Locita

Dedi Corbuzier Masuk Islam dan Akan Kembali Ke Gereja, Kelak.

“Allahu Akbar! Subhanallah!” Sampara teriak kegirangan. Kyai Saleh mengernyitkan dahi. Lelaki tua itu tak mengerti apa yang membuat Sampara terlihat gembira.

“Kenapako Sampara?”

“Ini Kyai, Dedi Corbuzier masuk Islam.”

Kyai Saleh masih mengernyitkan dahi, “Siapa Dedi Corbuzier?”

“Deeh, Kyai. Masa kita tidak kenal. Dia itu mantan tukang sulap dulu. Sekarang jadi host acara di teve. Masuk Islam tawwa.”

“Trus, apa yang membuatmu kegirangan?”

“Masuk Islam to.. Tidak gembiraki Kyai?”

“Biasa saja. Saya tidak mengenalnya. Kenapa saya harus bergembira?”

“Masak tidak soliderki. Ini kan saudara baru kita di dunia Islam.”

“Di dunia, setiap hari ada ratusan orang masuk Islam, juga ada yang keluar dari Islam. Jika ini harus dirayakan dan ditangisi, maka apa rasa gembira dan air mata mu cukup, Sampara?”

“Saya tidak mengerti, Kyai”

“Begini Sampara. Agama adalah jalan bagi setiap individu. Bagi kita agama Islam adalah jalan kita menemukan kebenaran.

Tetapi sekali lagi sifatnya personal. Masuk Islam adalah peristiwa personal, bukan peristiwa kolektif. Yang menjadi peristiwa kolektif kita adalah mengajak kepada kebaikan, kepada siapapun dengan cara apapun.”

Alih-alih mengerti, Sampara malah semakin kebingungan.

“Ketika ada yang masuk Islam, memang kita sepatutnya bersyukur karena ada orang yang mendapatkan hidayah. Tetapi jangan bergembira. Justru saya anjurkan cemburu.”

“Cemburu?”

“Ya..dia mendapatkan hidayah. Dia mendapatkan kasih sayang Allah. Apakah kita juga sudah mendapatkan kasih sayang Allah?”

“Kan kita sudah Islam, Kyai.”

“Ya, itu nama agama yang ada pada kita, menjadi identitas kita. Tetapi benarkah kita telah mendapat hidayah Islam. Benarkah keislaman kita telah membuat kita berguna pada orang lain atau justru membuat orang lain terluka?”

“Maksud Kyai?”

“Hidayah itu adalah cahaya Tuhan yang membuat ruang gelap menjadi terang. Hidayah adalah petunjuk yang membuat jalan kita konsisten di rel kebenaran dan kemanusiaan. Hidayah bukan ilusi tetapi energi. Energi yang menggerakkan hati untuk melakukan kebenaran. Bisa jadi, Dedi Corbuzier mendapatkan cahaya hidayah tetapi jangan sampai kita menutup cahaya Islam.”

“Sulit kumengerti kalimatta Kyai?”

“Begini. Ketika seseorang masuk Islam dan kita meresponnya berlebihan. Yang terjadi apa? Kesombongan! Ini jebakan yang sangat berbahaya. Kesombongan karena merasa mendapatkan kebenaran adalah kesombongan yang sangat berbahaya karena kita tidak merasa bersalah, merasa benar. Kesombongan atas kebenaran bisa menjadi penutup cahaya Islam yang bersinar untuk semua orang, rahmatan lil alamin.”

Sampara terdiam. Dia mulai mengerti arah dan tujuan percakapannya dengan Kyai Saleh.

Tok-tok! Dari arah depan terdengar suara ketukan disusul suara salam.

“Assalamu alaikum.”

“Wassalamu alaikum.” Sampara menjawab dan buru-buru membuka pintu. Seorang lelaki paruh baya berdiri dengan senyum. Dandananya rapi. Sampara tidak mengenalinya.

“Ada Kyai Saleh?”

“Adaji Pak. Tungguki” Sampara ke ruang tengah.

Tak lama berselang, Kyai Saleh datang. Dia terpana melihat tamu yang datang. Dalam beberapa jenak, dia menatap ke arah tamu itu seperti hendak memastikan penglihatan yang sempat tak dipercayainya.

“Pastor Ishak???”

Lelaki yang dipanggil pastor itu melebarkan senyum yang sudah terpendar sejak melihat Kyai Saleh keluar tadi.
Kedua lelaki itu saling berpelukan. Sampara melongo. Kata “pastor” yang terucap jelas di telinganya tadi memunculkan ragam pertanyaan dalam dirinya. Namun, kedua lelaki seumuran itu tak peduli padanya. Keduanya asyik bercengkrama. Dari omongan yang samar, mereka sudah tidak bertemu dalam kurun waktu yang sangat lama. Sampara segera meninggalkan keduanya dan membuatkan dua gelas kopi.

“Silahkan minum pastor!” Kata Kyai Saleh mempersilahkan ketika melihat Sampara meletakkan gelas kopi di atas meja.

“Kopi Toraja? Lezat sekali.” Kata Pastor Ishak seusai menyeruput satu dua tegukan.

“Saya mohon maaf, Kyai. Tidak sempat datang ketika ibu meninggal dunia tahun lalu.”

“Tidak apa-apa Pastor.”

Lalu kedua lelaki itu kembali terlibat pembicaraan yang isinya sebagian besar nostalgia.

“Pastor…………..” Sampara tiba-tiba menyela ketika kedua lelaki itu jeda. Pastor Ishak dan Kyai Saleh mengalihkan pandangan ke arah Sampara.

“Kenapa, dek?”

“Apa Pastor dengar kalau Dedi Corbuzier masuk Islam?”

