Locita

Michael Flynn yang Pengkhianat dan Babak Baru Kemesraan Amerika-Rusia

SEJAK Trump menjabat presiden Amerika Serikat, saya selalu senang mendapatkan kabar dari bapak berambut keperakan itu. Saya menunggu kapan pebisnis yang tiba-tiba menjadi presiden Amerika ini jatuh. Haha.

Mungkin harapan saya akan terjawab, jika melihat kasus rumit yang kini dihadapinya. Yap, politik Amerika memang kembali ramai. Kali ini, kasus Michael Flynn menyeruak dan membuat Presiden AS Donald Trump resah.

Flynn mengaku bersalah karena telah membuat pernyataan palsu kepada FBI perihal hubungan diplomasinya dengan Duta Besar Rusia untuk AS, Sergei Kislyak.

Mantan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat itu sepakat menjalani investigasi yang dipimpin Penasihat Khusus Robert Mueller untuk membongkar praktik kolusi yang terjadi antara Trump dengan Rusia selama masa pemilu 2016.

Pada hari Jumat di awal Desember kemarin, Michael Flynn menyambangi Pengadilan Washington dengan langkah yang gagah. Seperti dikutip dari theguardian.com, para marsekal dan wartawan menyambut ramai Flynn yang saat itu hadir dengan setelan jas berwarna biru gelap.

Di hadapan jaksa Brandon Van Grack, Flynn mendengarkan secara saksama pertanyaan seputar Jared Kushner, Penasihat Gedung Putih sekaligus menantu Trump yang menyuruh dirinya untuk mengadakan kontak dengan para pejabat Rusia.

Flynn sadar konsekuensi di balik pengakuannya, bahwa jika pengadilan mampu membuktikan dirinya bersalah maka ia akan menerima hukuman penjara maksimal lima tahun dengan denda sebesar 250 ribu dollar. Itu sebabnya hakim sempat meyakinkan Flynn apakah pernyataannya bebas dari intervensi, paksaan, atau ancaman dari pihak manapun? Flynn dengan mantap menjawab ya.

Flynn membantah jika dirinya disebut sebagai “pengkhianat” namun mengakui bahwa perbuatannya salah. Pengakuan Flynn tentu saja menjadi eskalasi atas kasus yang sedang diusut oleh Mueller.

Siapakah Michael Flynn?

Michael Flynn adalah pensiunan jendral purnawirawan di United States Army. Flynn bekerja sebagai intelijen militer untuk menumpas jaringan pemberontak dan terorisme di negara Irak dan Afganistan sejak tahun 1981 hingga 2014.

Setelah dipecat Obama pada 2014 karena gaya kepemimpinannya yang kacau dan bentrokan yang ia hadapi dengan pejabat lain, Flynn muncul sebagai pengkritik kebijakan luar negeri pemerintah Obama.

Donald Trump kemudian merekrutnya sebagai pembantu utamanya. Namun, hanya berselang 23 hari Flynn dipecat karena diduga melakukan tindakan diplomasi dengan negara Rusia atas nama Amerika Serikat.

Donald Trump dan Rusia

Hubungan kedekatan Trump dengan Rusia sebenarnya telah lama dideteksi. Pertama, pujian yang dilontarkan Trump terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin berulang kali di media massa. Kedua, Trump sengaja memilih Paul Manafort menjadi tim kampanyenya padahal Manafort memiliki kaitan finansial dengan Rusia kala itu.

Ketiga, Trump selalu membantah setiap kali dinas intelijen AS menyatakan bahwa Rusia melakukan penyusupan ke akun email kepala tim kampanye Hillary Clinton, lembaga-lembaga Partai Demokrat, serta orang-orang terdekat Clinton.

Terakhir yang paling mencengangkan  Flynn telah mengaku bersalah karena berbohong kepada badan intelijen federal Amerika Serikat (FBI). Kepada penyelidik, Flynn mengaku mendapat perintah dari anggota senior Tim Transisi Trump untuk menghubungi Rusia dan beberapa negara terkait kebijakan Amerika. Anggota senior ini mengarah pada Kushner.

Para pejabat intelijen AS yakin bahwa tindakan peretasan surel selama masa kampanye Pemilihan Umum Amerika Serikat juga didasarkan pada dua motif: peretasan terjadi karena Presiden Rusia Vladimir Putin memiliki dendam pribadi kepada Hillary Clinton yang pada tahun 2011 pernah meragukan integritas pemilihan parlemen sehingga mengakibatkan munculnya protes jalanan.

Sementara motif lainnya yakni berbagai kebijakan luar negeri yang dibuat Trump menguntungkan Rusia.

Melihat alasan-alasan tersebut tidak heran mengapa banyak pihak mengira Trump terlibat kolusi dengan Rusia selama masa kampanyenya.

Namun, baru-baru ini Trump membuat pledoi yang disampaikan lewat akun Twitternya bahwa ia sama sekali tidak melakukan praktik kolusi.

Rut Manullang

mahasiswi, sekretaris, dan penggemar Juventus

Tentang Penulis

Rut Manullang

mahasiswi, sekretaris, dan penggemar Juventus

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.