22 Mar 2018

Prabowo Harusnya Mengutip Novel Tere Liye bukan Ghost Fleet

“GAMBAR-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030.” Prabowo mengucapkan itu dengan semangat berapi-api dan telunjuk yang senantiasa teracung. Pernyataan itu diutarakannya dalam sebuah video yang diunggah di media sosial milik partainya,

Dhihram Tenrisau 1
23 Feb 2018

Tiga Mitos Sastra yang Harus Dihancurkan

DULU dan mungkin hingga hari ini kita masih sering mendengar istilah sastra rendah dan sastra tinggi, sastra serius dan sastra tidak serius. Apakah pengistilahan semacam itu masih relevan atau cocok dipertahankan hingga hari ini? Suatu waktu Seno Gumira Ajidarma (SGA) ditanyai perihal sastra serius dan sastra tidak serius tersebut. Bagi

Ais Nurbiyah Al-Jum’ah 0
24 Jan 2018

Mengapa Ibu-Ibu Pengajian Perlu Mempelajari Sastra

EKA Kurniawan pernah hampir mati berdiri, ketika seorang ibu berkata kepadanya seperti ini “Sebagai orang Indonesia, kenapa Mas Eka nulis novel dalam bahasa Inggris, enggak dalam Bahasa Indonesia saja?” Setelah itu kalimat selanjutnya bisa menjadi “Ketidakpedulian itu kunci bertahan hidup, kawan.” Hahahaha. Saya yakin tidak semua ibu-ibu memiliki ketidakpedulian seperti

Ais Nurbiyah Al-Jum’ah 0
11 Nov 2017

Humor dan Panggung Kota

DI MANA letak kota tertawa orang Jawa? Barangkali Solo jawabannya. Sejak dulu Solo menjadi ruang kelahiran, bertumbuh, dan beredarnya humor. Sidik Jatmika sampai-sampai menulis, janin para pelucu Solo Raya dari sononya sudah lucu-lucu. Nama Srimulat tentu yang paling menentukan sejarah humor di Solo. Srimulat adalah grup lawak yang didirikan Teguh

Udji Kayang Aditya Supriyanto 0
07 Nov 2017

Sulitnya Menjadi Perempuan dalam Lelaki Harimau

SALAH satu novel yang ketika membacanya membuat waktu saya banyak terbuang adalah Cantik itu Luka karya Eka Kurniawan. Dari halaman pertama hingga terakhir saya tak kunjung mengerti proporsi apa yang ingin disampaikan Eka. Saya berkata dalam hati, mungkin ini terakhir kalinya saya akan membaca buku Eka. Apesnya, salah satu mata

Ais Nurbiyah Al-Jum’ah 0