25 Oct 2017

Makan Tak Makan Asal Nyirih Catatan dari Pengungsi Rohingya

KALAU mampir ke lokasi pengungsi, akan mudah kita dapatkan baik anak maupun dewasa dengan bibir yang merah. Mereka tidak malu tersenyum sembari memperlihatkan gusi mereka itu. Merah itu bukanlah karena darah, namun karena mengunyah sirih. Di sini sirih dalam bahasa Bengali disebut paan. Pada dasarnya, sirih ataupun paan memang menjadi

Dhihram Tenrisau 0
11 Oct 2017

Rohingya yang Mengunci Ingatan

Hari ini saya tidak mengawali hari dengan sarapan dua lembar biskuit, mempersiapkan obat-obatan dan peralatan medis untuk melakukan pelayanan kesehatan bagi para pengungsi. Saya mulai dengan mencuci pakaian kotor yang tak sempat dicuci disana. Hari ini saya tidak perlu naik mobil bak terbuka selama dua jam dari posko kami di

Rosita Rivai 1