08 Apr 2018

Puisi yang Mengoyak Sukma

SENJA menjelang. Hujan yang sejam lalu mengucur deras, kini mulai reda. Yang tersisa butiran kecil yang turun dengan sangat pelan. Semburat merah berbias indah di langit. Suara salawat sudah terdengar dari Masjid Nurul Autar. Waktu Salat Magrib akan segera tiba. Di tengah suasana senja yang indah, warga Kalimana dikejutkan oleh

0
04 Feb 2018

Ketika Dylan Melamar Milya Di Hadapan Kyai Saleh

SAPA yang tidak kenal Milya? Dia gadis tercantik di Kampung Kalimana. Tak ada puisi, metafora, atau kalimat gombal dari penyair manapun yang bisa merepresentasikan kecantikannya. Semakin lengkap, karena Milya punya garis darah yang bagus. Kakeknya dulu adalah imam kampung dan bapaknya adalah pimpinan tertinggi di Kecamatan Tamalatea. Dari pihak ibu,

0
06 Jan 2018

Mengapa “Nur” Begitu Banyak di Indonesia?

TIDAK bisa dipastikan, apakah semua orang memahami makna dari namanya. Bisa jadi ada yang begitu paham dan ada juga yang acuh tak acuh saja. Orang yang menganggap nama itu penting, akan menanyakan kepada orang tuanya. Atau menelusurinya kalau namanya itu pernah hadir dalam panggung sejarah. Saya sendiri termasuk kategori ini.

0
15 Dec 2017

Sepercik Inspirasi Dari Perjalanan Sufi Kota Dari Musikus Menjadi Seorang Spiritualis

BAGI manusia yang mengaku modern, menjalani suatu kehidupan spiritual terkadang lebih dari mengikuti seperangkat aturan yang diajarkan oleh agama. Hal ini berlaku di banyak tempat. Misalnya di Amerika Serikat. Jalaluddin Rakhmat menjelaskan, warga negara Paman Sam itu telah mengalami kemajuan ekonomi dan menjalani kehidupan dengan mapan. Namun, banyaknya harta mereka,

0
25 Nov 2017

Bom Mesir, Masjid Sufi Diserang: Radikal?

SULIT untuk dipercaya bahwa kali ini Masjid yang menjadi sasaran bom dan serangan bersenjata, setelah akhir tahun lalu salah satu Gereja Mesir yang menderita dalam kejadian yang relatif sama. Lebih sulit lagi mempercayai bahwa kejadian ini berlaku di Mesir, tempat di mana salah satu pusat akademik Islam di dunia berdiri,

0
03 Sep 2017

Kisah Seorang Darwis dan Seorang Pengemis

Suatu hari seorang pengemis melihat seorang darwis yang sedang duduk di dalam sebuah kemah yang mewah. Tali kemahnya terikat dengan paku emas. Dinding dan lantainya dilapisi dengan kain beludru yang lembut dan empuk. Pengemis itu mengamati dengan baik satu-persatu apa yang dimiliki sang darwis, seolah tak percaya apa yang sedang

0