Locita

Tabe Momang Kraeng Jokowi!

Selamat siang, Pak Jokowi.

Salam hangat dari kami, wargamu di Flores, NTT. Semoga Bapak sekeluarga sehat-sehat selalu dan diberkati dalam segala usaha dan pekerjaan. Amin.

Oh iya, selamat Hari Valentine ya, Pak. Semoga Bapak tetap setia membagikan benih-benih kasih dan cinta bagi sesama. Secara pribadi, di Hari Valentine ini saya bermimpi mendapatkan hadiah sepeda dari Bapak. Hehehe.

Pak, sebagai orang di belahan timur Indonesia, kami bersyukur karena kehadiran Bapak telah membawa angin baru dalam pembangunan di Indonesia. Kehadiran Bapak telah mengubah banyak hal. Bapak begitu merakyat dan menjadi contoh bagi kami, khususnya bagi generasi muda. Bapak telah menjadi tokoh idola baru bagi kami.

Bapak membuat kami sadar bahwa tokoh idola tak semata-mata tentang Raisa, Messi, Ronaldo, artis K-pop, Ariel, Reza Rahardian, ataupun Dilan. Gaya Bapak yang tak banyak bicara tetapi giat bekerja adalah hal yang paling saya sukai. Maklum, kami sudah muak dengan pemimpin yang kebanyakan bicara tetapi sedikit bertindak.

Ngomong-ngomong, Pak, sejujurnya beberapa tahun sebelumnya kami merasa seperti bukan bagian dari Indonesia. Pembangunan kurang merata dan terlalu bersifat Jawasentris. Karena itulah, kami seperti menjadi anak tiri di rumah sendiri. Kami seperti tamu di rumah kami sendiri: Indonesia. Menjadi anak tiri itu sakit, Pak. Lebih sakit dari patah hati saat Raisa menikah.

Bagi kami, yang telah terlalu lama dianaktirikan, Bapak seperti titisan yang membuat kami kembali merasa menjadi bagian dari sesuatu yang disebut Indonesia. Barangkali kedengarannya lebay, tetapi begitulah yang sejauh ini saya dan orang-orang timur rasakan, Pak.

Pelan-pelan Bapak membuat kami bisa menikmati jalan dan listrik yang layak. Air mengalir ke desa-desa, warga tersenyum bahagia tanpa harus berjalan beberapa kilometer di medan terjal hanya demi sejeriken air. Program-program seperti kucuran dana desa yang kami terima membuat hidup dan penghidupan kami menjadi lebih baik.

Teruslah bekerja, Pak. Masih ada terlalu banyak hal yang harus dikerjakan. Tak usah dengar ucapan orang-orang yang hendak menjatuhkanmu. Hanya orang kurang waras yang tak bisa melihat kebaikanmu.

Sekali lagi, terima kasih telah membuat kami merasa menjadi bagian dari sesuatu yang disebut Indonesia. Terima kasih telah membuat kami merasakan semua detik dalam tiap hari sebagai Hari Valentine!

Tabe Momang Kraeng Jokowi!

Felixianus Usdialan Lagur

Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, STKIP Santu Paulus Ruteng.

Add comment

Tentang Penulis

Felixianus Usdialan Lagur

Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, STKIP Santu Paulus Ruteng.

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.