Locita

Ruang Radikalisme Kriminalisasi Ruang Masjid

Sebuah lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat yang terafiliasi dengan ormas Nahdlatul Ulama mengeluarkan hasil survey bahwa ditemukan sebanyak 41 masjid di lingkungan pemerintahan/BUMN terpapar virus radikalisme.

Apa yang disebut virus tadi adalah materi dan khatib yang dianggap radikal, berpotensi merusak persatuan dan intoleransi,

Sejujurnya pada hasil survey seperti ini kita tidak perlu serius menanyakan metodologi kuantitatif atau kualitatif dan seterusnya. Ini karena tujuan dari survey ini memang hanya menjadi pre-text bagi lahirnya sebuah tindakan lainnya. Sebuah survey sejatinya tidak boleh mengarahkan temuannya untuk melakukan framing sebuah agenda kepada opini tertentu. Apalagi sulit bagi pemirsa untuk tidak melihatnya sebagai sebuah pendasaran atas opini tadi kepada tindakan atau aksi politisonal.

Yaitu munculnya spekulasi akan adanya usaha melarang-larang orang melakukan dakwah dengan alasan keamanan negara (internal security act) yang berpotensi menjadi tindakan pasal karet untuk memberangus kebebasan publik di ruang publik. Belum lagi jika dikaitkan dengan pemilihan lokasi masjid yang adalah masjid dengan mayoritas jamaahnya adalah kelompok muslim urban dan pengurusnya adalah pegawai atau pejabat di instansi pemerintah atau badan usaha milik pemerintah. Yang bukannya tidak beralasan, jika nantinya survey ini akan digunakan untuk meretool (mengganti) jajaran komisaris, direksi atau pejabat di lingkungan di maksud.

Jika kita perhatikan gejala mengkriminalisasi ruang masjid dengan menghubungkannya dengan satu tindakan atau afiliasi kelompok tertentu ini bukanlah hal baru. Kira-kira satu dekade lalu yang disebut sarang kriminal itu bukanlah masjid, tetapi pesantren-pesantren yang ada di kampung-kampung.

Asumsi ini muncul ketika hampir semua pelaku aksi teror bom bunuh diri di tanah air ternyata adalah para santri di pesantren yang jauh dari kota. Mereka setelah melalui pengajian dan pencucian otak menganggap bahwa tindakan bunuh diri dengan meledakkan bom adalah perbuatan jihad. Beberapa tokoh pesantren yang mengajarkan konsep “penganten surga” ini kemudian ditahan, dihukum penjara dan beberapa di hukum mati. Setelahnya kita tidak lagi mendengar adanya pesantren sebagai sarang teroris.

Rupanya baru belakangan agenda kriminalisasi tadi bergerak ke dalam ruang radikalisme baru; yaitu masjid-urban. Yang mengambil setting bukan lagi pesantren kampung namun masjid-masjid kantor, di lingkungan pemerintahan dan perusahaan negara. Menyasar kepada mereka yang bukan lagi santri desa nan miskin tetapi kelompok menengah Islam kota dengan penghasilan rata-rata cukup dan pendidikan tinggi.

Perpindahan setting latar dari kedua kasus ini bukanlah hal yang terjadi begitu saja. Ini adalah apa yang pernah dikaji Michael Foucault dalam Space of Otherness sebagai posesi tindakan manusia menciptakan ruangnya sebagai ruang terbaik dengan tentu saja menciptakan pembanding-pembanding. Dimana yang lain (the rest, the other) sebagai lebih rendah. Aktivitas meletakkan ruangnya sebagai yang terbaik dan sekaligus melainkan yang lain tadi merupakan sesuatu yang alamiah, ini karena manusia adalah makhluk yang menempatkan diri, badan, atribut, dan eksistens mereka di dalam ruang. Ia membutuhkan pengakuan-pengakuan di dalamnya.

Bila kita melihat mengapa pesantren atau masjid? Maka seperti juga halnya gereja, vihara, pura, atau kuil adalah ruang heterotopia yang kita sepakati sebagai religious sphere. Ruang yang transendent yang menghubungkan antara dunia pemikiran dan praktik ritual, antara dunia kasat dengan dunia abstrak, antara dunia bawah dan langit. Sebuah sacre d el space (ruang sakral) yang hanya difahami oleh mereka yang saling menautkan kepercayaan dengan keyakinannya.  Melalui konstruksi sosial nan kompleks ruang sakral tadi akan memiliki warna-warna yang sesuai dengan apa yang dipraktikkan oleh komunitas di dalamnya.

