Esai

Membaca Bahasa Masa Depan Generasi Digital

“ JIKA saya adalah seorang pelajar Prancis dan saya berusia 10 tahun. Saya pikir akan lebih baik bagi saya untuk belajar coding daripada bahasa inggris. Saya tidak mengatakan kepada orang-orang untuk tidak belajar bahasa inggris. Tapi saya pikir, Anda mengerti apa yang saya katakan bahwa ini adalah bahasa yang dapat Anda gunakan untuk mengekspresikan diri Anda kepada tujuh miliar orang di dunia, “ Mr. Cook, Apple Boss.

Kita telah merasakan bagaimana era digital menempa keseharian kita sebagai manusia dalam struktur sosial maupun individu.  kita hampir membutuhkan semua perangkat digital untuk mengatur penghidupan manusia. Menulis, makan, membaca, bepergian, menyanyi, bahkan menyuruput kopi. Benda pipih yang berada di kantong dan tangan kita selalu mengambil peran dalam aktivitas-aktivitas tersebut.

Bos Apple, Timothy Donald Cook saat mengunjungi salah satu sekolah di Shanghai, Cina mengungkapkan pentingnya anak atau pelajar mempelajari bahasa pemprograman.

Coding is the language of the future, giving people of all ages and backgrounds the chance to create something new.” Tulis Cook dalam akun twitternya.

Mengenalkan dan mengajarkan sistem coding kepada anak-anak adalah suatu keterampilan khusus dan istimewa. Pernyataan dari Bos Apple di atas sepertinya tidak berlebihan untuk ditarik dalam skala lokal, Indonesia misalnya.

Indonesia perlu mempersiapkan diri menyambut situasi tersebut. Banyak perusahaan teknologi berpendapat bahwa mempelajari kode akan sangat penting di tahun-tahun mendatang. Banyak pekerjaan akan melibatkan komputer dan otomasi.

Anak-anaklah yang akan memberikan kontribusi kerja dalam beberapa tahun ke depan yang telah diramalkan bahwa semua pekerjaan akan berbasis pada komputer. Indonesia butuh melihat ulang dan mempelajari bagaimana mempersiapkan proses tersebut.

Kita mengenal generasi Z sebagai generasi yang lahir pada tahun 1995-2000. Generasi Z inilah yang nantinya memberdayakan diri dalam pembelajaran pemprograman.

Beberapa penelitian menunjukkan karakteristik generasi Z. Mereka adalah generasi global yang pertama dan nyata. Teknologi tinggal dalam darah mereka, mereka tumbuh di lingkungan yang tidak pasti dan kompleks dalam menentukan pandangan mereka; pekerjaan dan hidup.

Bagaimanpun perusahaan industri teknologi dunia juga telah memberikan dukungan terhadap Tim Cook dalam mengkampanyekan pembelajaran coding terhadap anak-anak. Google misalnya telah memberikan dukungan terhadap skema tersebut. Google saat ini menjalankan program doodle pertamanya.

Program tersebut sebagai media pembelajaran yang memungkinkan anak bermain melalui permainan dan belajar coding dasar. Apple juga memiliki perangkat lunak serupa, yang disebut swift playgrounds.

Perangkat ini juga mendorong anak-anak untuk belajar bagaimana mengkode dengan memandu karakter melalui labirin. Hal ini membantu anak menggunakan keterampilan logis dan praktis yang dibutuhkan untuk menjadi pakar dalam pemprograman.

Kemarin, google doodle merayakan sesuatu yang lebih mendasar dari biasanya. Hal itu sebagai bentuk keseriusannya dalam memebangun proyek pembelajaran coding terhadap anak-anak.

Doodle berpusat pada pengkodean, membantu anak-anak mempelajari bahasa yang memberi kekuatan pada situs dan homepage-nya. Bahkan yang memungkinkan pengguna melakukannya sendiri.

Proyek di atas hanyalah salah satu dari berbagai proyek google dalam mengenalkan bahasa pemprograman. Permainan tersebut juga untuk merayakan dimulainya pekan pendidikan ilmu komputer google.

“Pengalaman pertama saya dengan coding adalah dalam program sekolah bebas pada tahun delapan puluhan ketika saya berusia sembilan tahun. Kami memprogram penyu hijau kecil untuk bergerak dan menggambar garis di layar hitam. Bahasa pemprograman itu disebut logo,” kata salah satu kolaborator di MIT, Champika Fernando yang segaja diundang oleh google. Fernando adalah salah satu figure yang diajak untuk membantu memperkenlkan lebih lanjut tentang sejarah dan tujuan coding.

Fenomena ini perlu diantisipasi pemerintah jika tidak ingin chaos di kemudian hari. Revolusi mental di tengah-tengah revolusi digital adalah keniscayaan. Selamat datang masa depan dunia baru !

Ais Nurbiyah Al-Jum’ah

Ais Nurbiyah Al-Jum’ah

Ukhti Garis Seberang.

Previous post

Meghan Markle, Foto Bugil dan Titah Ratu Elizabeth

Next post

Siasat Jokowi Kandangkan Panglima Gatot