Esai

Setya Novanto Meniru Lee Min-ho?

SETYA Novanto (Setnov) dan Lee Min-ho tengah bersedih. Jika sedihnya Lee Min-ho disebabkan kandasnya hubungan asmara dengan aktris cantik Suzy, maka Setnov sudah pasti bersedih karena dirinya mesti masuk rumah sakit akibat kecelakaan mobil yang ia alami pada Kamis lalu di Jalan Permata Berlian, Kebayoran Lama.

Sayangnya, publik menilai peristiwa kecelakaan Setnov sebagai bagian dari drama yang sedang ia mainkan. Setelah dirawat di rumah sakit karena vertigo, serangan jantung, hingga tumor di tenggorokan, kini Setnov kembali dirawat karena kecelakaan mobil.

Menyaksikan peristiwa-peristiwa yang dialami Setnov seperti menyaksikan tayangan drama dengan formula yang itu-itu saja: membuat penonton penasaran dan terpikat pada awal cerita, menyuguhkan hal-hal traumatis yang dialami si pemeran utama (kecelakaan, kematian orang terdekat, dan lain-lain) lalu menghadirkan peristiwa menegangkan sebelum beralih ke episode selanjutnya.

Kasus saham Freeport, comeback menjadi ketua DPR, hingga megakorupsi e-KTP membuat Setnov harus menyajikan rangkaian formula drama yang membuat dirinya sulit tersentuh oleh hukum.

Lalu apa hubungannya dengan Lee Min-ho? Begini, berbagai peran yang dijalani Setnov dalam rangkaian dramanya justru menjadikan ia seorang public enemy sebab kepalsuannya terlalu kentara sehingga membuat penonton jengah. Terkesan ada drama yang dipentaskan, dan diperankan dengan hati-hati oleh seorang aktor. Namun, publik justru menyadari bahwa apa yang dilihatnya itu adalah drama.

Setnov seharusnya belajar seni peran dengan aktor asal Korea Selatan, Lee Min-ho. Jauh sebelum Setnov mengalami kecelakaan mobil, Lee Min-ho sudah lebih dulu mengalaminya dalam serial drama Boys Before Flower. Bedanya, mobil Lee Min-ho tidak menabrak tiang listrik. Tapi, seni peran yang dimainkan Setnov nampak mirip. Boleh jadi alur peran Setnov akan meniru peran Lee Min-ho. Nah, dalam film itu, Lee Min-ho divonis amnesia akibat kecelakaan dan membuat sang kekasih, Geum Jan-di sedih.

Semalam, saya terhenyak saat menyaksikan komentar pengacara Setnov, Fredrich Yunadi, yang mengatakan bahwa Ketua DPR RI itu mengalami gegar otak sehingga perlu dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kata Fredrich, mobil yang ditumpangi Novanto bersama sopir dan ajudannya hancur dan kaca depannya pecah. Kata si pengacara itu, Setnov harus segera dibawa ke Singapura biar tidak hilang ingatan. Tuh khan? Sepertinya Setnov benar-benar meniru Lee Min-ho.

Tiga tahun sebelum drama tersebut tayang di Korea, Lee Min-ho mengalami kecelakaan mobil yang sesungguhnya saat sedang bersama Jung Il-wo, sahabat sekaligus teman seprofesinya. Tidak heran apabila pada adegan tersebut kualitas peran Lee Min-ho terlihat sangat matang sebab hal itu berangkat dari peristiwa nyata dalam hidupnya. Bonus yang didapat, Lee Min-ho memeroleh penghargaan Best New Actor dalam 45th Baeksang Arts Awards. Dikutip dari aceshowbiz.com, setidaknya 42 penghargaan telah Lee Min-ho kantongi sepanjang perjalanan kariernya hingga sekarang.

Hal lain yang sama antara Setnov dan Lee Min-ho saat ini hanyalah kesedihan yang mereka alami. Mengalami kecelakaan dan putus dari kekasih sama-sama kabar yang mendukakan hati. Benar-benar sakit physically dan mentally. Kau tidak tahu betapa sakitnya dua hal itu sampai kau benar-benar mengalaminya.

Hmm, jika suatu hari nanti drama yang disuguhkan Setya Novanto sukses, kira-kira soundtrack apa yang cocok untuk mewakili kisahnya, ya? Ada yang bilang, sebuah drama tanpa musik pengiring, bagai menu kuliner Batak “saksang tanpa andaliman.” Tidak terasa getirnya.

Tahukah kamu akhir kisah Boys before Flower? Lee Min-ho menemui kekasihnya di tepi pantai, kemudian berbisik, “Menikahlah denganku.” Nah, sepertinya kasus Setnov punya ending berbeda. Gak mungkinlah Setnov berbisik pada pengacaranya Fredrich Yunadi seperti bisikan Lee Min-ho. Mungkin saja dia berbisik, “Setelah kita sukses meniru peran Lee Min-ho, peran mana lagi yang akan kita perankan? Apakah Song Joong-ki?”

 

Rut Manullang

Rut Manullang

mahasiswi, sekretaris, dan penggemar Juventus

Previous post

Hal-Hal yang Terlupa di AMI Awards 2017

Next post

Jalan Sunyi Halimah Dg. Sikati