ilustrasi sekularisme
13 Mar 2018

Sekularisme Tidak Perlu Dikenang

Dalam sebuah tulisannya yang berjudul Mengenang Sekularisme di geotimes.co.id , Muhtar Sadili menyatakan bahwa pilihan dalam bernegara itu bukanlah sekularisme atau tidak sekularisme. Ini menarik, sebab menyatakan ada pilihan lain dalam oposisi biner tersebut. Walaupun tidak dijelaskan secara konkrit oleh yang bersangkutan. Muhtar berargumen bahwa orang yang berfikir memisahkan urusan

Muhammad Farid Salman Alfarisi RM 0
28 Dec 2017

Cara Canggih Menemukan Asal-Usul Nenek Moyang

ASAL-usul merupakan salah satu identitas dasar dalam kehidupan setiap individu. Minimal seseorang dapat mengetahui dari mana nenek moyangnya berasal hingga anak keturunannya bermigrasi ke tempat di mana dia hidup saat ini. Kalau kedua orang tua berasal dari etnis yang sama tentu seseorang akan yakin bahwa dia adalah berasal dari etnis

Muhammad Farid Salman Alfarisi RM 0
21 Nov 2017

Mengenal Tafsir Qur’an Unik: Lintas Mazhab Sunni dan Syiah

AL QUR’AN memang sangat luar biasa. Tidak pernah habis untuk dibahas dan diuraikan titah Ilahi yang terkandung di dalamnya. Lebih kurang 14 abad lalu, muslim dan juga umat agama lain mendiskusikannya. Berbagai pendekatan dilakukan dalam mengelaborasi isinya, mulai dari teologis, yuridis hingga metafisis. Beragam tafsir juga hadir dari zaman ke

Muhammad Farid Salman Alfarisi RM 0
05 Sep 2017

Makna Belajar: Sebuah Laku Spiritual Tanggapan tulisan Khoiruddin Bashori, "Mencari Makna Bukan Data"di Harian Media Indonesia 28 Agustus 2017

Tulisan ini secara khusus ditujukan terhadap artikel Khoiruddin Bashori, seorang psikolog dari Yogyakarta. Judulnya “Mencari Makna Bukan Data”, dimuat di Harian Media Indonesia 28 Agustus 2017. Tulisan tersebut dimulai dengan sebuah cerita mengenai perilaku prososial seorang anak kecil saat menawarkan air zamzam kepada jamaah haji. Perilaku anak kecil itu membuat

Muhammad Farid Salman Alfarisi RM 0
29 Aug 2017

Meluruskan Tasawuf Modern?

Ada-ada saja, itulah yang terbersit dalam fikiran penulis ketika membaca tulisan Jamal Ke Malud di Qureta.com yang berjudul Meluruskan Tasawuf Modern. Menurut dia tasawuf modern merupakan tandingan dari tasawuf klasik. Tasawuf klasik dinilai bagi sebagian pihak sebagai penyebab kemunduran umat Islam. Pihak yang tidak sepakat dengan hal ini, menamailah tasawuf

Muhammad Farid Salman Alfarisi RM 0