Dasar dari terbentuknya aneka ruang yang dianggap dapat menampung praktik sosial masyarakat (sembahyang, shalat, kebaktian, dll.) bagi Foucault dan selanjutnya Levebre (production e el space) adalah produk interaktif dari praktik manusia terhadap ruangnya. Ia bisa dianggap normal, abnormal atau netral saja. Tentu saja hal ini terjadi pula dalam konteks ruang yang lain seperti ruang pteorean (tangsi militer, markas, atau komplek tentara lainnya) atau ruang penjara, pabrik, rumah sakit dan sekolah yang hidup dengan aturan dan kaidah interaksi yang berbeda-beda.

Misalnya di sebuah komplek tentara ada ditulis: Hati-hati anda memasuki kawasan militer, Turunkan kaca kendaraan, Matikan lampu kendaraan, atau Buka helm anda, maka semua hal tadi terbentuk bukan untuk memberikan ancaman kepada yang lain atau “the others” . Juga bukan tiadanya kepercayaan kepada mereka yang masuk ke ruang mereka. Namun itu adalah praktik sosial dari masyarakat di dalamnya yang telah menyepakati hal-hal tadi berdasarkan SoP tertentu. Kita sekali lagi tidak dapat mengatakan jika di komplek tentara tidak aman, kasar atau terlalu streril. Atau bila kita melihat para buruh berdiri dalam lini tertentu mengerjakan tindakan otomatis dalam sebuah ruang produksi di pabrik maka kita tidak dapat mengambil kesimpulan survey jika pabrik terpapar virus otomatisasi yang membuat manusia menjadi makhluk otomata tanpa pikiran.

Sama halnya ketika kita katakan bahwa masjid A, B, C atau D itu terpapar radikalisme, maka sebenarnya ini merujuk kepada praktik sosial yang dilakukan dalam ruang masjid tersebut. Bahwa di dalamnya dilangsungkan sebuah pengajian, diskusi, atau perkumpulan maka itu adalah produk dari hasil praktik sosial jamaah atau aktivis masjid atau gereja itu sendiri.

Artinya pertanyaan ini kembali kepada pengkritiknya sendiri. Apa dan bagaimana praktik sosial di dalam ruang itu terbentuk adalah tergantung bagaimana mereka yang aktif, atau siapa saja yang mau terlibat dalam mengurus perkembangan ruang masjid tadi.

Singkatnya jika, anda tidak menyukai sebuah masjid melakukan ceramah dengan TOA atau tidak sreg dengan isi ceramah si ustad maka satu-satunya cara meresponnya menurut Foucault adalah menghindarinya (mengabaikannya) atau anda menerjunkan diri menjadi pengurus dari masjid tadi dan mulailah aktif memakmurkannya sebagai jamaah atau penguasa dari si masjid.

Ini tentu tidak lucu, tetapi hanya melalui sebuah interaksilah maka produksi ruang baru dapat berobah ke arah yang dikehendaki. Jika misalnya kita menganggap aktivitas orang di dalamnya sebagai sebuah tindakan yang radikal (radict, atau mengakar) maka apa yang keliru dengan hal tadi. Ini karena dasarnya setiap wacana yang melibatkan keyakinan seperti halnya filsafat, ideologi apalagi agama mesti merupakan bagian tidak terlepaskan dari proses menemukan akar, asal muasal, kehakikian atau otentisitas.

Bila definisi atau kriteria ototentisitas tadi berbeda maka kembali bahwa  setiap penilaian baik atau buruk hanya sah ketika dia dimanifestasikan di ranah praktik. Sejauh mereka yang disebut radikal tadi hanya bermain-maian di wilayah pemikiran maka hanya perang wacana pemikiran yang dapat kita tawarkan. Pikiran vis a vis pikiran, fisikal vis a fis hukum fisikal.

Bila hari ini banyak masjid kantor dan pemerintahan diwarnai oleh model halaqah dan pengajian bergaya tablig halaqah ala masjid kampus dengan isi kajian lebih kepada pemurnian agama dan isu-isu politik agama itu adalah hal yang alamiah. Kebanyakan kajian masjid kota, kantor atau kampus adalah kajian seperti itu, karena mayoritas jamaahnya adalah mereka yang mengalami pengalaman spiritual berbeda dengan mereka yang ada di pedesaan.

Agama menjadi penting sejalan dengan kemunculan kesadaran-kesadaran baru dari hasil interaksi dia dengan ruang kota. Yang mereka cari umumnya adalah akar dari model beragama, apa darimana, kemana mereka membaktikan dirinya setelah pencapaian-pencapaian material (gaji besar, jabatan dst.).

