Locita

Kamu, Tim Bawaslu Apa Tim PSI?

Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai baru seakan tak hentinya mencuri perhatian publik. Bagaimana tidak? Partai ini banyak mengundang perhatian dengan pelbagai sikap yang tak lazim bagi sebuah partai, apalagi sudah disahkan sebagai peserta pemilu.

Tentu masih jelas dalam ingatan kita bagaimana PSI muncul pasca momentum politik 2014. PSI memunculkan seorang kader perempuan muda, yang ditonjolkan sebagai antitesis kondisi pada masa itu. Memberikan kesan milenial, terbuka dan dinamis PSI menarik perhatian kawula muda dan tua.

PSI kerap muncul dengan pernyataan yang diluar ekspektasi. Entah itu dengan prestasi atau eksistensi. Yang jelas partai ini cukup menarik perhatian, dan lumayan menarik untuk dibahas.

Sebelumnya, partai ini pernah mendapat  keberatan RBTH (Russia Beyond, media Rusia) atas pernyataan seorang Ketua DPP yang dianggap mendiskreditkan Putin. Penilaian tentang kualitas Putin yang diktator, otoriter dan membiarkan korupsi terorganisir di Rusia menjadi kasus atas keberatan tersebut. Tentu tak perlu panjang lebar membahas hal ini, setiap negara memiliki kebijakan dan persoalan yang berbeda. Tetapi memang tak layak kita mengkritik kepala negara lain, entah untuk kebutuhan politis atau hal lainnya.

Tak cukup sampai disitu, Kamis 17 Mei 2018, PSI ditetapkan sebagai tersangka oleh Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) atas pelanggaran curi start kampanye. Laporan ini dilakukan atas tindakan PSI menyebarkan polling yang dimuat di Jawa Pos. Padahal, masa kampanye baru direncanakan akan dimulai tanggal 13 Oktober 2018 sampai dengan 13 April 2019 mendatang.

Pembelaan yang dilakukan oleh ketua Umum DPP, Grace Natalie bahwa polling tersebut tidak mengandung unsur visi, misi, prorgam maupun citra diri PSI atau calon yang diajukan.

Lagi, menurut Grace, logo dan nomor urut PSI yang ditampilkan dalam iklan pun tersebut semata-mata sebagai keterangan dan pertanggungjawaban untuk menunjukkan kepada publik bahwa PSI adalah pihak yang benar-benar menyelenggarakan polling. Bagaimana pendapat anda? Menarik bukan?

Jika kita mengacu pada pengertian kampanye, menurut KBBI adalah: gerakan (tindakan) serentak (untuk melawan, mengadakan aksi, dan sebagainya). Pengertian kedua, kampanye adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi politik atau calon yang bersaing memperebutkan kedudukan dalam parlemen dan sebagainya untuk mendapat dukungan massa pemilih dalam suatu pemungutan suara.

Mengapa dikatakan start kampanye? Karena memang masa kampanye belum berjalan dan seluruh peserta pemilu memang seharusnya mengikuti peraturan yang sudah ada dan tunduk kepada hukum yang dalam hal ini dijalankan pengawasannya oleh Bawaslu.

Berbagai upaya yang ditempuh oleh PSI dalam menghadapi hambatan menuju pemilu. Merasa di dzalimi oleh Bawaslu karena ditentukan sebagai tersangka, PSI menempuh jalur hukum dengan menyiapkan kuasa hukum. Tak hanya itu, PSI juga menempuh cara lain dengan mengadakan petisi dengan tagar #MelawanBersamaPSI. Kabarnya, sudah lebih dari 10.000 orang bergabung dan menandatangi petisi tersebut.

Sebagaimana pasal 492 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menyebutkan sanksi pidana bagi partai politik yang melakukan kampanye di luar jadwal (baik itu mendahului atau menambah waktu kampanye). Dalam aturan itu menyebutkan setiap orang yang melanggar jadwal kampanye dapat dipidana dengan kurungan paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp 12 juta.

Bagaimana kekuatan petisi jika berhadapan dengan hukum? Apakah kampanye memang dipahami sebagai penyempitan makna pada sekedar kalimat ‘pilihlah saya?’. Hukum atau kekuatan publik? Bagaimana menurut pendapat kamu? Kamu, Tim Bawaslu Apa Tim PSI?

Yenglis Dongche D

Yenglis Dongche D

Menuju M. Han,
Alumni AP FISIP Universitas Padjadjaran

Add comment

Tentang Penulis

Yenglis Dongche D

Yenglis Dongche D

Menuju M. Han,
Alumni AP FISIP Universitas Padjadjaran

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.