Locita

Urgensi Infrastruktur Untuk Peradaban

Istilah Infrastruktur dikenal sebagai istilah yang berasal dari Prancis Istilah ini mulai populer digunakan di abad ke-19 hingga abad ke-20. Secara subtantif, istilah Infrastruktur merujuk pada kebutuhan dasar fisik pengorganisasian sistem struktur yang diperlukan untuk jaminan ekonomi sektor publik dan sektor privat , sebagai layanan dan fasilitas yang diperlukan agar perekonomian dapat berfungsi dengan baik.

Dalam perkembangannya, infrastruktur mengacu kepada hal infrastruktur teknis atau fisik yang mendukung jaringan struktur seperti fasilitas antara lain dapat berupa  jalan, kereta api, air bersih, bandara, kanal, waduk, tanggul, pengelolaan limbah, pelistrikan, telekomunikasi dan pelabuhan.

Memasuki era Revolusi Industri 4.0, dapat dikatakan infrastruktur merupakan sesuatu yang urgen. Indonesia maupun negara-negara berkembang lainnya semacam beradu kompetisi dalam membangun infrastruktur. Revolusi industri 4.0 membuat masyarakat dunia mempercayai suatu hal ; semakin baik daya saing infrastruktur suatu bangsa maka semakin baik pula peran dan posisi bangsa tersebut serta semakin besar peluang yang dimiliki untuk meningkatkan kondisi perekonomiannya secara keseluruhan. Salah satu faktor yang menentukan daya saing nasional adalah ketersediaan dan kualitas infrastrukturnya.

Di sisi yang lain, Infrastruktur mempunyai peran yang penting dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Infrastruktur menyatukan nusantara karena jaringan transportasi dan telekomunikasi yang dibangun dari Sabang sampai Merauke serta dari Miangas ke Rote telah mengeratkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Infrastruktur menjadi tulang punggung disitribusi barang, penumpang maupun jasa, serta merupakan aspek penting dalam peningkatan produktivitas.

Bagi para arsitek ekonomi negara dan pelaku pasar global, core value daya saing masing-masing negara saat ini diukur berdasarkan kinerja infrastruktur suatu negara. Miskin dan rapuhnya infrastruktur suatu negara berdampak negatif terhadap kehidupan suatu masyarakat.

Ketiadaan akses transportasi jalan raya, misalnya dapat menghambat arus lalu lintas barang dan jasa, serta mematikan mobilitas manusia dari suatu tempat ke tempat lain. Rakyat sulit mendapatkan pelayanan publik, seperti pendidikan dan kesehatan. Akses informasi juga terbatas , akibatnya mereka hidup dalam lingkungan tertutup dan terpencil.

Atas dasar itulah kemudian infrastruktur selalu menjadi variabel penentu dan mempengaruhi keseimbangan dan bejana keterkaitan dengan sosial ekonomi rakyat. Zaman hari ini menghendaki bahwa pembangunan infrastruktur suatu negara senantiasa berjalan beriringan dengan kondisi makro ekonomi negara yang bersangkutan. Pun begitu juga demikian dengan di Indonesia. Harus diakui bahwa dalam 30 tahun terakhir pembangunan ekonomi Indonesia tertinggal akibat lemahnya pembangunan infrastruktur.

Ket : Pembangunan Bendung Way Dafa, Kab. Buru yang mengairi 1400 Ha areal persawahan. Sesuai dengan perwujudan Nawacita Poin ke 7;Mewujudkan Kemandirian Ekonomi dan Menggerakan Sektor-sektor strategis Ekonomi Domestik.

Melihat Infrastruktur Bekerja

Jika bicara tentang kualitas infrastruktur dari suatu negara maka hal tersebut diukur melalui 10 komponen pokok, yakni sistem telekomunikasi, sistem jalan, sistem transportasi, fasilitas pelabuhan peti kemas, fasilitas internet dan jasa pendukungnya, fasilitas bandar udara, fasilitas rel kereta api, sistem kelistrikan, sistem air minum , dan fasilitas pengiriman barang atau ekspedisi. Dari perspektif ini maka 10 komponen tersebut menjadi tolak ukur bahwa keberadaan infrastruktur di Indonesia masih tertinggal dengan beberapa negara di Kawasan Asia.

Tahun 2002, China menjadi negara di kawasan Asia yang paling banyak menyedot investasi asing. Negeri Tirai Bambu tersebut saat ini merupakan negara dengan pertumbahan ekonominya maju dan sangat pesat, serta menjadi kekuatan ekonomi baru di dunia. Prestasi yang dicapai China merupakan buah dari keberhasilannya melaksanakan program reformasi ekonomi yang dimulai pada tahun 1978. Salah satu prioritas utama yang dilakukan China dalam memperbaiki kondisi ekonomi negaranya adalah dengan melaksanakan pembangunan infrastruktur.

