Locita

Antara Ustaz Somad, Felix Siauw, dan Tere Liye: Sebuah Tinjauan Kritis

BEBERAPA minggu belakangan ini, masyarakat khususnya jagat maya banyak dihebohkan oleh drama-drama menarik. Mulai dari kisah yang penuh intrik oleh Papa Setya Novanto, kasus Umi Pipiek yang dikabarkan telah menikah dengan Sunu Matta, Jennifer Dunn yang dilabrak oleh seorang remaja karena dituduh telah merebut suami orang.

Hingga hari ini kisah Rina Nose dan Ustaz Somad juga masih trending topik. Belum selesai dengan itu, masyarakat lagi-lagi dihebohkan oleh komentar pedas Tere Liye tentang quotenya yang dijadikan caption foto.

Seolah tidak ada jeda untuk beristirahat sejenak dari semua pemberitaan tersebut. Setia hari kita dijejali oleh sarapan komentar dan meme dari para netizen.

Sialnya hampir semua media hanya mengulik dari sisi perempuan saja. Melalui tulisannya di Locita.co, Yusran Darmawan mengajukan pertanyaan yang sama mengapa media menyorot kasus-kasus tersebut pada perempuan saja.

Menurut Yusran, pandangan ini perlu segera dikoreksi, jika tidak maka bisa merasuk menjadi kesadaran kognitif warga. Laki-laki dan perempuan akan memahami perannya di dunia sosial sebagaimana yang hadir di media. Di mana laki-laki sebagai pemegang kuasa dan perempuan sebagai obyek kuasa.

Supaya dianggap turut andil mengubah kesadaran kognitif warganet (anggap saja begitu), di mana perempuan melulu menjadi obyek. Melalui tulisan ini saya akan mengulas tiga lelaki macho yang saya yakin hampir semua dari kita yang aktif di media sosial mengenalnya.

Di kalangan pendakwah tidak hanya Ustaz Somad yang sering menyita perhatian warganet tapi juga Ustaz Felix Siauw. Keduanya memiliki magnet dengan menggunakan klaim agama dan kebaperan berbahasa yang membuat masyarakat banyak mengikutinya.

Selain itu ada pula Tere Liye yang juga sering menjadi buah bibir netizen. Penulis buku ini sering mengkampanyekan ajaran Islam utamanya kepada remaja melalui novel-novel islaminya. Tere Liye yang bernama asli Darwis ini harus diakui berhasil membawa perubahan terhadap pemikiran dan selera bacaan remaja.

Hal tersebut bisa dibuktikan ketika berkunjung ke toko-toko buku, maka kita akan melihat jejeran buku Tere Liye berada di rak buku best-seller. Belum lagi, jika berjalan ke buku loakan. Kita akan sering mendengar para penjual membawa nama Tere Liye dalam memasarkan bukunya. “Cari apa, Dek? Buku Tere Liye banyak disini.”

Antara Ustaz Somad, Felix Siauw, dan Tere Liye ternyata mereka memiliki banyak persamaan. Melalui tulisan ini saya akan mencoba melacak apa-apa saja persamaan dari ketiganya.

 Seleb Facebook

Abdul Somad meskipun baru belakangan ini menjadi buah bibir tapi di fanpage Facebooknya ia telah mendapatkan jumlah pengikut cukup banyak. Laman Facebook yang diberinya nama Ustadz Abdul Somad mendapatkan jumlah likers sebesar 539 ribu orang, dan jumlah pengikut 653 ribu orang.

Felix Siauw memiliki jumlah pengikut yang jauh lebih banyak. Akun resminya di Facebook yang diberi nama Ustadz Felix Siauw mendapatkan jumlah pengikut 4,06 juta orang, serta jumlah orang yang menyukai sebanyak 4,06 juta orang.

Tere Liye berada di posisi tertinggi di antara keduanya. Laman Facebook yang diberi nama Tere Liye memiliki jumlah likers sebesar 4,07 juta oang dan jumlah orang yang mengikuti sebesar 4.2 juta orang.

Setiap postingan mereka mendapatkan banyak komentar dari warganet, dibagikan ratusan hingga ribuan kali. Mendapatkan jumlah like yang banyak dan videonya ditonton oleh ribuan orang.

