Locita

Mampukah Pariwisata Seks Menyelamatkan Kota Kecil di Jepang dari Kepunahan?

Sumber Gambar: The Japan Times

Negara kepulauan ini meraih rekor 31.2 juta pengunjung tahun lalu, tetapi hanya sedikit yang menghabiskannya di ‘jalanan gelap’. Migrasi perkotaan mengancam eksistensi desa, tetapi pariwisata digembar-gemborkan sebagai solusi untuk masalah permukiman

Jepang dengan cepat menjadi salah satu tujuan wisata terfavorit di Asia. Pada 2009, negara kepulauan mengatakan “Konichichiwa” kepada 6.8 juta pengunjung, yang oleh Organisasi Pariwisata Nasional Jepang jumlahnya meningkat menjadi 31.2 juta.

Survei Badan Pariwisata Jepang baru-baru ini menemukan bahwa, selain toilet umum yang di bawah standar wisatawan, kemacetan lalu lintas yang dipicu oleh bus wisata adalah keluhan utama. Sementara dampak dari lonjakan wisata menimbulkan masalah pada beberapa titik wilayah, sebagian besar dari jutaan orang itu tetap melewati jalan yang sama. Meninggalkan kota-kota di luar Tokyo, Kyoto, dan Osaka yang memohon-mohon untuk mendapat perhatian yang sama dari para wisatawan.

Sementara itu, kota-kota kecil di seluruh negeri terancam lenyap ketika tingkat kelahiran turun, populasi menurun, dan generasi muda melarikan diri dari pedesaan Jepang menuju kehidupan kota dan tidak pernah kembali lagi. Di beberapa permukiman yang dilanda kesulitan, rumah-rumah terlantar dengan mudah diberikan cuma-cuma untuk menarik orang dari gemerlap kota-kota besar, dan pariwisata juga disebut-sebut sebagai solusi penyelamat. Bagi Xiaochen Su, seorang kandidat PhD di Universitas Tokyo, itu berarti pariwisata seks.

“Mengingat kesediaan penggemar AV [adult video  / video dewasa] untuk membelanjakan uang demi kesukaan mereka, dapat dibayangkan betapa banyak penggemar asing ingin datang ke Jepang untuk mencoba sesuatu yang mirip dengan ‘yang aslinya’,” tulisnya baru-baru ini dalam sebuah opini untuk platform berita daring Asia Times.

Su menambahkan bahwa membatasi wisata seks ke daerah-daerah tertentu yang jauh dari tempat-tempat wisata populer dapat meningkatkan ekonomi daerah pedesaan, membantu mengatasi distribusi wisatawan yang tidak merata, dan “melindungi kehadiran industri [seks] dari kota-kota besar dimana sebagian besar penduduk lokal dan wisatawan berada.”

Meskipun prostitusi secara teknis ilegal di Jepang, tampaknya tetap tidak mempengaruhi pemikiran Su. Memang dalam undang-undang anti-prostitusi Jepang dinyatakan “hubungan intim dengan orang yang tidak ditentukan dalam pertukaran untuk pembayaran”, sehingga memungkinkan adanya beberapa celah.

Hal ini memberi sedikit dampak pada industri seks yang berkembang pesat di negara ini, yang mana lengkap menawarkan – setidaknya secara resmi – layanan non-koital seperti menari, mandi, dan berbincang-bincang (serta aktivitas yang lebih intim dengan orang-orang “tertentu”, menurut The Japan Times) untuk memuaskan nafsu primitif konsumen. Industri ini diperkiraan bernilai 24 miliar dollar AS per tahun.

“Banyak warga negara dan politisi Jepang akan beranggapan bahwa gagasan kampung halaman mereka menjadi tujuan wisata seks akan mengakibatkan gangguan logistik dan moral,” Su mengakui. Ia memberi contoh Pattaya, tujuan yang identik dengan seks terlepas dari niat terbaik pihak berwenang, mendapat reputasi buruk kota Thailand bagi para skeptis.

