Esai

Sudahkah HMI Memberi Solusi Bangsa Ini? Catatan Kongres HMI Ke- XXX di Ambon

SEBENTAR lagi kongres HMI ke XXX yang berarti akan ada perebutan ketua umum PB HMI berikutnya. Kongres ini dilaksanakan di Kota Ambon, Maluku, 12 – 18 Februari 2018. Sebelum lebih jauh membahas tentang kongres, saya hendak mengaktualisasikan kembali misi HMI. Akan sangat baik jika kita terlebih dahulu melihat siapa HMI sebenarnya, untuk apa HMI didirikan dan mengapa HMI tetap dipertahankan hingga hari ini.

Hal tersebut dimaksudkan agar selaku kader kita bisa memahami secara utuh akan pesan yang terkandung pada diri HMI dan motivasi dasar didirikannya. Seorang kader yang tidak benar-benar memahami dengan baik tentang apa itu HMI dan apa motivasi dasar HMI didirikan dan terus dipertahankan tentu akan menyebabkan kader tersebut tidak akan ikut serta secara aktif untuk bersama-sama memperjuangkan dan mengupayakan tercapainya Misi HMI.

Kedua, rumusan misi HMI hanya dianggap sekumpulan kata biasa yang tersusun rapi (baca: tanpa makna).

Ketiga misi HMI akan dianggap biasa saja sehingga tidak layak diperjuangkan untuk diwujudkan.

Oleh karena itu, mengenal HMI secara utuh dan lengkap dengan memahami motivasi dasar didirikannya.

Misi yang diembannya dan usaha-usaha yang dilakukannya menjadi sangat penting dan sangat menentukan HMI ke depan, baik dari segi loyalitas dan militansi kader terhadap HMI, tingkat pencapaian misi yang dicapai serta kuantitas dan kualitas maslahat yang mampu diberikan.

Persoalan Umat dan Bangsa

Himpunan Mahasiswa Islam, sebuah organisasi kemahasiswaan muslim yang didirikan di Yogyakarta pada tanggal 14 Rabi’ul Awwal 1366 H / 05 Februari 1947 yang lalu dimotivasi atas kerisauan dan keprihatinan terhadap situasi dan kondisi umat dan bangsa pada masa itu.

Keterbelakangan dalam hal pendidikan, ekonomi, sosial, politik dan keagamaan yang dialami bangsa Indonesia pada saat itu menjadi pertimbangan kuat bagi HMI, hingga akhirnya sepakat untuk merumuskan misinya, yaitu:

1. Mempertahankan NKRI dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia;
2. Menegakkan dan mengembangkan ajaran Islam

Dari dua rumusan tujuan awal tersebut dapat terlihat jelas bahwa motivasi awal didirikannya HMI adalah untuk menjawab persoalan keumatan dan kebangsaan atau dengan kata lain, HMI didirikan dengan maksud untuk menjadi problem solver atas beragam persoalan keumatan dan kebangsaan.

HMI sejak awal kelahirannya tidak pernah mendiskriminaskan antara keumatan dan kebangsaan, keislaman dan keindonesiaan. Bagi HMI keduanya adalah suatu perpaduan yang tidak bisa dipisahkan dan saling berjalan berkelindan.

Pertanyaan selanjutnya adalah hari ini. Apa yang bisa dan sudah HMI berikan untuk menjawab beragam permasalahan umat dan bangsa hari ini?

Beragam persoalan keumatan yang hari ini menuntut untuk segera mendapat jawaban berupa solusi nyata, di antaranya menurunnya tingkat intensitas kegiatan keagamaan kepemudaan dari 67,18 persen pada tahun 2009, menurun 51,72 persen pada tahun 2015, semakin maraknya aktivitas kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT), menguatnya potensi gesekan antar umat beragama dan beragam persoalan kebangsaan, seperti Korupsi, kemiskinan, tingkat kriminal yang masih tinggi dan maraknya peredaran informasi-informasi hoaks .

Hal tersebut tentu perlu mendapatkan perhatian serius dari HMI sebagai organisasi yang memang dilahirkan untuk menjawab persoalan-persoalan keumatan dan kebangsaan tersebut. Namun, jika kita melihat kedalam terkait kondisi hari ini, kadang kita hanya akan mampu melakukan kritik dan kecaman sembari mengelus dada.

