Locita

Menangkal si Penerabas Lautan

HUH! Negara ini kian ekspansif saja. Tak hanya di darat, di tambang, di rekayasa gadget tiruan, mereka juga merangsek di lautan. Nampaknya, segala daya dan kekuatan dia punyai. Di lautan, nelayannya trengginas. mereka terlihat anteng melanglang buana. Juga bikin keder.

Cina adalah produsen ikan terbesar dunia, melalui petak-petak empang dan mata-mata jaring. Mereka mereklamasi pantai bukan untuk membangun Gedung tinggi tetapi untuk membuka empang ikan, udang bahkan rumput laut. Mereka juga ditemui di perairan perbatasan, dari laut Australia, Papua Nugini, Afrika Barat hingga masuk ke Perairan Malvinas.

Setelah Indonesia melakukan moratorium dan pelarangan kapal ikan asing untuk beroperasi, mereka ditemukan berbondong-bondong ke timur Papua, ke negara yang lemah pengawasannya di lautan, Papua Nugini.

Negara ini sungguh ganas di lautan. Tidak ada yang mengalahkan nilai dan volume ekspor ikannya. Bayangkan, dari 10 negera terbesar produksi ikannya, jika digabung pun belum mengalahkan volume produksinya. Gilak!

Tahun 2016, kapal-kapal mereka meraup 17.000.000 ton ikan! Satu kabupaten bisa jadi tak cukup menampungnya. Alamak! Tak hanya dari laut teritorialnya yang super luas tetapi juga di Afrika hingga Amerika Selatan.

Global Fishing Watch (GFW), sebuah LSM pemantau perikanan dunia telah membaca gelombang ekspansi kapal-kapal Cina yang masif dan terlacak di hampir semua bagian lautan. Jika sebelumnya terlihat melimpah di perairan Indonesia ketika malam tiba, saat ini mereka terlihat di layar monitor di sekitar Pasifik.

Cina mempunyai armada melebihi sangkaan banyak orang. “Armadanya bahkan lebih besar dari yang terlihat,” kata sumber di GFW.

Nelayan-nelayan itu dapat ditemui pula di lepas pantai Cina, hingga Eropa Utara dan Selatan.

Tahun lalu saja, kapal ikan Cina ditangkap di Senegal, Guinea, Sierra Leone dan Guinea-Bissau karena kepergok mencuri ikan di perairan negara lain. Dilaporkan juga, pada tahun 2016, penjaga pantai Argentina mengaramkan kapal ikan Cina karena mencuri ikan negara lain.

Produksi

Menurut Greenpeace, saat ini terdapat 2.500 kapal ikan Cina yang berkelana ke semua penjuru lautan. Ini belum termasuk yang jarak pendek yang mencapai puluhan ribu.

Tahun 2006, Cina menduduki peringkat pertama dengan nilai ekspor US$ 2.875 juta. Pada 2013, total produksinya mencapai 61,7 juta ton. Data 2014 menunjukkan industri perikanannya didukung oleh armada penangkapan ikan terbesar di dunia, ada tidak kurang 200.000 kapal ikan laut lepas, dan ada 2.500-an kapal khusus untuk operasi ‘high seas’.

Pada tahun 2013, Cina diganjar surplus USD 11,6 miliar dari perdagangan perikanan.

Jika saat ini Cina merupakan raksasa industri perikanan terbesar di dunia memang tak terbantahkan. Pada 2012, produksi perikanannya menyumbang lebih dari sepertiga produksi global.

Data dari Laporan Perikanan Cina yang dipublikasi tahun 2014 menunjukkan industri akuakultur bahkan mewakili lebih dari 60 persen akuakultur global.

Terkait data perikanan tangkap dari lautan sebagaimana di laporan perikanan mereka ‘China Fisheries Yearbook 2014), Cina adalah juga produsen terkemuka di dunia.

Pada tahun 2012, Cina menangkap di atas 17 persen ikan dari total produksi global. Pada tahun 2013, ekspor perikanannya mencapai hampir USD 20 miliar.

Dalam 35 tahun terakhir, sejak Reformasi Pemerintah Cina (yang memudahkan subsidi itu) di tahun 1978, sektor perikanannya telah mengalami pertumbuhan fenomenal.

Dari tahun 1978 sampai 2013, produksi tahunannya meningkat lebih dari 13 kali. Dari 4,7 juta ton menjadi 61,7 juta ton dengan tingkat pertumbuhan yang luar biasa 7,6 persen per tahun (data 2014).

Total nilai industri perikanan China mencapai RMB 1,9 triliun (Yuan/Renminbi) pada 2013, yaitu lebih dari 850 kali lebih tinggi dari tahun 1979 yang hanya RMB 2 miliar. Nilai tambah tahunan industri perikanan adalah RMB 675 miliar pada tahun 2013.

Pangsa pasar industri perikanan Cina meningkat dari 1,6 persen pada tahun 1978 menjadi lebih dari 22 persen pada 2013.

Produk perikanan mereka memainkan peran penting dalam perdagangan internasional. Cina adalah pengekspor produk perikanan terbesar di dunia sejak 2002. Pada 2013, China mengekspor hampir 4 juta ton produk perikanan.

Selama tiga dekade terakhir, jumlah orang yang bekerja di industri perikanan Cina telah meningkat lebih dari 10 juta. Sektor ini mempekerjakan 14,4 juta orang pada tahun 2013. Di antara mereka, sekitar 7 juta adalah nelayan tradisional.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Sudah saatnya dunia mewaspadai eskalasi yang hebat dari nelayan-nelayan Cina ini untuk meneliti perubahan-perubahan ekologis, potensi atau kandungan perikanannya, hingga konflik sosial yang muncul.

Sumber daya bisa langgeng jika diikat oleh aturan. Organisasi-organisasi perikanan yang sehat harus terus mencari ruang kolaborasi untuk menangkal bahaya perikanan ekspansi, menerabas dan mengabaikan kedaulatan negara lain ini.

Perkembangan informasi dan teknologi sejatinya bisa memantau pergerakan mesin-mesin di atas laut yang kian ringkih ini. Satelit-satelit yang wara-wiri di angkasa, adanya transponder data dari kapal seperti Vessel Monitoring System seharusnya bisa menebak dan mengantisipasi usaha perikanan yang menerabas.

Penggunaan aplikasi yang bisa memantau pergerakan kapal adalah solusi untuk mematahkan sifat ekspansif dan menerabas dari nelayan-nelayan atau kapal ikan Cina. Selebihnya adalah bersatunya dunia melawan kesewenang-wenangan para pemburu ikan ini.

Di laut dunia yang kian ringkih ini, dibutuhkan keberanian melawan si penerabas. Berlipat keberanian, seperti Susi?

Kamaruddin Azis

pemerhati isu-isu kelautan

Add comment

Tentang Penulis

Kamaruddin Azis

pemerhati isu-isu kelautan

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.