Esai

Lima Partai Politik Pendukung LGBT

LIMA partai politik pendukung LGBT berhasil diidentifikasi oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan. Para wakil rakyat pun ia kelompokkan dalam dua kelompok; pro dan kontra. Selayaknya mewakili kelompok pro dan kontra yang terjadi di masyarakat, mungkin begitu jugalah para wakil rakyat kita memosisikan dirinya dalam kelompok tersebut.

“Di DPR, saat ini, dibahas soal (Rancangan) Undang-Undang LGBT atau pernikahan sesama jenis. Saat ini, sudah ada lima partai politik menyetujui LGBT,” katanya di Kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (20/1/2018) sebagaimana penulis kutip dari Republika.co.id.

Hujan respon bijak hingga bejat pun beredar dengan cepat di linimasa sosial media. Pernyataan Pria yang sering disapa Zulhas tersebut sebenarnya telah menarik beberapa pertanyaan publik; Partai politik apa saja yang mendukung LGBT di negeri ini. Apa kepentingan partai politik di Indonesia untuk turut membahas bahkan membela komunitas yang disandingkan dengan ummat Luth ini.

Bola panas LGBT di tahun politik

Sebenarnya, DPR sendiri tidak ada pembahasan undang-undang khusus terkait LGBT. Isu LGBT ada dalam pembahasan revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (UU KUHP). Salah satu isu yang mengemuka dalam pembahasan tersebut adalah perlunya pasal yang mengatur soal pelarangan atas perilaku LGBT.

Tahun politik seperti saat ini memang berbagai hal bisa menjadi bola panas yang memantul dari parpol lain ke parpol lainnya. Sepuluh partai politik di DPR tengah menyiapkan dirinya agar dapat menikmati kepercayaan publik di periode berikutnya, 2019-2024. Sama halnya dengan isu impor pangan di awal tahun ini, kebijakan yang meresahkan publik tersebut jelas menuai antipati terhadap penentu kebijakan saat ini.

Zulkifli Hasan bukan hanya sebagai ketua MPR, tetapi apa yang menjadi pernyataannya pun dapat dimaknai sebagai pernyataan seorang pimpinan partai politik. Dirinya yang juga menjadi ketua Partai Amanat Nasional (PAN) seolah ingin menarik perhatian massa bahwa partainya menolak untuk melegalkan keberadaan LGBT di Indonesia.

Seolah menyambut, dihadapan berbagai awak media Menteri agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin mengaku terkejut ada lima fraksi di DPR RI yang menyetujui LGBT. Dirinya mengungkapkan “LGBT itu sesuatu yang sama sekali tidak ditoleransi agama apapun. Apalagi agama Islam” (viva.co.id, 21/1/2018). Pernyataan ini menyulut api perdebatan bahwa Partai Islam berada dalam kelompok kontra LGBT.

Kita ketahui bersama beberapa Partai Islam di Indonesia seperti PAN, PKS, PPP dan PKB. Ke empat partai tersebut memiliki basis massa fanatik masing-masing, khususnya umat Islam. Tetapi tidak juga serta merta kita dapat simpulkan bahwa partai-partai tersebut menolak legalisasi LGBT di Indonesia, dan partai lainnya menyetujuinya.

Ketua fraksi PKS, Jazuli Juwaini pun angkat bicara. Namun dirinya sangat enggan menanggapi lebih jauh soal pernyataan Zulkifli Hasan tersebut. Ustads Jazuli seolah ingin menghindar dari pantulan bola panas LGBT.

Para awak media pun seolah digiring untuk mengejar Zulkifli Hasan untuk membeberkan lima partai politik pendukung LGBT tersebut. “Yang tahu Pak Zulkifli sendiri. Silahkan tanya sama beliau,” kata Ustads Jazuli sebagaimana penulis kutip dari rmol.co.

Nampaknya, petinggi PKS ini tak ingin ikut membangun pola pro dan kontra di DPR. Namun yang menarik adalah dirinya pun memanfaatkan gelombang ini untuk menegaskan diri berada dalam posisi kontra sebagaimana closing statement nya di hadapan media semalam yang menyatakan bahwa, “Sejak awal kami konsisten dengan sikap penolakan perilaku LGBT. Semata-mata sebagai bentuk tanggung jawab moral dan agama agar bangsa ini terhindar dari perilaku yang merusak dan tidak beradab”.

Di tengah pusaran pernyataan Zulkifli Hasan tersebut belum berhasil menggaet respon partai politik lainnya. Padahal jika dicermati, respon masyarakat terkait wacana ini justru menghadirkan pilihan bagi partai politik lainnya.

Setidaknya ada dua pilihan bagi mereka, ikut berselancar di atas pernyataan tersebut atau memilih diam lalu menjadi tertuduh pembela LGBT.

Aliran dana bagi Partai pendukung LGBT

Salah satu wacana yang ikut berkembang dalam gelindingan bola liar nan panas ini adalah adanya aliran dana yang sangat besar bagi partai politik pendukung LGBT.

Tribunnews.com memberitakan bahwa Mahfud MD mensinyalir ada aliran dana asing untuk legalkan praktik LGBT di Indonesia.

Dalam berita tersebut, disebutkan bahwa dana yang akan diterima sebesar 180 juta dolar Amerika Serikat (AS). Bila dikonversi ke dalam rupiah maka nilainya sangat fantastis. Mengacu pada nilai USD hari ini maka besaran dana tersebut adalah sebesar Rp 2.397.960.000.000.

Dana segar ini memang sangat besar jika digunakan untuk menutupi kebutuhan pembiayaan kampanye bagi partai politik  menyambut kontestasi lima tahunan mendatang. Jika memang pernyataan Zulkifli Hasan itu benar, maka lima partai tersebut akan menerima Rp 479.592.000.000 seandainya dana tersebut dibagi rata. Nilai yang sangat menggiurkan tentunya.

Analisis seorang kawan yang memiliki usaha percetakan mengungkapkan bahwa dengan dana sebesar itu, masing-masing partai politik dapat membayar biaya cetak 96 juta helai bendera partai yang biasa memenuhi jalan-jalan protokol. Atau setidaknya dapat menutupi biaya cetak 32 juta lembar banner bergambar caleg yang biasanya dipaku di pohon-pohon peneduh jalan. Model kampanye parpol dengan cara-cara konvensional memang butuh dana yang besar.

Sumber aliran dana tersebut juga masih menjadi rahasia Mahfud MD, namun dirinya pun mengingatkan agar partai politik tidak kecolongan. “Jangan sampai ibu jangan sampai kecolongan jangan sampai kecolongan,” katanya dalam berita yang dilansir pada laman tribunnews.com.

Entah mungkin maksudnya adalah jangan sampai melewatkan basahnya aliran dana tersebut. Segala sesuatu dapat menjadi bola liar di bangsa ini utamanya menyambut tahun politik 2018 hingga 2019 ini.

Publik seharusnya lebih jeli dalam menganalisa setiap kabar yang menggelitik benak kita dalam menentukan arah masa depan bangsa. Demokrasi terlahir untuk mewujudkan kaum mayoritas yang melindungi kaum minoritas.

Ihsan Arham

ihsan arham

Petani dan pemuda desa

Previous post

Tokoh Pencetus Pwissie-Esai Urubamba Paling Berpengaruh

Ilustrasi (sumber foto: rmol.co)
Next post

Mahar Politik “Uang Panai” Calon Pemimpin Negeriku