Locita

Menyoal Kehidupan Setelah Kematian Suku Tana Toraja

BAGAIMANA kita membayangkan roh-roh yang telah melepaskan diri dari jasadnya? Apakah mereka ikut menangisi para keluarga yang ditinggalkan?

Saya seringkali berpikir, orang-orang yang telah meninggal sebenarnya hanya berpindah tempat. Mereka kembali memiliki kehidupan, di alam lain, alam yang sangat berbeda dengan kehidupan di bumi.

Kehidupan setelah kematian pernah diceritakan dalam novel Meksiko Coco. Miguel menjadi tokoh utama dalam kisah itu. Seorang anak yang memiliki mimpi untuk menjadi musisi namun ditentang oleh keluarganya. Suatu ketika, ia mendapati dirinya telah berada di alam lain. Dia bertemu dengan leluhur-leluhurnya yang telah meninggal. Miguel bisa bertemu, berbicara, berfoto bersama, hingga merayakan konser musik dengan orang-orang yang baru bahkan telah lama meninggal dunia.

Kematian ternyata tidak sesederhana apa yang kita lihat. Ketika roh berlepas diri dari jasadnya, ada kehidupan baru yang menyambut. Hal itulah yang mungkin menjadi dasar keyakinan suku Tana Toraja. Mereka menganggap proses kematianlah yang lebih sakral, disyukuri, dan harus dirayakan atau diupacarakan.

Seorang penulis perjalanan, Agustinus Wibowo pernah berkunjung dan meneliti di Tana Toraja. Ketika saya meminta pendapatnya tentang ritual kematian suku Tana Toraja. Ia berkata bahwa suku tersebut memiliki ritual kematian paling unik di dunia. Yang tidak dimiliki oleh suku manapun di dunia.

Ketika seseorang meninggal, jenazah tidak bisa hanya sekedar dimandikan, lalu disembahyangkan, dan dibawa ke liang lahat. Tidak sesederhana itu. Suku Toraja memberikan kita pemahaman jika orang yang telah meninggal harus diupacarakan.

Perjalanan orang yang telah meninggal perlu diantarkan. Kita mengenal rambu solo sebagai upacara adat kematian masyarakat Tana Toraja. Upacara yang bertujuan untuk menghormati dan mengantarkan arwah orang yang meninggal dunia menuju alam roh.

Upacara ini sering juga disebut upacara penyempurnaan kematian karena orang yang meninggal baru dianggap benar-benar meninggal setelah seluruh prosesi acara ini digenapi. Jika belum maka orang yang meninggal tersebut hanya diangggap sebagai orang sakit atau lemah.

Dalam masyarakat toraja, upacara rambu solo merupakan ritual yang paling mewah dan penting. Upacara kematian ini harus dipersiapkan dalam waktu yang lama karena biayanya cukup mencengangkan. Sebuah acara pemakaman bisa mencapai 4 sampai 5 miliaran rupiah.

Puncak upacara rambu solo biasanya berlangsung pada bulan Juli dan Agustus. Saat itu orang Toraja yang merantau di seluruh Indonesia akan pulang kampung untuk ikut serta dalam rangkaian acara ini. Kedatangan orang Toraja tersebut diikuti pula dengan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.

Dalam kepercayaan masyarakat tana toraja (aluk to dolo) ada prinsip. Semakin tinggi tempat jenazah diletakkan maka semakin cepat rohnya untuk sampai menuju nirwana.

Bagi kalangan bangsawan yang meninggal maka mereka memotong kerbau yang jumlahnya 24 hingga 100 ekor sebagai kurban (ma’tinggoro tedong). Satu di antaranya bahkan kerbau belang yang terkenal memiliki hagra yang sangat mahal.

Upacara pemotongan ini merupakan salah satu atraksi yang khas di Tana Toraja dengan menebas leher kerbau tersebut menggunakan sebilah parang dalam sekali ayunan. Kerbau pun langsung terkapar beberapa saat kemudian.

