Latest Posts

05 Sep 2017

Literasi Hebat untuk Desa

Bisakah buku-buku dari khasanah kesusastraan dunia masuk ke desa-desa? Bisakah buku-buku hebat yang merangkum semua jejak dan pencapaian manusia di sepanjang sejarah menjadi literasi yang memperkaya wacana bagi warga di desa-desa? Bisakah kita membangun tradisi baca dan tulis, serta menghadirkan satu perpustakaan yang tak sekadar ruang baca, tapi menjadi jantung

Yusran Darmawan 0
05 Sep 2017

Dilema Suu Kyi, Rohingya dibawa ke Mana?

Beberapa waktu lalu, dunia dikejutkan dengan operasi militer yang menewaskan korban dari kelompok kaum Rohingya. Suu Kyi menjabat sebagai State Counselor atau setara dengan perdana menteri. Suu Kyi juga berpengaruh terhadap kekuasan Presiden Htin Kyaw. Posisi tersebut membawa Suu Kyi dalam situasi yang dilema, di satu sisi ia berhadapan dengan

Rayla Prajnariswari Belaudina Kusrorong 0
04 Sep 2017

Anomali Suu Kyi dan Krisis di Rohingya

Rezim militer Burma boleh tumbang, zaman bergerak dan demokrasi perlahan berkembang. Pemerintahan berganti, tapi sepertinya ada yang tetap bertahan di Myanmar: diskriminasi. Bertahun silam situasi Burma adalah potret nyata dari mayoritas warna pemerintahan di dunia. Kontrol penuh tentara atas negara. Dan kontrol penuh, kita tahu, selalu bermakna satu hal, yakni

Ilham Akbar Mustafa 0
04 Sep 2017

Tulisan Bodoh Seorang Ayah untuk Anaknya di Hari Raya Kurban

Entah Idul Adha yang keberapa, saya tak lagi bersama keluarga besar di tanah kelahiran saya. Sejak memilih merantau di Ibukota, saya lebih memilih menghabiskan momen hari raya kurban ini bersama teman. Kini, tentu dengan istri, anak, dan keluarganya. Sehabis mendengarkan ceramah, saya menyempatkan diri menelpon orangtua. Ajaran ini secara langsung

Arief Rosyid 0
03 Sep 2017

Kisah Seorang Darwis dan Seorang Pengemis

Suatu hari seorang pengemis melihat seorang darwis yang sedang duduk di dalam sebuah kemah yang mewah. Tali kemahnya terikat dengan paku emas. Dinding dan lantainya dilapisi dengan kain beludru yang lembut dan empuk. Pengemis itu mengamati dengan baik satu-persatu apa yang dimiliki sang darwis, seolah tak percaya apa yang sedang

Muhammad Nur Jabir 0
03 Sep 2017

Kopi Terakhir Sang Ketua

Entah aku sial atau beruntung berhadapan dengannya malam ini. Lingkaran ini sama halnya sebuah kawah panas. Magma yang siap meletup, dan aku hanya bisa mengerutkan dahi, membulatkan bibir dan suara, atau membelalakkan mata. Kami menatap layar televisi yang tergantung di pojok. Pak Presiden sedang di podium kenegaraan. Dia berpidato tapi

Dhihram Tenrisau 0
02 Sep 2017

Pemilik Kopikina, Merawat Tanah Air dari Secangkir Kopi

Asap hitam tipis terombang-ambing di udara, pekat sesekali menutupi ruangan yang beukuran setengah lapangan voli. Pada sebelah kanan sudut ruangan itu, seseorang tampak duduk, sambil sibuk mengaduk searah putaran jarum jam. Aroma khas pun menyeruap, bersama asap, terbawa angin menerobos keluar melalui celah jendela, terbang untuk kemudian lenyap tersapu langit

Aco Pamatte 0
02 Sep 2017

Akar Masalah Rohingya dan Rumitnya Situasi

Tanggal 23 Mei 2016, Poppy McPherson menulis “‘No Muslims Allowed’: How Nationalism is Rising in Aung San Suu Kyi’s Myanmar” di The Guardian. Isinya mengenai pembatasan dan pelarangan yang diberikan oleh pemerintah beserta masyarakat Myanmar kepada Muslim Rohingya. Mereka tidak dibiarkan bermalam dan menikah dengan etnis Myanmar lainnya yang beragama

Muhammad Farid Salman Alfarisi RM 2
01 Sep 2017

Agamawan dan Kenyinyiran Kita

Takbir Idul Adha berkumandang dan membawa saya pada sebuah ingatan. Beberapa waktu lalu saya mendapat tamparan keras dari seorang perempuan yang telah saya lupakan namanya. Beberapa menit setelah dia memperkenalkan namanya di depan Mrs. Shobhana Radhakrishna, Chief Functionary, Gandian Forum for Ethical Corporate, India. Dia bersama saya dan 80 peserta

Ais Nurbiyah Al-Jum’ah 0
01 Sep 2017

Sesobek Kenyataan di Desa-Desa Kita

Pada mulanya, Undang-Undang Desa diharapkan bisa menumbuhkan kemandirian, membangun kekuatan di desa-desa, juga posisi tawar masyarakat desa atas kota. Pada mulanya, pemberian dana desa diharapkan akan menjadikan desa sebagai kekuatan ekonomi baru. Ternyata, semuanya tak sesederhana itu. Seiring dengan penguatan desa, yang terjadi kemudian adalah orang-orang kota berbondong-bondong ke desa.

Yusran Darmawan 0
SHARE

Sample Home