Tilik

7 Lagu untuk Mengenang Alexis

KASIHAN sekali nasib Alexis. Dituduh biang dosa dan menghancurkan moral, dan akhirnya ditutup oleh Pak Gubernur Anies.

Alexis selalu diidentikkan dengan prostitusi. Maka wajar, selalu dicecar dengan stigma amoral dan hina. Padahal kalau mau dipikir, prositutsi ini adalah pekerjaan tertua di dunia. Tyler Stoddard Smith, penulis buku Whore Stories: A Revealing History of the World’s Oldest Profession, memaparkan bahwa di peradaban tertua di dunia, Sumeria menjadikan prostitusi dalam ritus suci. Oh ya, kalau lebih jelasnya sila baca ki “Alexis Ditutup, Prostitusi? Ondeh Mandeh”.

Untuk mengurai dilema Alexis, saya akan menguraikannya dalam mixtape di bawah ini. Lagu-lagu ini memuat daftar agar kita tidak dengan mudahnya menghakimi pula para orang di sektor ini. Dan dalam mixtape ini terselip doa, agar Nusantara, Sarkem, ataupun Jodoh Square tidak menjadi korban.

Si Pelanggan — Silampukau

Duo folk dari Surabaya ini harus saya akui dalam memotret sudut Surabaya. Salah satunya adalah Gang Dolly, lagu ini diciptakan saat gang ini hampir bernasib sama dengan Alexis. Di sini terdapat pesan, bahwa sekeras atau seberhasil apapun kaum moralis dan pemerintah menutup prostitusi, Yakinlah pelacur dan mucikari/kan hidup abadi.

Roxanne — The Police

Pelantun lagu ini sama halnya Pak Gub Anies, menghendaki pelarangan untuk praktek prostitusi. Sayangnya, trio asal Inggris ini menginginkan pelarangan ini untuk seorang Roxanne dengan alasan cinta yang sedikit posesif. Kalau Pak Gub Jekardah? Mungkin posesif kalau para umat-umat beragama kesetanan dalam kesesatan.

Doa Pengobral Dosa — Iwan Fals

Tembang dari Iwan Fals dari album Sarjana Muda ini menceritakan tentang kisah prostitusi kelas bawah di kawasan kumuh. Seorang perempuan tuna susila yang mencari penghidupan dengan jalan yang dianggap hina. Ya, nyatanya baik yang di samping rel kereta ataupun di Alexis, mereka memang masih memiliki doa dan harapan akan kehidupan lebih baik.

Party All Day — Steel Panther

Menurut pakar hair metal tanah air, Nuran Wibisono, genre musik hair metal adalah genre yang erat kaitannya dengan hedonisme dan perihal banal lainnya. Steel Panther adalah salah satunya. Lirik yang eksplisit ini mungkin bisa menggambarkan bagaimana suasana ‘surga dunia’ lantai tujuh di hotel itu. Kalau masih belum percaya tengoklah beberapa versi live dari lagu ini, saya yakin Anda akan sepakat.

I Dreamed a Dream — Les Miserables

Salah satu lagu di drama musikal adaptasi dari karya Victor Hugo dan dibuat lirik dalam versi bahasa Inggris oleh Herbert Kretzmer. Lagu ini acap kali dicetak dalam berbagai versi. Versi terbaik menurut saya adalah yang dibawakan oleh Anne Hathaway. Lagu ini menceritakan derita tentang seorang Fantine yang terpaksa menjadi pelacur, dan sebuah doa akan kehidupan lebih baik di masa depan. Intinya, siapapun–atau bahkan para pegawai Alexis–tidak memiliki niat untuk bergelut di dunia itu.

Suci Maksimal — Jason Ranti

Jason Ranti adalah pakar kritis, nyinyir, bahkan sedikit sarkas akan fenomena-fenomena sosial. Salah satunya ya, lagu “Suci Maksimal” ini. Ya, ini kali kedua lagu ini masuk rubrik “Tilik”. Lagu ini akan menyambar para moralis yang berlagak suci. Dengan mendengar lagu ini, saya penasaran akan rekaman CCTV di Alexis ini. Apakah akan mengena para moralis?  Mungkin menambah nama-nama viral yang disebut Nabila Jessica.

Killer Queen — Queen

Berdandan seperti Maria Antoinette, memakan caviar, menyesap sampanye Moet et Chandon, hinnga beretika dan sopan. Inilah contoh seorang perempuan kelas atas, yang kata Freddie Mercury menjajakan dirinya dengan harga tinggi–dan pasti membunuh kita dengan buaiannya. Mungkin ini termasuk harga yang dibanderol saat masuk Alexis, plus surga dunia yang ditawarkannya. Sialnya, belum pi saya coba sama sekali.

Dhihram Tenrisau

Dhihram Tenrisau

Dokter gigi di klinik BPJS

Previous post

Melihat Surga di Belakang Rumah

Next post

Semoga Langit Jakarta Biru