejalan jatuh, justru kerikil kecil lah yang membuatnya terjatuh.

Bukankah lebih baik mandi keringat ketika latihan, daripada mandi darah ketika pertempuran? Satu hal yang pasti, jangan sampai lupa mandi, ketika tes IELTS tiba. See yaa.

Avatar

Muhammad Jawahir

Tentang Penulis

Avatar

Muhammad Jawahir

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.