Locita

Politainment: Epos Baru Dalam Media

Ilustrasi (sumber foto: Angelina162wordpress.com

SEJAK tahun 2014, artis layar kaca berbondong-bondong menjadi politisi. Sejak 2014 pula, politisi berbondong-bondong menjadi artis yang memenuhi layar kaca.

Setiap harinya, layar kaca Indonesia dipenuhi dengan adegan-adegan yang dilakonkan oleh politisi negeri. Layaknya artis, mereka berusaha memainkan perannya dengan baik, agar para penonton (calon pemilih) dapat terpukau.

Justus Nieland menyebut fenomena di atas sebagai fenomena Politainment. Fenomena yang memadukan antara politik dan entertainment.

Fenomena yang mengemas konten politik menjadi hiburan. Sebut saja adegan Sandiaga Uno memakai lip balm, drama papa Setya Novanto mulai dari terbaring di rumah sakit.

Hingga tragedi menabrak tiang listrik, statement tenggelamkan dari Menteri Susi, santap siang presiden Jokowi dan Raja Salman menjadi sebuah tontonan yang menghibur bagi publik. Apalagi ketika konten-konten politik dikemas dalam meme-meme yang lucu.

Beberapa waktu yang lalu, “Politainment: Epos Baru Dalam Media menjadi topik pada salah satu rangkaian agenda Communication Fair 2018 yang diselenggarakan Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOSMIK) UNHAS.

Dr.Dadang Rahmat hidayat (Dekan Fikom UNPAD), Dr.H.M. Iqbal Sultan (ketua  departemen Ilmu Komunikasi UNHAS), Prof Judhariksawan (Ketua KPI Pusat 2013-2016/Akademisi Hukum Media), dan Yovantra Arief (peneliti Remotivi) berkolaborasi sebagai pembicara.

Dr. Dadang Rahmat menyampaikan bahwa perkembangan media penyiaran telah mempengaruhi perilaku politik. Media dipandang sebagai alat yang sangat efektif untuk mempengaruhi. Media televisi dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan elektoral. Hanya saja media pertelevisian cenderung dikuasai oleh elite saja.

Tentu masih jelas dalam ingatan ketika Wiranto dan Hary Tanoe mendeklarasikan diri sebagai capres dan cawapres 2014 lalu. Mereka kerap hadir di layar kaca dengan berbagai adegan.

Mulai dari menyamar menjadi kakek-kakek pengemis, tukang becak dan adegan lainnya. Sorot media mencoba mengonstruksi pemikiran pemirsa bahwa keduanya adalah tokoh yang sangat merakyat. Bahkan keduanya sempat muncul pada salah satu episode Tukang Bubur Naik Haji.

Namun, perkembangan media digital telah membuat arena pertarungan politik semakin luas. Pada media digital, semua orang punya kesempatan untuk menjadi komunikator politik. Ruang apresiasi hingga kritik, terbuka bebas kepada setiap orang.

Setiap orang bisa menyampaikan informasi yang mencitrakan atau menyerang tokoh tertentu. Bahkan mencitrakan diri sendiri adalah sebuah keabsahan pada ruang ini.

Hal tersebut dibenarkan oleh Yovantra bahwa kekuatan media digita/sosial membuat segala sesuatunya menjadi cair. Kehadiran media digital telah memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk berjejaring yang berujung pada viral.

Viral-nya sebuah informasi menurut Yovantra telah membuat kita begitu dekat dengan peristiwa yang tersampaikan melalui informasi. Dalam tulisan “Politainment Gubernur Baru Jakarta”, Yovanka menjelaskan peran media dalam memberitakan pelantikan Anies-Sandi. Rentetan berita demi berita yang disajikan telah mengajak penonton ikut mengalami dan merayakan pelantikan tersebut.

Dr. Iqbal Sultan melanjutkan, bahwa persentuhan antara politik dan media membuat politik tidak lagi terbahasakan secara kaku dan formal. Politik sudah dapat dibahasakan dengan bahasa-bahasa simbol melalui media.

Hal itu bisa kita lihat dari aktivitas Jokowi yang terekam media saat berlatih tinju. Saat itu, Jokowi terlihat sedang mengenakan sarung tinju dan dilatih oleh pelatih profesional. Dr. Iqbal menganggap bahwa adegan tersebut merupakan bentuk bahasa politik secara simbolik.

Tinju adalah sebuah pertandingan yang memberikan ruang kepada dua orang untuk saling berhadap-hadapan dan berduel. Menurutnya, latihan tinju Jokowi adalah bentuk sikap politiknya yang siap untuk bertarung atau berhadap-hadapan pada pilpres mendatang.

Tentu juga masih segar dalam ingatan, aksi Zaadit yang memberikan kartu kuning  kepada Jokowi. Aksi ini kemudian diikuti oleh Fadli Zon dengan memberikan kartu merah sebagai tanda cukup Jokowi satu periode saja.

Namun, ruang bebas yang tersedia pada media digital tetap saja memberikan kekhawatiran. Pasalnya media ini juga berpotensi dikuasai oleh elite tertentu, sehingga yang muncul pada media adalah politik penampilan “seolah-olah”. Atau bisa saja terjadi monopol informasi. Oleh karena itu, regulasi sangat dibutuhkan menurut Dr. Dadang.