Hal ini dilakukan karena Pemerintah China menyadari bahwa infrastruktur ekonomi merupakan syarat utama dalam membangun perekonomian. Sebab kalau hanya mengandalkan pada keunggulan tenaga kerja murah dan sumber daya alam melimpah, sulit mengembangkan wilayah-wilayah potensial di China. Karena itu pembangunan infrastruktur seperti jalan raya, pelabuhan, irigasi, komunikasi dan listrik mendapat prioritas. Keberhasilan China dalam membangun ekonomi domestiknya patut menjadi pelajaran kita bersama. Untuk bisa bangkit seperti China, Indonesia perlu mengalokasikan dana untuk pembangunan Infrastrukturnya.

Pelajaran lain bisa kita dapatkan dari Korea Selatan pada tahun 1950, Korea Selatan adalah salah satu negara termiskin di dunia. Ekonominya hanya bersandar pada pertanian, belum lagi sebelumnya sempat hancur akibat pendudukan Jepang dan perang Korea. Namun dalam 4 dekade, Korea Selatan berubah cepat dari negara-negara termiskin menjadi salah satu negara paling kaya dan tercanggih didunia dengan penghasilan nilai ekonomi triliunan dolar.

Pada mulanya ekonominya dibangun melalui industri-industri standar negara berkembang,tekstil, sepatu yang mudah dan ringan. Hal ini kemudian berkembang menjadi besar. Pemerintah korea mempersiapkan segalanya mulai dari infrastrukturnya, sumber daya, dan pengetahuan untuk level industri selanjutnya untuk Industri berat dan strategis: baja,otomotif, dan perkapalan. Semua ini bukan untuk sekedar maju, tapi lebih dari itu untuk menguasai dunia.

Pada level Asia Tenggara, Singapura menjadi contoh terdekat dari keberhasilan pembangunan infrastruktur. Kualitas infrastruktur Singapura selalu dinilai sebagai model kualitas infrastruktur terbaik di Asia. Negara itu mencatat peringkat terbaik untuk 10 komponen pokok di Asia. Peran pembangunan infrastruktur tak bisa juga dilepaskan dari keberhasilan Amerika Serikat membangun imperium kekuasaannya di dunia ini. Satu-satunya negara adikuasa tersebut , dalam sejarahnya mengawali revolusi industri dengan melakukan pembangunan moda transportasi kanal dan sungai yang jangkauan ekonominya terbatas.

Langkah Maju Infrastruktur Indonesia

Patut disadari bahwa saat ini kualitas infrastruktur Indonesia masih sangat tertinggal jauh dari negara maju seperti seperti China, Korea Selatan, Singapura dan Amerika. Meskipun demikian langkah maju itu terus dilakukan. Pemerintah Indonesia saat ini berfokus pada kebijakan pemerataan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal ini didorong oleh semangat bahwa akses infrastruktur harus tersedia bagi seluruh rakyat indonesia, diseluruh pelosok tanah air sehingga dapat merasakan manfaat dari pembangunan.

Melalui program Nawacita, Infrastruktur yang menjadi fokus pemerintah saat ini terdiri dari Infrastruktur penunjang sisi konektivitas, Infrastruktur dalam mendukung Kedaulatan Pangan, Infrastruktur penunjang penangulangan bencana alam, infrastruktur sistem kelistrikan dan energi, infrastruktur penunjang sarana & prasarana sektor publik lainnya yang menunjang sarana pendidikan, kesehatan, perhubungan dan perdagangan.

Dari sisi konektivitas penghubung, Infrastruktur yang dibangun berupa Jalan Nasional sepanjang 3.432 km dan jalan tol sepanjang 941 km. Capaian ini melebihi capaian dari pemerintahan dari sebelum 2014 yang sepanjang 780 Km Pembangunan Jalan. Kemudian jembatan yang telah dibangun pemerintah sepanjang 39,8 km dan Jembatan gantung sebanyak 134 unit yang menghubungkan antar desa di seluruh indonesia. Jembatan gantung sendiri akan ditambah pada 166 pada 2019 . Adapun sederet proyek ambisius yang berhasil digarap pada tahun 2019 adalah 10 bandar udara baru, 19 pelabuhan untuk mendukung sisi konektivitas penghubung antar bangsa.

