Latest Posts

14 Oct 2017

Kenapa Papua Unik?

PADA tahun 1545, pelaut asal Spanyol Inigo Ortiz de Retes memberi nama Papua dengan sebutan Nueva Guinee. Dalam bahasa Inggris disebut New Guinea. Inigo Ortiz de Retes awalnya menyusuri pantai utara pulau ini dan karena melihat ciri-ciri manusianya yang berkulit hitam dan berambut keriting sama seperti manusia yang ia lihat

Ricardus Keiya 0
13 Oct 2017

Embun Kasih Sophie Lester

Dari tanah kanguru itu, terselip kisah tentang imajinasi seorang anak, serta orang-orang dewasa yang menghargai imajinasi. Kisah itu tercermin pada surat-menyurat antara seorang anak kecil kepada lembaga ilmu pengetahuan Australia yang meminta agar dibuatkan naga. Tak disangka, kisah kasih itu tersebar luas hingga memikat hati banyak orang di mana-mana. Bahkan

Yusran Darmawan 0
13 Oct 2017

Membandingkan Penghasilan Selebgram dan Penulis Buku Best-Seller

JAGAD instagram dan fenomena menjamurnya olshop dan selebgram di Indonesia nyatanya tidak bisa disepelekan. Sosial media dan instagram khususnya menawarkan peluang usaha yang besar. Hal itu terbukti dengan kesuksesan para pemilik akun olshop dalam melariskan produk-produknya melalui instagram. Olshop dan Selebgram sama-sama mendapatkan keuntungan dari meluasnya jejaring instagram hari ini.

Ais Nurbiyah Al-Jum’ah 0
12 Oct 2017

Pengabdi Setan yang Baik dan Meme yang Kurang Ajar

Periode bulan September hingga Oktober bisa dibilang bulan yang ramai akan film Indonesia. Sebut saja Jembatan Pensil, My Stupid Boyfriend, Suhu Beku, Jomblo, Merah Putih Memanggil hingga Pengabdi Setan. Pengabdi Setan karya Joko Anwar ini yang paling sering menarik perhatian. Promo-promo yang dilakukan, trailer yang dibagi dan paling utama adalah

Aswan Pratama 0
11 Oct 2017

Menggugat Sakralitas Pernikahan

LEO TOLSTOY, penulis legendaris Rusia, kerap hadir dengan narasi yang menyentak bernuansa religius, permenungan moral, dan realis. Dalam novelnya yang berjudul Sonata Berujung Maut (versi indonesia). Ia menghadirkan gugatan pernikahan. Tolstoy mengungkap tragedi pernikahan berujung pada “mata pedang di leher istri Posdnsyev.” Ia menghadirkan peristiwa itu sebagai pergolakan jiwa di masa

Sampean Dali 0
11 Oct 2017

Rohingya yang Mengunci Ingatan

Hari ini saya tidak mengawali hari dengan sarapan dua lembar biskuit, mempersiapkan obat-obatan dan peralatan medis untuk melakukan pelayanan kesehatan bagi para pengungsi. Saya mulai dengan mencuci pakaian kotor yang tak sempat dicuci disana. Hari ini saya tidak perlu naik mobil bak terbuka selama dua jam dari posko kami di

Rosita Rivai 1
10 Oct 2017

Paradigma Sehat dan Upaya Memanusiakan Manusia Kesehatan: Diantara Dua Paradigma

“Menjaga agar tubuh selalu sehat adalah kewajiban, karena jika tidak, kita tidak akan mampu menjaga pelita kebijaksanaan, dan menjaga pikiran agar tetap kuat dan jelas. Air mengelilingi bunga teratai, tapi membasahi kelopaknya” – Buddha KITA tak akan mengelak jika pembangunan sebuah bangsa, harus dilandasi dengan nilai-nilai filosofis. Orientasi nilai itu

Mario Hikmat 0
10 Oct 2017

Mengapa Pemerintah Melawan Umat Islam?

ENTAH bagaimana ceritanya, akhir-akhir ini ummat Islam dan pemerintah dihadap-hadapkan kedalam dua kelompok yang berseberangan. Coba saja ketik “umat Islam lawan pemerintah” di situs pencari Google, akan muncul banyak artikel mengenai topik itu. Tidak hanya dari sisi konten pemberitaan, judulnya  saja kadang sudah meletakkan posisi berseberangan antar dua kelompok. Bahkan

Muhammad Farid Salman Alfarisi RM 0
09 Oct 2017

Pluralisme dan Keberagaman di Synchronize Festival Sehari di Hari Kedua Synchronize Festival

MAGRIB mengambang di PRJ Kemayoran, Jakarta, Sabtu (07/09), namun suasana tidak lenggang. Anak-anak muda khusyuk menunaikan salat di musalah. Tepat di dinding sebelahnya, beberapa lainnya menenggak anggur atau bir. Lantunan “Rock the Casbah” milik The Clash berbunyi di tengah venue. Di dekatnya, sebuah stand jualan CD tergelar. David Karto, pemilik

Dhihram Tenrisau 0
09 Oct 2017

Jangan Bunuh Dwi Hartanto

JAGAD intelektual dan media di tanah air sontak heboh. Seseorang yang mengaku ilmuwan muda dan sempat dielu-elukan masyarakat, ternyata tak lebih dari seorang pembual yang merekayasa informasi dirinya hanya demi sanjungan dan ucapan “wow.” Sepekan terakhir, berbagai peristiwa yang mengungkap kebohongan itu bermunculan. Mulai dari dicabutnya gelar kehormatan dari Kedutaan

Yusran Darmawan 0
SHARE

Sample Home