Locita

Mengenal Tafsir Qur’an Unik: Lintas Mazhab Sunni dan Syiah

Ilustrasi (Sumber foto: muslimmatters.org)

AL QUR’AN memang sangat luar biasa. Tidak pernah habis untuk dibahas dan diuraikan titah Ilahi yang terkandung di dalamnya. Lebih kurang 14 abad lalu, muslim dan juga umat agama lain mendiskusikannya. Berbagai pendekatan dilakukan dalam mengelaborasi isinya, mulai dari teologis, yuridis hingga metafisis.

Beragam tafsir juga hadir dari zaman ke zaman dan dari seluruh penjuru dunia. Khusus untuk Indonesia, umat Islam mungkin familiar dengan Tafsir Al Quran Al Karim karya Mahmud Yunus, Tafsir Al Azhar magnum opus-nya Hamka dan juga Tafsir Al Mishbah karya masterpiece Quraish Shihab.

Belakangan ini hadir sebuah tafsir yang unik serta memiliki pendekatan baru, The Study Quran. Terkejut dan menarik, begitu reaksi saya ketika mendapatkan versi elektroniknya. Bagaimana tidak, di kala umat Islam saling kritik dan bahkan mencela dalam posisi keberpihakan teologis masing-masing, karya ini cukup berani. Pembaca disuguhkan referensi yang menggabungkan sumber baik dari Sunni maupun dari Syiah.

Saya kian terpikat membaca karya ini begitu mengetahui dalam penyusunannya dipimpin oleh Seyyed Hossein Nasr. Salah seorang yang saya kagumi di samping Syed Naquib Al Attas karena keberpihakannya terhadap tradisi Islam. The Study Quran bertambah menarik ketika saya membuka daftar isi terdapat nama Hamza Yusuf, seorang intelektual muslim kesohor didunia. Hamza ikut menyumbangkan esai sebagai tambahan dalam tafsir itu.

Penyusunan The Study Quran  yang dinahkodai Nasr beranggotakan empat orang yaitu Caner K. Dagli, Maria Massi Dakake, Joseph E.B Lumbard dan Mohammed Rustom. Rata-rata, anggota tim itu pernah menjadi murid dari Nasr sendiri. Awalnya tafsir ini disusun atas permintaan penerbit HarperOne kepada Nasr untuk menjadi editor utama. HarperOne sendiri pernah mempublikasikan The HarperCollins Study Bible sebelumnya.

Nasr menceritakan bahwa permintaan itu cukup berat dan sempat ia tolak. Namun setelah perenungan dan ibadah, dia kemudian menyadari bahwa tugas ini merupakan tanggung jawab dari Allah yang diberikan untuknya. Nasr kemudian menyanggupi dengan mengajukan beberapa syarat.

Di antara syaratnya adalah bahwa karya ini merupakan usaha seorang muslim dan karena itu tidak boleh dipandu oleh karya para sarjana non-muslim dan orientalis. Alasannya mereka mempelajari Al Quran sebagai dokumen sosiologis, historis dan linguistik, bukan sebagai firman Tuhan dan wahyu yang otentik. Nasr juga mengajukan syarat bahwa dia bebas untuk memilih siapa saja yang terlibat dalam penyusunannya.

Metodologi penyusunan tafsir ini terutama mengacu kepada tafsir klasik sampai kontemporer dengan mengedepankan pandangan Islam tradisional. Misalnya dapat dijumpai Tafsir Jami’ul Bayan karya Imam At Thabari yang disusun pada abad ke-10 M. Di lain tempat dapat ditemui rujukan ke tafsir Syekh Ibnu Katsir yang muncul pada abad ke-14 M. Tidak ketinggalan juga tafsir ulama kontemporer yang disusun oleh Allamah Muhammad Husain Thabathaba’i. Selain tafsir yang menjadi rujukan adalah hadits baik dari literatur Sunni maupun Syiah.

Menurut keterangan Nasr sendiri di bagian pendahuluan, karya ini bukanlah semata-mata kolase dari karya-karya terdahulu, melainkan karya yang baru. Di samping merujuk kepada teks otoritatif, para penyusun juga mengenalkan penafsiran baru di beberapa tempat. The Study Quran tidak hanya berisikan tafsir. Teks ini juga dilengkapi dengan beberapa esai sebagai tambahan untuk mengurai beberapa tema dalam Al Quran.

Salah satu contoh tafsirnya yang menarik adalah bagaimana pendekatan antar mazhab dilakukan dalam penafsiran surat Al Ahzab ayat 33. Tafsir terhadap ayat tersebut merupakan salah satu poin utama perdebatan antara Sunni dan Syiah mengenai keluarga Nabi. Bagian akhir ayat itu berbunyi: “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu wahai Ahlul Bait dan menyucikan kamu sesuci-sucinya. 

Terkait konsep Ahlul Bait (Keluarga Nabi) dikutip misalnya penafsiran dari Ibnu Katsir, At Thabari dan Zamakhsyari yang menyatakan bahwa Ahlul Bait adalah para istri dari Nabi Muhammad SAW. Berikutnya juga disuguhkan penafsiran lain, dari Al Baydawi dan Al Qurthubi, bahwa makna Ahlul Bait adalah istri dan juga orang-orang yang memiliki hubungan darah dengan Nabi.

Di sisi lain dikutip juga penafsiran dari Al Qummi bahwa frasa Ahlul Bait hanya terbatas bagi orang yang bertalian darah dengan Nabi. Ini suatu posisi yang ditegakkan oleh mazhab Islam Syiah mengenai siapa Ahlul Bait menurut mereka.

Tidak luput juga disertakan dua hadis yang relevan dengan topik ini. Pertama yaitu hadis Ahlul Kisa, dengan merujuk kepada As Suyuti, Al Baydawi (keduanya ulama Sunni) dan Thabathaba’i (ulama Syiah), berkenaan dengan orang-orang yang dimasukkan oleh Nabi ke dalam kain yang direntangkannya. Mereka ialah Ali, Fatimah, Hasan dan Husain. Nabi kemudian menyatakan mereka adalah Ahlul Bait dan berdo’a supaya menyucikan mereka. Ummu Salamah yang merupakan istri Nabi ditolak beliau dengan halus untuk masuk ke dalam bentangan kain itu.

Hadis berikutnya, dikutip dengan merujuk kepada Ibnu Katsir, adalah tentang dua pusaka. Bahwa Nabi Muhammad SAW telah meninggalkan dua hal untuk umatnya yaitu Al Quran dan Ahlul Bait. Hadis ini sangat populer di kalangan Syiah dan menjadi pokok. Sedangkan bagi Sunni yang jamak dipegang adalah dua pusaka itu berupa Al Quran dan Sunnah dari Nabi Muhammad SAW.

Sangat disayangkan, The Study Quran belum ada terjemahan bahasa Indonesianya. Padahal sangat penting untuk mendekatkan kedua mazhab di kala seringnya gesekan karena perbedaan ini di Indonesia. Faktanya, gesekan itu sudah terjadi hampir di sepanjang sejarah umat Islam. Maka, secara pribadi saya menilai tafsir ini sangat progresif untuk menciptakan kehidupan umat Islam yang lebih damai lagi.

Muhammad Farid Salman Alfarisi RM

Pengamat Psikologi Sosial dan Penikmat Studi Islam

Tentang Penulis

Muhammad Farid Salman Alfarisi RM

Pengamat Psikologi Sosial dan Penikmat Studi Islam

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.