Penderitan kaum urbanis ini pernah ditulis Hossen Nasr (The Spiritual crisis of Modern Man) sebagai gejala masyarakat modern. Mereka berbeda dengan masyarakat tradisional yang masih terikat kepada akar tradisi adalah orang-orang yang berusaha menemukan kembali akar-akar spiritualitasnya (radic). Ini mengapa dengan sendirinya mereka menjadi radicalist dalam pengertian awal, yaitu mereka yang berusaha mencari akar, tautan keyakinan spiritual mereka.

Pada awal 1990 KH Abdurrahman Wahid membela pengajian yang diselenggarakan Nurcholish Madjid. Kebanyakan peserta pengajian Cak Nur demikian ia dipanggil adalah para pejabat dan petinggi perusahaan. Mereka memilih hotel atau aula bagus berpendingin ketika melakukan pengajian. Bagi Gus Dur apa yang dikerjakan Nurcholish adalah mengenalkan spiritualitas dikalangan yang tidak lagi sibuk dengan persoalan mencari makan tetapi gelisah dengan persoalan keimanan. Ia tidak dapat memaksa orang-orang ini untuk mengaji a la pesantren tradisional. Gerakan dakwah model Para-madina (penduduk kota) Cak Nur awalnya juga dianggap gerakan radikalisme dakwah Islam.

Hampir dua puluh tahun ke belakang, munculnya masjid-masjid kantor dan kampus yang cukup bagus dan berwibawa seperti hari ini tidak terlepas dari peran kader-kader PKS/PK dan sedikit dari Hmi. Merekalah yang bekerja keras mengisi ruang-ruang spiritual manusia kota yang compang-camping seperti ditulis Hossen Nasr.

Tentu saja mereka akan memberi warna ruang pengajiannya dengan praktik sosial yang biasa mereka kerjakan. Apakah itu praktik radikalisme dalam beragama di masjid-masjid urban? Kita harus berhati-hati menempatkan indikator, ini karena memang akan sulit melepaskan tudingan bahwa survey semacam ini tidak lepas dari kepentingan penguasaan ruang. Belum lagi bila kita menghitung afiliasi politik jamaah masjid ini yang sudah pasti berbeda dengan garis politik penguasa pemerintahan sekarang.

 

Andi Hakim

Andi Hakim

Andi Hakim, pernah kuliah di ITB Bandung. Memperoleh beasiswa Lee Kuan Yew di LKYSPP-National University of Singapore untuk Magister of Public Management dan Harvard University AS. Peneliti Kerjasama Pembangunan untuk OECD, penggiat energi baru terbarukan dan biodiversitas berkelanjutan di SiaBios Berlin. Senang menulis apa saja di sosial media.

54 comments

  • I do consider all the ideas you’ve introduced on your post. They are very convincing and will definitely work. Nonetheless, the posts are very brief for starters. May just you please lengthen them a bit from subsequent time? Thanks for the post.

  • I would like to show thanks to you just for rescuing me from this particular matter. Just after checking throughout the the web and getting notions that were not powerful, I figured my life was done. Living without the approaches to the problems you have sorted out as a result of your guideline is a critical case, as well as ones that would have badly affected my career if I hadn’t noticed your web blog. Your main natural talent and kindness in controlling all the details was invaluable. I don’t know what I would have done if I hadn’t come upon such a solution like this. It’s possible to now relish my future. Thanks very much for this specialized and amazing help. I will not think twice to recommend your site to any person who would need assistance about this topic.

  • I’m writing to make you know of the wonderful discovery my friend’s child gained going through your blog. She picked up so many things, including how it is like to have a wonderful helping mindset to let most people very easily know precisely a variety of tortuous subject areas. You actually exceeded our expected results. Thanks for delivering such effective, safe, educational and as well as easy tips on this topic to Tanya.

  • I have mastered some essential things through your blog post post. One other stuff I would like to talk about is that there are lots of games that you can buy which are designed in particular for toddler age little ones. They consist of pattern acceptance, colors, family pets, and shapes. These typically focus on familiarization as opposed to memorization. This keeps little kids occupied without having a sensation like they are learning. Thanks

  • xsmhwahkjf,Thanks a lot for providing us with this recipe of Cranberry Brisket. I’ve been wanting to make this for a long time but I couldn’t find the right recipe. Thanks to your help here, I can now make this dish easily.

  • sdsfwry,Very informative useful, infect very precise and to the point. I’m a student a Business Education and surfing things on Google and found your website and found it very informative.

  • hhibpukckc Yeezy 350,Very informative useful, infect very precise and to the point. I’m a student a Business Education and surfing things on Google and found your website and found it very informative.

  • I simply want to tell you that I am all new to blogging and site-building and really liked this web-site. Most likely I’m going to bookmark your blog . You absolutely have awesome posts. With thanks for revealing your web site.