Untuk mendukung Ketahanan Pangan pemerintah saat ini telah membangun 65 Bendungan dan Irigasi, dimana hingga 2018 telah rampung 17 Proyek. Nawacita ketahanan pangan tidak dapat dicapai tanpa adanya ketahanan air. Selain bendungan, didaerah tersebut juga dibangun embung-embung kecil yang dibutuhkan untuk peternakan dan holtikultura. Hingga 2018 telah dibangun 949 embung. Untuk mendukung terwujudnya kedaulatan pangan pada tahun akan dibangun 160.000 Ha layanan irigasi baru dari target 1 Juta Ha Pembangunan Jaringan Irigasi Baru dan 3 Juta Ha Rehabilitasi Jaringan Irigasi.
Indonesia sebagai daerah yang berbasis kepulauan merupakan salah satu fokus Jokowi-JK dalam membangun Konsep Tol Laut di Indonesia. Sasaran dari Tol Laut adalah membangun sistem logistik nasional dan melancarkan arus barang. Muaranya memangkas kesenjangan pendapatan daerah antara Jawa dan Luar Jawa.

Ungkapan Indonesia Sentris relatif baru di benak masyarakat.  Kosa kata  ini muncul sebagai kritik atas prioritas pembangunan yang selama lebih dari tiga dasa warsa berpusat di Jawa atau Jawa Sentris. Istilah bernada sindiran ini tidak muncul serta merta. Berbagai indikator ekonomi dan pembangunan memang mengarah ke sana. Dengan  luas  keseluruhan Jawa hanya 6,77 persen dari seluruh wilayah Indonesia,  Jawa  tampak superior. Pulau dengan penduduk terpadat di Indonesia ini  menikmati kelimpahan rezeki.

Sebut saja  jumlah uang beredar, jaringan infrastruktur jalan, pelabuhan, bandar udara, rumah sakit, industri, pusat perdagangan, dsb. Semuanya berlimpah di Jawa. Apalagi, secara politik, Jawa ditopang oleh kebijakan pemerintah yang  memihak. Mari kita lihat satu persatu  bagaimana Jawa selama ini memang berada di depan. Jumlah sekolah dasar (SD) di  Jawa yang berada di  bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2013/2014 sebanyak 68.584, Sumatera 35.125, Bali dan Nusatenggara 10.365, Sulawesi  15.872, dan Maluku serta Papua 6.413. Sarana fasilitas kesehatan dasar. Bila ditilik jumlah Puskesmas menurut provinsi pada tahun 2013, data Badan Pusat Statistik tahun 2015 menunjukkan – jumlah Puskesmas  seluruh provinsi di Jawa adalah 3.574. Sumatera 2.498, Bali dan Nusatenggara 640, Kalimantan 881, Sulawesi  1.253, Maluku dan Papua 849.

Perbandingan besarnya  PDRB di Jawa dan luar Jawa mengindikasikan  bahwa dana mengalir deras dari daerah ke Jawa. Banyak daerah yang kaya sumber alam seperti diperah dan sarinya dikirim ke Jawa dan hanya  sedikit saja yang kembali ke daerah.  Akibatnya Jawa makin maju, sebaliknya daerah makin tertinggal. Stimulus ekonomi di daerah menjadi terbatas, pertumbuhan stagnan, sehingga PDB daerah makin kecil.  Sebaliknya di Jawa, karena mendapatkan dana besar dan keperpihakan politik kondisinya makin maju. Alhasil dari waktu ke waktu kesenjangan antara Jawa dan Luar Jawa makin lebar. Kesenjangan tersebut  akan dibalikkan oleh Jokowi dengan pernyataan Indonesia Sentris.

Tol laut menjadi salah satu jawaban mengatasi ketimpangan ekonomi. Program Tol Laut yang merupakan langkah pemerintah untuk menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa maritim. Dengan Tol Laut sistem logistik antarpulau dan di dalam kepulauan akan terhubungkan. Pada akhirnya Tol Laut adalah sarana menggerakkan mesin perekonomian ke seluruh daerah di Indonesia, bukan hanya Jawa. Sebuah perwujudan nyata Indonesia Sentris.

Sesuai dengan RPJMD 2020-2024, Presiden RI mengarahkan agar kedepan Pembangunan Infrastruktur difokuskan untuk menunjang kawasan-kawasan produksi rakyat diantaranya kawasan industri kecil, kawasan ekonomi khusus, kawasan pariwisata, kawasan persawahan, kawasan perkebunan dan tambak-tambak perikanan tentunya dengan tujuan memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar agar penguatan pusat pertumbuhan wilayah pada satu kawasan terus tumbuh dan berdaya saing. Oleh Karena itu kunci keberhasilan dalam menentukan daya saing nasional suatu bangsa atau daerah adalah ketersediaan dan kualitas infrastrukturnya.

Mohammad Husein Alfian

Mohammad Husein Alfian

Tentang Penulis

Mohammad Husein Alfian

Mohammad Husein Alfian

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.