Su bukan yang pertama mengutarakan ide ini. Mengutip sebuah artikel yang diterbitkan di majalah pria Jepang Spa! Mei lalu, surat kabar daring Japan Today mempertanyakan apakah industri seks ibukota memungkinkan untuk dipindahkan ke tempat lain menjelang Olimpiade Tokyo 2020. “Ada orang yang mengatakan hal tersebut dapat menambah kebangkitan ekonomi untuk daerah,” kata Spa!, sesuai dengan saran Su bahwa “membuka pariwisata seks untuk wisatawan asing di daerah tertentu di luar tujuan wisata utama dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi ‘ketimpangan pariwisata’.”

Wisata seks tentu bukan satu-satunya cara untuk mendistribusikan wisatawan di seluruh Jepang, masih ada proyek lain yang lebih mudah diterima dan terbukti berhasil. Di Yoshino, sebuah kota dengan hanya 6.700 penduduk di prefektur Nara, properti Airbnb Yoshino Cedar House yang dikelola masyarakat telah membantu menarik pengunjung internasional ke suatu daerah yang dulu dikenal hanya untuk hutan cedarnya.

Dikelola oleh sekelompok 31 penduduk, banyak di antaranya masih bekerja di industri kayu, properti itu telah membangkitkan semangat pembaruan di kota itu, menurut sebuah artikel Quartz baru-baru ini. Saya tidak yakin apakah rasa kebanggaan yang sama akan muncul jika kotanya dikenal bukan karena Rumah Cedarnya, melainkan sebagai rumah prostitusi.

========

Diterjemahkan dari “Could sex tourism save Japan’s small towns from disappearing?” oleh Mercedes Hutton. 19 Juni 2019

farraaziza

17 comments

  • Link exchange is nothing else but it is simply placing the other person’s weblog link on your page at appropriate place
    and other person will also do same in support of you.

  • I am in fact glad to read this website posts which
    includes lots of valuable facts, thanks for providing such information.

  • Hi to all, how is the whole thing, I think every one is getting
    more from this website, and your views are fastidious in support of new viewers.

  • I like the valuable information you supply on your articles.
    I will bookmark your weblog and test again right here frequently.
    I am reasonably certain I will be informed
    a lot of new stuff proper here! Good luck for the next!

  • If you are going for finest contents like myself, simply pay a visit this web site
    daily as it gives feature contents, thanks

  • I do not even know how I ended up here, but I thought this
    post was good. I don’t know who you are but definitely
    you’re going to a famous blogger if you are not already 😉 Cheers!

  • Greetings! I’ve been following your blog for a long time now and finally
    got the bravery to go ahead and give you a shout out from Porter Tx!
    Just wanted to tell you keep up the excellent job!

  • hello!,I like your writing so much! percentage we be in contact more about
    your post on AOL? I need an expert on this area to solve my problem.

    May be that is you! Having a look ahead to look you.

  • I absolutely love your blog and find a lot of your post’s to be just what I’m looking for.
    Does one offer guest writers to write content for you personally?
    I wouldn’t mind writing a post or elaborating on some of the subjects you write concerning
    here. Again, awesome web site!

  • Magnificent beat ! I would like to apprentice while you amend your website, how can i subscribe for a blog site?

    The account helped me a acceptable deal. I had been tiny bit
    acquainted of this your broadcast offered bright clear idea

  • Howdy! This blog post could not be written much better!
    Reading through this post reminds me of my previous
    roommate! He constantly kept talking about this. I am going to
    forward this information to him. Pretty sure he’ll have a great read.
    Many thanks for sharing!

  • I blog often and I seriously appreciate your information. Your article
    has really peaked my interest. I will book mark your site and
    keep checking for new details about once a week. I subscribed
    to your Feed too.

  • Thank you for the good writeup. It in fact was a amusement account it.
    Look advanced to more added agreeable from you!
    By the way, how can we communicate?

  • Does your blog have a contact page? I’m having trouble locating it but, I’d
    like to send you an e-mail. I’ve got some ideas for your blog you might be interested in hearing.
    Either way, great blog and I look forward to seeing it grow over time.

Tentang Penulis

farraaziza

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.