Prof. Judhariksawan sebagai akademisi hukum media dan selaku mantan ketua KPI pusat membenarkan bahwa regulasi sangat dibutuhkan dalam perkembangan media.

Hanya saja, keberadaan hukum mengikuti perkembangan manusia. Selama ini politainment belum memilki hukum karena bisa saja tidak dianggap sebagai sebuah masalah oleh masyarakat.

Tampilnya politik pada panggung media tidak bisa dikategorikan sebagai pelanggaran. Karena belum ada regulasi yang melarang komunikasi politik di media. Yang diatur selama ini adalah penyebaran ujaran kebencian, pencemaran nama baik dan fitnah.

Memasuki tahun politik, masyarakat akan berada dalam kepungan informasi. Dan tidak jarang infromasi antara media yang satu dengan media yang lainnya berbeda.

Kita masih mengingat dua kontestan pilpres 2014 mendeklarasikan diri sebagai pemenang pada media yang berbeda. Hal ini tentu membuat masyarakat menjadi kebingungan.

Oleh karena itu Dr. Dadang berpesan kepada seluruh peserta diskusi bahwa apapun yang tampil pada media, merupakan fakta media. Bukan fakta lapangan. Oleh karena itu dibutuhkan kecerdasan dan kearifan dalam menyikapi setiap informasi.

Tampilnya para politisi di layar kaca belum tentu mengindikasikan mereka berbicara kepentingan rakyat. Akan tetapi bisa saja ini bagian dari proses untuk menjadi bintang. Karena tak dikenal, tak dipilih.

A.Achmad Fauzi Rafsanjani

Ketua Umum Rumpun Pemuda Wajo yang nongkrong di Lingkar Mahasiswa Islam Untuk Perubahan (LISAN) Cabang Makassar. Sedang berjuang mengenakan toga di Politeknik Negeri Ujung Pandang.

18 comments

  • I just want to tell you that I’m new to blogs and seriously savored your page. More than likely I’m want to bookmark your blog post . You actually come with wonderful articles. Thanks a bunch for sharing your web page.

  • Please answer both questions completely:. . What’s the easiest way to make sure that if I copyright something, that it’s mine without have to copyright each article or blog individually?. . ALSO: . . I’m a poet and I want to copyright my work without have to pay “per poem” – how can I do that, but also be able to get things copyrighted regularly?.

  • I bought a brand new hp computer over a month ago. Is turning it off every night bad for the computer or should the computer be left on 24-7. I have heard both ways. Any computer techs answers would be appreciated..

  • I would truly love to make a blog site but. I’m unsure what type of blog sites get the most web traffic? What kind of blogs do you browse? I mainly surf photo blogs and also fashion blogs. Just obtaining a poll below many thanks!.

  • I have seen a lot of blogs in blogspot. What function do they serve? Is it possible to earn money through blogs. If yes just how?.

  • Simply put, just how do i search for blogs that fit what I intend to review? Does anyone recognize exactly how to BROWSE through blogs by subject or whatever on blog writer?.

  • When I originally commented I clicked the -Notify me when new comments are added- checkbox and today when a comment is added I purchase four emails with the same comment. Possibly there is that is you’ll be able to get rid of me from that service? Thanks!

  • In here, he keeps the pace constantly quick, constantly throws a crazy scenario to pit our heroes in, and never gives you a chance to breathe and realize how preposterous this movie really is.

  • I’ve been surfing online more than 4 hours today, yet I never found any
    interesting article like yours. It’s pretty worth enough for me.
    Personally, if all web owners and bloggers made good content as you
    did, the web will be much more useful than ever before.

  • Youre so cool! I dont suppose Ive read anything similar to this before. So nice to uncover somebody by incorporating original thoughts on this subject. realy thanks for beginning this up. this web site is one area that is needed over the internet, somebody with a bit of originality. valuable work for bringing something totally new to the internet!

  • Thanks for the points you have provided here. Yet another thing I would like to say is that personal computer memory demands generally rise along with other advances in the technologies. For instance, whenever new generations of cpus are introduced to the market, there is usually a corresponding increase in the size calls for of both the computer system memory plus hard drive room. This is because software program operated simply by these processor chips will inevitably boost in power to benefit from the new know-how.

  • Should you even so undecided: download all the earphones, person all the down to some sort of Biggest score as well as get regarding stopper these people in to a Zune following that a music player and see the one that comments easier to a person, in addition to which experts claim vent making you smirk whole lot. You’ll are familiar with explaining perfect for you.

  • I have an interest in making my very own songs blog as well as I’m frequently looking through lots of music blogs throughout the day locating brand-new songs first prior to other people that I understand. Yet exactly how specifically do those blog sites discover that songs initially? Can I really start by simply publishing the music I find on other blog sites?.

  • I am assisting some pals obtain their shop on the map and saw. They have a web site. Among the ways in my research study to enhance a web site is to make use of a blog site. I am not blog smart and neither are they so require a little help as to good websites to place there blog to make sure that they obtain seen.

Tentang Penulis

A.Achmad Fauzi Rafsanjani

Ketua Umum Rumpun Pemuda Wajo yang nongkrong di Lingkar Mahasiswa Islam Untuk Perubahan (LISAN) Cabang Makassar. Sedang berjuang mengenakan toga di Politeknik Negeri Ujung Pandang.

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.