***

Kita mengenal beberapa ritual kematian yang unik di dunia. Misalnya ritual pemakaman langit atau sky brutal di Tibet. Tanah berbatu-batu membuat pemakaman di sana terasa mustahil. Warga Budha di Tibet sering pergi untuk sebuah “pemakaman langit” di mana tubuh akan dicincang, dicampur dengan tepung dan diatur sedemikian rupa agar dimakan oleh burung-burung pemakan bangkai. Mereka percaya bahwa tubuh hanyalah sebuah kapal untuk jiwa dan harus kembali ke alam.

Ada pula ritual kematian peti mati fantasi. Jika kamu adalah seorang gitaris, maka kamu akan dikuburkan dalam sebuah peti mati berbentuk gitar. Warga pinggiran Accran ini mempunyai kebiasaan menguburkan mereka yang mati dalam peti mati fantasi. Peti mati ini mengambarkan profesi almarhum.

Ritual kematian yang aneh juga dikenal di Mumbai. Zoroastrianisme percaya bahwa setelah kematian tubuh hanya membuat pencemaran saja. Kremasi atau penguburan dikesampingkan karena mereka beranggapan akan mencemari unsur-unsur sakral seperti api dan bumi.

Sehingga mereka melakukan sebuah ritual yang disebut eksposure orang mati. Tubuh almarhum disimpan di menara yang disebut Tower of Silence dan dibiarkan dimakan oleh burung nasar.

Praktek ini sekarang masih dilakukan di anak benua India. Namun berkurangnya populasi Hering burung pemakan bangkai di India telah menyebabkan proses ini menjadi mengerikan.

***

Bapak saya pernah mengalami kematian dalam hidupnya. Mengapa saya mengatakan pernah, karena saat itu ia tidak mengalami kematian yang biasa. Roh dan jasadnya masih berada dalam tubuh yang sama. Tapi dia layaknya manusia yang telah mati.

Dia hanya menggunakan fungsi indera dan organ tubuhnya untuk melakukan kerja mekanik. Seperti bernafas, berjalan, duduk, memejamkan mata, mengunyah, dan berbicara. Bapak saya kehilangan fungsi satu organ yang paling vital. Yaitu, perasaan.

Ketika mengunyah makanan, dia tidak bisa merasakan apalagi menikmati makanan yang masuk ke perutnya. Ketika memejamkan mata, ia tidak bisa merasakan tidur. Ia kehilangan semangat, hasrat, dan perasaan.

Saya justru berpikir, mungkinkah sebenarnya Tuhan memberikan separuh kematian itu untuk membuat tubuh dan fungsi indera Bapak saya lebih peka dan hidup. Dalam tradisi Nusantara bahkan mungkin tradisi bertapa ada hampir di seluruh belahan dunia.

Pertapaan dilakukan hingga berbulan-bulan, tidak keluar dari gua, puasa makan, puasa tidur hingga puasa berhubungan sosial. Kita diperintahkan dalam setahun harus perpuasa selama 30 hari. Setidaknya puasa yang paling rendah adalah puasa makan.

Sampai disini kita mungkin akan bertanya, apakah kematian hanyalah sekedar proses dimana roh melepaskan diri dari jasad? Dalam keyakinan agama Budha kematian adalah kelahiran kembali. Dan kelahiran kembali dilakukan dengan cara melepaskan semua hasrat atau pembebasan diri dari keinginan.

Ais Nurbiyah Al-Jum’ah

Ukhti Garis Seberang.

33 comments

  • I simply want to say I am very new to weblog and definitely loved you’re blog site. Likely I’m want to bookmark your blog post . You amazingly have awesome well written articles. Thanks for sharing with us your webpage.

  • Hi,. I have a question that I hope will have a simple answer. I have a wordpress blog and right now my side navigation menu is on the right side. I would like for the menu to be on the left side. Can someone please tell me how I would go about doing this, in simple terms, please? . . Or point me in the direction of a resource that tells me how to do it?. . Thanks so much ya’ll!.