Menolak Popularitas dan Memilih Hidup Sederhana

Ketiga seleb facebook ini sama-sama rendah hati dan tidak suka dipuji-puji. Saya pernah menonton salah satu video Ustaz Somad yang menolak mengisi pengajian di beberapa tempat elit karena di waktu yang bersamaan ia harus mengisi pengajian ke pelosok-pelosok daerah. Sungguh mulia ustaz kita ini dengan pengungkapannya.

Tere Liye tidak kalah rendah hatinya. Menurutnya, ia beberapa kali menolak mengisi acara televisi dan berfoto bersama karena tidak ingin terlalu populer. Terakhir bahkan dia memutuskan untuk berhenti menerbitkan buku karena tingginya biaya pajak. Bukankah itu sudah cukup membuktikan betapa mereka tidak menghamba terhadap pujian.

Begitupun dengan Felix Siauw, cobalah berselancar ke postingan-postingannya di Facebok. Maka kita akan menemukan betapa sederhananya ustaz kita ini. Melalui postingannya ia sering menampilkan kesederhanaanya, ia pernah berkata: “Sebenarnya, kita hanya memerlukan hal yang sederhana dalam hidup ini, dan bahagia itu tidak tergantung oleh banyaknya yang kita punya, tidak pula pada terpenuhnya semua keinginan.”

Sungguh Sederhana!

Hobi Mengomentari fisik dan Jilbab

Ketiga seleb Facebook yang rendah hati dan sederhana ini nyatanya memiliki hobi yang sama–hobi mengomentari fisik dan jilbab perempuan. Ustaz Somad seperti yang diketahui bersama secara terang-terangan dihadapan jamaah pengajiannya mengatakan “Rina Nose ini siapa, artis? Yang pesek itu? Saya kalau artis jelek-jelek tak, kurang berminat saya, apa kelebihan dia? Pesek, buruk.”

Setelah mendapatkan komentar dari netizen, sang Ustadz kemudian membuat klarifikasi. Menurutnya bersikap sombong kepada orang yang sombong adalah sedekah. Ustaz Somad juga mengatakan jika ia tidak rela jika jutaan generasi muslimah yang sudah berjilbab menanggalkan hanya karena terpengaruh pesek yang curhat merengek.

Komentar Ustaz Somad rupanya mendapatkan tanggapan dari sahabatnya yang juga merupakan ustaz dan seleb Facebook yang rendah hati dan sederhana. Melalui postingannya, Felix memberikan dukungan kepada Ustaz Somad yang menurutnya telah tepat dalam memberikan komentar. “Sebab bagi saya penjelasan Ust. Somad sudah lebih dari cukup, dalilnya lengkap, hujjahnya kuat. Siapa yang tak punya kecemburuan dalam agama, aneh dia.”

Hal yang sama pernah diungkapkan oleh Tere Liye, dan ikut menjadi trending topik. Ia mengomentari muka orang-orang yang suka selfie seperti lemari yang memenuhi layar handphone. Ada banyak lagi, dan amat banyak. Saya sampai pusing membaca semua postingan Tere Liye yang melibatkan fisik di dalamnya.

Perlu kita ketahui bersama kalau Felix Siauw  juga pernah menerbitkan buku Yuk Berhijab berwarna ungu dan pink yang isinya gambar berwarna semua. Nasibnya hampir sama dengan buku Tere Liye, laris manis di pasaran.

Mungkin itu kenapa, dalam perkara surga kita mudah percaya tanpa menafsirkan lebih dalam dan jauh apa maksud dari orang-orang yang masuk surga akan mendapatkan bidadari yang bermata biru. Barangkali karena ustaz kita terlalu sibuk berceramah hingga luput mempelajari tafsiran Al-Qur’an.

Baperan

Selain seleb Facebook, rendah hati, dan hobi mengomentari fisik dan jilbab perempuan. Ketiga lelaki macho ini ternyata mudah baperan. Tidak percaya, silahkan cek posting-postingan mereka di Facebook.

Ais Nurbiyah Al-Jum’ah

Ukhti Garis Seberang.

Tentang Penulis

Ais Nurbiyah Al-Jum’ah

Ukhti Garis Seberang.

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.