  • orwpqfoucv,We have a team of experts who could get you the correct settings for Bellsouth net email login through which, you can easily configure your email account with MS Outlook.

  • Great write-up. I am a normal visitor of your web site and appreciate you taking the time to maintain the excellent site. I will be a frequent visitor for a long time.

  • What is an excellent cost-free blog writing web site that I can respond to blogs and others will respond to me?

  • Regulators accused the automakers of colluding at their annual “five-person team” technical meeting. BMW, Daimler, Volkswagen and its subsidiaries Audi and Porsche attended the meeting. The European Commission said that the technology affected by the plan should have reduced harmful nitrogen oxides emitted by diesel vehicles.

  • I would love to have the ability to tag blogs I such as and have them reveal on my site. Any kind of ideas on the very best course to handle this. Any type of input would be practical.

  • Rei Dalio, the founder of the Bridgewater Joint Fund, known as the “father of the hedge fund,” said that capitalism is no longer applicable to most Americans. He said that the widening gap between the rich and the poor is creating a turbulent environment that has a disturbing resemblance to the economic and social unrest in the 1930s.

  • Heya! I just wanted to ask if you ever have any issues with hackers? My last blog (wordpress) was hacked and I ended up losing several weeks of hard work due to no data backup. Do you have any methods to prevent hackers?

  • Aw, this was a very nice post. In concept I wish to put in writing like this additionally – taking time and precise effort to make a very good article… however what can I say… I procrastinate alot and by no means appear to get one thing done.

  • I have 3 blogs on tumblr under the same email address. How do I erase one of those blogs without removing the various other 2?. Ideally, I would certainly such as a person to answer whom has experienced this trouble prior to and resolved it without removing their various other blog sites. Thanks!.

  • A lot of thanks for all of your work on this site. Betty really loves setting aside time for internet research and it is simple to grasp why. Most people learn all concerning the dynamic manner you convey rewarding tips on the website and as well encourage participation from visitors about this point plus my princess is undoubtedly being taught a great deal. Enjoy the rest of the new year. You have been conducting a fabulous job.

  • Also Friday, the Biden campaign announced that it raised $6.3 million in its first 24 hours — more than any campaign has done on the first day so far this cycle. Biden topped the first-day totals of Beto O’Rourke ($6.1 million) and Bernie Sanders ($5.9 million).

  • I had no questions, and little interest in being in the class at all. Attendance was required by the fertility clinic I was working with—a clinic I hadn’t researched or purposefully chosen, the clinic I had ended up with because it was affiliated with the team of doctors treating my newly diagnosed brain cancer.

  • Good write-up, I am normal visitor of one’s blog, maintain up the nice operate, and It is going to be a regular visitor for a long time. .Séjours en Grece

  • This website can be a stroll-by way of for all the data you wished about this and didn’t know who to ask. Glimpse here, and you’ll positively discover it.

  • I’m curious to find out what blog platform you happen to be using? I’m having some small security problems with my latest website and I would like to find something more risk-free. Do you have any solutions?

  • I was very pleased to find this web-site.I needed to thanks for your time for this wonderful learn!! I definitely enjoying each little little bit of it and I have you bookmarked to take a look at new stuff you blog post.

  • Pretty nice post. I just stumbled upon your blog and wished to say that I’ve truly enjoyed browsing your blog posts. In any case I’ll be subscribing to your rss feed and I hope you write again very soon!

  • I am curious to find out what blog system you have been using? I’m having some minor security problems with my latest site and I’d like to find something more safeguarded. Do you have any recommendations?

  • While the campaign said its online donations were, on average $41, it did not disclose how much of the $6.3 million figure was raised at Biden’s first fundraiser, held at the home of a Comcast executive in Philadelphia on Thursday.

  • There are a handful of intriguing points with time here but I do not know if I see these people center to heart. There is certainly some validity but I’ll take hold opinion until I take a look at it further. Good post , thanks and we want a lot more! Added to FeedBurner also

  • I’m wanting to discover as much regarding the on-line searching area as I can. Can anybody advise their favorite blogs, twitter manages, or sites that you locate most thorough? Which ones are most popular? Many thanks!.

Tentang Penulis

Andi Hakim

Andi Hakim

Andi Hakim, pernah kuliah di ITB Bandung. Memperoleh beasiswa Lee Kuan Yew di LKYSPP-National University of Singapore untuk Magister of Public Management dan Harvard University AS. Peneliti Kerjasama Pembangunan untuk OECD, penggiat energi baru terbarukan dan biodiversitas berkelanjutan di SiaBios Berlin. Senang menulis apa saja di sosial media.

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.