  • I’ve heard you can make money off of advertisers. Is it really a significant enough amount to make it worth it? Or does the real benefit in blogging come from the exposure you get? I’m a bellydancer and I dance at private parties and events. How could I use a blog to get more business? I’ve heard about people who have products to sell using blogs, but I don’t have a “product”, just me!.

  • I’m creating a new blog about literary works (what I’ve reviewed, what I’m reading), yet I’m having problem thinking of a title. I like the idea of something pertaining to a fixation with literary works however I assume bookophilia gets on the ordinary side. What do you think about Litophilia? Is it as well similar to “lithophilia” Which indicates the love of stones? Any suggestions? Thanks!.

  • I do not even understand how I stopped up right here, however I assumed this submit used to be great. I don’t know who you are but definitely you are going to a well-known blogger should you aren’t already 😉 Cheers!

  • Thank you for the sensible critique. Me & my friend were just preparing to do a little research about this. We got a book from our local library but I think I learned more from this post. I’m very glad to see such magnificent info being shared freely out there.

  • Youre so cool! I dont suppose Ive read anything similar to this before. So nice to discover somebody by original ideas on this subject. realy appreciate starting this up. this excellent website can be something that is required on the internet, a person with some originality. useful problem for bringing a new challenge to your web!

  • Hmm it looks like your site ate my first comment (it
    was extremely long) so I guess I’ll just sum it up what I wrote
    and say, I’m thoroughly enjoying your blog. I as well am an aspiring
    blog writer but I’m still new to the whole thing. Do you have any points for newbie blog writers?
    I’d genuinely appreciate it.

  • I have to express some appreciation to you for rescuing me from this circumstance. Right after exploring throughout the search engines and coming across recommendations which were not helpful, I was thinking my life was done. Being alive without the presence of approaches to the issues you’ve solved by means of your good write-up is a critical case, as well as those that would have in a wrong way damaged my entire career if I hadn’t encountered your web blog. Your primary natural talent and kindness in maneuvering all the things was priceless. I am not sure what I would have done if I had not discovered such a subject like this. It’s possible to at this time relish my future. Thanks very much for your reliable and result oriented guide. I won’t hesitate to recommend the website to any person who ought to have direction about this subject.

  • Definitely believe that which you stated. Your favorite reason seemed to be on the net the simplest thing to be aware of. I say to you, I certainly get irked while people think about worries that they plainly don’t know about. You managed to hit the nail upon the top and defined out the whole thing without having side-effects , people can take a signal. Will likely be back to get more. Thanks

  • First off I would like to say terrific blog! I had a quick question which I’d like to
    ask if you don’t mind. I was curious to know how you center yourself and
    clear your head prior to writing. I have had a tough time
    clearing my thoughts in getting my ideas out there. I truly do enjoy writing but it just seems like the first 10 to 15 minutes are generally lost simply
    just trying to figure out how to begin. Any recommendations or hints?
    Appreciate it!

  • Hi there, everything is going well here and ofcourse every one is sharing information, that’s actually excellent,
    keep up writing.

  • That is very attention-grabbing, You are an overly skilled blogger.
    I’ve joined your feed and stay up for in quest of
    more of your wonderful post. Additionally, I’ve shared
    your web site in my social networks

  • Attractive section of content. I just stumbled upon your site and in accession capital to
    assert that I get actually enjoyed account your blog posts.
    Any way I’ll be subscribing to your feeds and even I achievement you access
    consistently rapidly.

  • Do you have a spam issue on this website; I also am a blogger, and
    I was wanting to know your situation; we have created some nice procedures and we are looking
    to swap strategies with others, please shoot me
    an email if interested.

  • I’m looking for blog sites that have really wonderful recommendations on what’s in style as well as what the very best make-up is.

  • If someone like Julia Roberts or Natalie Portman had a personal blog where they posted images of their trips or something, would certainly you still take them seriously as actors? Do you think celebrities with individual blogs are less trustworthy and also taken much less seriously than those who do not? Additionally, would certainly you see their blogs to see what they depend on?.

Tentang Penulis

Ais Nurbiyah Al-Jum’ah

Ukhti Garis Seberang.

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.