Latest Posts

31 Aug 2017

Mixtape 8 Lagu untuk Mengenang Agustus

Bulan Agustus tinggal beberapa jam lagi. Bulan yang identik dengan kemerdekaan ini merekam bagaimana penyebaran kebencian oleh Saracen, kasus First Travel, hingga OTT Antonius Tonny Budiono. Tilik kali ini dibuat karena saya percaya bahwa musik adalah penyelamat manusa. Seperti halnya yang dialami Liam Gallagher. Ya, kali ini saya akan membuat mixtape yang akan

Dhihram Tenrisau 0
31 Aug 2017

Sehari Bersama Eka Sastra, Sang Pembelajar dan Penggila Buku

Eka Sastra (39) dikenal sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi VI, Fraksi Golkar Periode 2014-2019. Selain itu dia juga banyak dikenal sebagai pengusaha sukses dan eksportir batu arang di Indonesia. Namun tentu, tidak banyak yang tahu jika ditengah kesibukannya dia adalah sosok yang sederhana, sekaligus pembelajar

Ais Nurbiyah Al-Jum’ah 0
30 Aug 2017

Saracen: Antara Hoax, Game dan Sejarah

Mendengar kata Saracen, sindikat pembuat hoax dan ujaran kebencian yang baru-baru ini ditangkap kepolisian, banyak pihak mungkin merasa heran. Sebab pekerjaan yang dilakoni tidaklah mulia dan tidak manusiawi sama sekali. Disamping menimbulkan kekacauan informasi, pekerjaan itu menyerang  golongan tertentu dan menurunkan harga diri mereka. Sebenarnya ketika isu Saracen muncul, penulis

Muhammad Farid Salman Alfarisi RM 0
30 Aug 2017

Defisit Jokowicare dan Gombalnya Gerakan Cakupan Semesta

BPJS Kesehatan, sebagai lembaga tunggal pengelola Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (SJSN) kembali terlilit masalah defisit. Defisit ini, jika diperhatikan tentu memiliki nilai yang fantastis. Bila berfokus di tahun 2017 saja, menurut menteri kesehatan Nila farid Moeloek, defisit BPJS kesehatan di tahun 2017 mencapai hingga 9 Trilyun rupiah. Nilai defisit ini juga

Muktamar Umakaapa 0
29 Aug 2017

Modal Kehormatan Dokter Gigi

Seringkali untuk masalah yang sifatnya temporer, semua lantang bicara. Merasa terusik dengan kemapanan yang selama ini dibangun belasan mungkin puluhan tahun. Mulai dari semua level struktur. Tak lepas juga organisasi tempat saya bernaung: PDGI. Dari dokter gigi yang belum mendapat ijazah, sejawat di pelosok yang sulit terjangkau sinyal, hingga beberapa

Arief Rosyid 1
29 Aug 2017

Pesan Tersembunyi dalam Puisi Jusuf Kalla

BEBERAPA waktu lalu, film Athirah yang mengisahkan kiprah ibunda Jusuf Kalla tayang di layar-layar bioskop tanah air. Publik mendapatkan gambaran seperti apa peran penting sosok ibu bagi Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kini, Jusuf Kalla berkisah tentang orang penting dalam kehidupannya. Ia bercerita tentang istrinya Mufidah, yang telah menemaninya dalam mahligai

Yusran Darmawan 0
29 Aug 2017

Meluruskan Tasawuf Modern?

Ada-ada saja, itulah yang terbersit dalam fikiran penulis ketika membaca tulisan Jamal Ke Malud di Qureta.com yang berjudul Meluruskan Tasawuf Modern. Menurut dia tasawuf modern merupakan tandingan dari tasawuf klasik. Tasawuf klasik dinilai bagi sebagian pihak sebagai penyebab kemunduran umat Islam. Pihak yang tidak sepakat dengan hal ini, menamailah tasawuf

Muhammad Farid Salman Alfarisi RM 0
28 Aug 2017

Nikmat Indonesia Mana Lagi yang Kau Dustakan!

Lebih baik disini, rumah kita sendiri. Alunan lagi rumah Kita ini terngiang-ngiang tatkala pagi itu kami keluar lift di Stasiun Kereta Pisa menuju kantor polisi stasiun. Bukan apa-apa, setelah berhimpitan dari satu lantai dasar ke lantai berikutnya, dua orang remaja perempuan berhasil merogoh tas kakak ipar saya, Atras Mafazi. Diambilnya

Arief Rosyid 0
28 Aug 2017

Bertaruh di Tanah Rantau

Sarima (Bibi Bakul) Seorang perempuan berjalan membungkuk seperti menggendong peralatan perang. Selembar kain sarung melilit menahan beban itu. Bawaan itu seberat anak usia 6 tahun (kurang lebih 25 kg). Gendongan itu adalah  beberapa bakul besar. Di atasnya menyembul sapu, kemoceng, dingkul (bakul ukuran kecil), kipas, dan beberapa kerajinan rotan. Kepalanya

Dhihram Tenrisau 0
16 Aug 2017

Indonesia dan Hadiah Demokrasi

Menguatnya politik identitas belakangan ini menciptakan diskursus baru dalam potret kebhinekaan. Fenomena ini menggiring kita pada tanda tanya baru tentang demokrasi indonesia setelah 32 tahun berdarah-darah melawan otoritarianisme orde baru. Di usia yang ke 72 indonesia diperhadapkan pada keresahan besar atas refleksi praktek demokrasinya. Praktek baru demokrasi di indonesia memunculkan

Muhammad Sujahri 0
SHARE

Sample Home