Kyai Saleh sedikit terperangah dengan pertanyaan Sampara. Pun, Pastor Ishak tak menduga mendapat pertanyaan di tengah reuninya dengan sang kyai.

“Ya, saya sudah mendengar. Apalagi Dedi dulunya beragama Katolik, jadi sempat juga menjadi perbincangan di kalangan kami.”

“Apa tanggapan pastor?” Sampara melanjutkan pertanyaan. Kyai Saleh memilih menyuruput kopi.

“Tidak ada. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada Dedi sebagai individu yang dewasa untuk memilih jalan yang terbaik bagi hidupnya. Sebagai pastor ini refleksi bagi kami karena kami gagal memenuhi batin salah seorang jamaah kami dengan Yesus. Tentu kami akan lebih intens lagi memberi pencerahan dan penanaman keyakinan kepada para jemaat kami.”

Suasana tiba-tiba hening dan beranjak menjadi kaku. Kyai Saleh tidak ingin memberi komentar.

“Lagi pula, saya kok merasa ini jalan terbaik untuk Dedi,” lanjut Pastor Ishak seperti hendak memecah keheningan.
Sampara mengernyitkan kening. Sedangkan Kyai Saleh tersenyum.

“Bapak setuju dia masuk Islam?” Tanya Kyai Saleh.

“Ya, ini adalah cara Yesus untuk mengembalikan Dedi ke gereja.”

Sampara terkejut dan semakin kebingungan. Kalimat Pastor Ishak di luar dugaannya.

“Maksudnya, Pak?”

“Saya mendengar kalau Dedi dalam beberapa tahun belakangan memang sudah malas ke gereja. Saya tidak tahu alasannya. Dengan masuk Islam melalui orang NU, saya berharap Dedi dijadikan banser.

Kelak, dia akan ikut menjaga gereja. Nah, berarti dia akan kembali ke gereja dengan cara yang berbeda.” Kata Pastor Ishak dengan nada ringan, sembari menyeruput kopi.

Kyai Saleh tertawa terbahak-bahak. Dia sudah menduga punch line kalimat Pastor Ishak, sebelumnya. Sedangkan Sampara tidak bisa melepaskan diri dari kebingungan.

Pepy Al-Bayqunie

Pepy Al-Bayqunie

27 comments

  • Perdebatan yang lucu dan masuk akal…
    Sblmnya pernah baca crita akhirnya, di twitter…
    Tp tetap lucu…
    Thx…

  • Having read this I believed it was rather enlightening.
    I appreciate you taking the time and effort to put this content together.
    I once again find myself spending a lot of time both reading and commenting.
    But so what, it was still worth it!

  • I would like to thank you for the efforts you have put
    in penning this blog. I am hoping to view the same high-grade content from you later on as well.
    In fact, your creative writing abilities has
    encouraged me to get my very own website now 😉

  • obviously like your web site but you have to test the
    spelling on quite a few of your posts. Several of them are rife with spelling
    issues and I to find it very bothersome to tell the truth however I will
    definitely come back again.

  • Oh my goodness! Amazing article dude! Thanks, However I am going through issues with
    your RSS. I don’t understand the reason why I cannot subscribe to it.
    Is there anyone else having the same RSS problems?

    Anybody who knows the answer will you kindly respond? Thanks!!

  • whoah this blog is excellent i love reading your posts.
    Stay up the good work! You realize, lots of persons are
    looking around for this info, you could help them greatly.

  • Its like you read my mind! You appear to know so much about this, like you wrote the book in it or something.
    I think that you could do with a few pics to drive the
    message home a bit, but other than that, this is fantastic blog.
    A fantastic read. I’ll definitely be back.

  • Hi my family member! I want to say that this article is amazing, nice written and come with almost all important infos.
    I would like to see extra posts like this .

  • Hi there, I discovered your website by means of Google at the same time as searching for a similar
    subject, your site got here up, it looks great.
    I have bookmarked it in my google bookmarks.
    Hello there, just became alert to your blog via Google, and
    found that it’s truly informative. I’m going to watch out for brussels.
    I will appreciate should you proceed this
    in future. A lot of people shall be benefited from your writing.
    Cheers!

  • Thank you for the auspicious writeup. It in truth was a enjoyment account
    it. Glance complex to more added agreeable from you!

    However, how could we keep in touch?

  • After looking into a handful of the blog articles on your
    website, I truly like your technique of blogging.
    I book marked it to my bookmark site list and will be checking back in the
    near future. Take a look at my web site too and tell me your opinion.

  • I have read so many articles or reviews on the topic
    of the blogger lovers except this paragraph is genuinely a nice post,
    keep it up.

  • always i used to read smaller posts that as well clear their motive,
    and that is also happening with this piece of writing which I am
    reading now.

  • Valuable information. Lucky me I discovered your website
    by chance, and I’m surprised why this accident did not took place earlier!

    I bookmarked it.

  • Your style is really unique compared to other folks I’ve read stuff from.

    I appreciate you for posting when you’ve got the opportunity, Guess I’ll just book mark this page.

  • Have you ever considered about adding a little bit more
    than just your articles? I mean, what you say is
    important and all. However think about if you added some great photos or video clips to give your posts
    more, “pop”! Your content is excellent but with pics and videos, this blog could undeniably be one of the very best in its field.
    Excellent blog!

  • It’s appropriate time to make some plans for the future
    and it is time to be happy. I’ve learn this post and if I may just I want to suggest you some fascinating issues or advice.

    Perhaps you can write next articles regarding this article.
    I desire to learn more issues approximately it!

Tentang Penulis

Pepy Al-Bayqunie

Pepy Al-Bayqunie

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.