23 Feb 2018

Tiga Mitos Sastra yang Harus Dihancurkan

DULU dan mungkin hingga hari ini kita masih sering mendengar istilah sastra rendah dan sastra tinggi, sastra serius dan sastra tidak serius. Apakah pengistilahan semacam itu masih relevan atau cocok dipertahankan hingga hari ini? Suatu waktu Seno Gumira Ajidarma (SGA) ditanyai perihal sastra serius dan sastra tidak serius tersebut. Bagi

Ais Nurbiyah Al-Jum’ah 0
13 Feb 2018

Menjadi Manusia dengan Sastra

SASTRA adalah tubuh, jalan panjang Ibu Kota, dan kakek tua yang membeli susu kaleng di supermarket. Sastra hadir di setiap pergerakan manusia. Begitulah semestinya kita memaknai sastra. Ruangnya tidak hanya sebatas teks fiksi, cerita pendek (cerpen), puisi, prosa, roman, dongeng, pantun, musik, novel, dan drama. Kemarin, Minggu (11/02/2017) Sastra diperbincangkan

Ais Nurbiyah Al-Jum’ah 0
04 Feb 2018

Di Penghujung Sore

NYUWUN sewu[1], boleh aku duduk di sini, kawan? Ah, terima kasih. Akhirnya aku bisa santai sejenak. Aku baru saja datang ke tempat ini, tepatnya siang tadi. Kau sendiri? Oh, sudah cukup lama berada di sini? Ya, ya…. Tentunya membosankan, itu terlihat jelas di wajahmu. Perkenalkan, kulo[2] Warto. Apakah kau bekerja

Gita Anggraini 0
24 Jan 2018

Mengapa Ibu-Ibu Pengajian Perlu Mempelajari Sastra

EKA Kurniawan pernah hampir mati berdiri, ketika seorang ibu berkata kepadanya seperti ini “Sebagai orang Indonesia, kenapa Mas Eka nulis novel dalam bahasa Inggris, enggak dalam Bahasa Indonesia saja?” Setelah itu kalimat selanjutnya bisa menjadi “Ketidakpedulian itu kunci bertahan hidup, kawan.” Hahahaha. Saya yakin tidak semua ibu-ibu memiliki ketidakpedulian seperti

Ais Nurbiyah Al-Jum’ah 0
21 Jan 2018

Tokoh Pencetus Pwissie-Esai Urubamba Paling Berpengaruh

MUNCUL satu sosok yang tiba-tiba mengaku sebagai tokoh sastra Urubamba, sekira lima tahun lalu. Ia mendaku sebagai penyair. Orang-orang Urubamba tidak percaya, sebab mereka tahu betul bahwa tokoh kita hanya seorang “pengoceh” bagi suku-suku nomaden di pedalaman hutan-hutan negeri itu. Mereka juga tahu, sesekali tokoh kita pergi berburu biawak di

John Ferry Sihotang 1
14 Sep 2017

Jalan Sunyi Sang Kritikus Sastra

Malam itu ia sedang duduk lesehan di pelataran Bioskop XXI, Taman Ismail Marzuki (TIM). Di tangannya sebuah amplop, ditepuk-tepuknya amplop itu. “Uang ini besok sudah jadi mesin jahit, buat isteri saya,” kata-kata itu keluar dari celah bibirnya yang tipis. Istilah yang sering ia gunakan saat berkumpul bersama santrinya dan pelajar-pelajar

Ais Nurbiyah Al-Jum’ah 1
12 Sep 2017

Untaian Cinta: Dari Ibnu Hazm, Rumi, Tagore hingga WS Rendra

Sebelum tidur saya teringat suatu kalimat yang pernah dibaca. Katanya ketika jatuh cinta setiap orang akan menjadi penyair. Sayapun lupa di tulisan mana itu didapatkan. Kalau tidak salah adanya di roman Mottinggo Busye, Perempuan Paris. Setelah saya baca lagi, tidak ada di sana. Mottinggo Busye dengan kedalaman makna hanya berkata

Muhammad Farid Salman Alfarisi RM 0