Dalam Anggaran Dasar HMI (AD HMI) disebutkan beragam usaha yang harus dilakukan organisasi, yaitu:

  1. Membina pribadi muslim untuk mencapai akhlaqul karimah;
  2.  Membina pribadi muslim yang mandiri;
  3. Mengembangkan potensi kreatif, keilmuan, sosial dan budaya;
  4. Mempelopori pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemaslahatan masa depan umat manusia;
  5. Memajukan kehidupan umat dalam mengamalkan Dienul Islam dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara;
  6. Memperkuat ukhuwah Islamiah sesama umat Islam se-dunia;
  7. Berperan aktif dalam dunia kemahasiswaan, perguruan tinggi dan kepemudaan untuk menopang pembangunan nasional; dan
  8. Ikut terlibat aktif dalam penyelesaian persoalan sosial kemasyarakatan dan kebangsaan.

Secara sederhana, menurut penulis cukup 3 hal saja yang harus dilakukan, yaitu: Be a role model, yaitu menjadi teladan sebagai insan akademis yang bernafaskan Islam, insan pencipta yang bernafaskan islam dan insan pengabdi yang bernafaskan islam yang senantiasa bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridha’i Allah Swt.

Mengkampanyekan integrasi keislaman-keindonesiaan, yaitu untuk membangun pemahaman bersama bahwa sebenarnya tidak ada yang perlu dipertentangkan antara keislaman dan keindonesiaan, melainkan harus selalu disinergikan.

Dan memberikan solusi atas setiap persoalan keumatan dan kebangsaan dengan berdasarkan analisisis mendalam dan data-data yang akurat

Harapan Bagi PB HMI yang akan datang

Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-XXX sudah di depan mata. Alhasil, para kader yang merasa cukup layak untuk menduduki kursi pimpinan tertinggi di HMI pun mulai melakukan safari-safari politik.

Mereka berkunjung ke berbagai cabang di seluruh pelosok Indonesia, dengan niat bersilaturahmi serta harapan untuk menyamakan visi dan misi untuk kejayaan HMI ke depan pada khususnya dan kejayaan keumatan-kebangsaan pada umumnya.

Terlepas dari siapapun nanti yang akan menjadi ketua umum PB HMI, penting untuk kita insafi bersama sebagai bahan pertimbangan sebelum akhirnya memberikan dukungan kepada kandidat ketua umum bahwa ada beberapa hal utama yang harus dipenuhi oleh seorang kandidat ketua umum, yaitu:

1. Memiliki wawasan keislaman dan keindonesiaan secara seimbang dan mendalam.
2. Memahami situasi dan kondisi yang dihadapi HMI serta umat dan bangsa hari ini.
3. Memiliki visi dan misi yang jelas dan terukur.
4. Memiliki minimal 2 program unggulan untuk kemaslahatan himpunan serta umat dan bangsa.

Terakhir, beragam permasalahan yang dihadapi HMI hari ini, baik dari tataran internal organisasi maupun eksternal organisasi menuntut untuk agar dilakukan suatu tindakan nyata segera, bukan hanya unjuk gagasan semata.

HMI hanya akan bisa memberikan maslahat jika misi yang diembannya terawat dengan baik. Sementara visi dan misi HMI hanya akan bisa terawat dengan baik hanya oleh kader-kader HMI yang benar-benar memahami motivasi dasar dan tujuan HMI didirikan dan terus dipertahankan hingga hari ini.

Lengkap dengan status, fungsi dan peran HMI serta tugas pokok, dan fungsi masing-masing aparatur organisasi di semua tingkatan kepemimpinan HMI.

Billahittaufiq wal Hidayah

 

Muhammad Ridha

Muhammad Ridha

Akademisi UIN Antasari Banjarmasin - Ketua Umum Badko HMI Kalimantan Selatan dan Tengah 2016-2018 -

Previous post

Kecerdasan Itu Penting, Tapi Hasrat Belajar Jauh Lebih Penting

Next post

Kartu Kuning dari Mahasiswa UI, UNHAS Kapan Kartu Merahnya?