Locita

Kenapa Papua Unik?

PADA tahun 1545, pelaut asal Spanyol Inigo Ortiz de Retes memberi nama Papua dengan sebutan Nueva Guinee. Dalam bahasa Inggris disebut New Guinea. Inigo Ortiz de Retes awalnya menyusuri pantai utara pulau ini dan karena melihat ciri-ciri manusianya yang berkulit hitam dan berambut keriting sama seperti manusia yang ia lihat di belahan bumi Afrika bernama Guinea. Maka diberi nama pulau ini Nueva Guinee/Pulau Guinea Baru.

Nama Papua dan Nueva Guinea dipertahankan hampir dua abad lamanya, baru kemudian muncul nama “Nieuw Guinea” dari Belanda, dan kedua nama tersebut terkenal secara luas di seluruh dunia, terutama pada abad ke-19. Penduduk Nusantara mengenal dengan nama Papua dan sementara nama Nieuw Guinea mulai terkenal sejak abad ke-16 setelah nama tersebut tampak pada peta dunia.

Lantas, apa yang menjadikan Papua unik di mata dunia? Berikut adalah beberapa keunikan yang bahkan jarang di temukan di tempat lain, dan tanpa kita sadari keunikan-keunikan tersebut telah menjadi bumerang bagi masyarakat asli Papua, yang kemudian menjadikan masyarakat asli Papua hidup dalam keterpurukan yang berkepanjangan.

 

  1. Berlimpah Ruanya Mineral Emas

Penemuan emas dan tembaga di Papua merupakan kejutan di zaman Indonesia modern. Kejutan itu mula-mula diletupkan oleh seorang geolog Belanda bernama Jean-Jacques Dozy, salah seorang anggota ekspedisi Colijin tahun 1936, saat hendak mendaki puncak Ngga Pulu (puncak Cartensz), yang bertengger pada ketinggian 4.906 m dpl.

Ketika itu, pada ketinggian 3.500 meter dpl, Jean-Jacques Dozy terperangah melihat sebuah bukit yang tampak hitam pekat, menjulang dengan ketinggian 75 m di atas padang rumput alpin. Naluri geologinya mengatakan, bukit yang sedang dilihatnya itu adalah sebuah cebakan mineral yang teramat kaya.

Spontan ia menamakan puncak itu Ertsberg atau Gunung Bijih. “Tak salah lagi,“ kata Dozy ketika itu, “Tak seorang geolog pun bisa tertipu oleh gunung hitam ini. Titik hijau dan birunya terlalu nyata untuk mendeteksi kandungan tembaga yang kaya di dalamnya.”

Jean Jacques Dozy menerbitkan laporan tentang semuannya itu tahun 1939,

“Kandungan Emas yang berlimpah di Papua tersebut dapat kita saksikan dengan munculnya berbagai bentuk penambangan baik illegal maupun legal. Contohnya adalah penambangan emas di Degeuwo Kab. Paniai. Sejak pertama kali dibuka, lahan-lahan milik masyarakat adat menjadi korban oleh perusahan-perusahan, yang anehnya lagi kita bisa menjumpai berbagai dunia malam di daerah-daerah tersebut.”

Apakah berlimpahnya emas menjadikan keuntungan tersendiri bagi orang Papua? Unik juga kalau ditelusuri lebih jauh.

  1. Judi Togel

Togel (toto gelap) merupakan salah satu jenis permainan judi yang paling marak dan populer di Indonesia. Judi ini mirip dengan SDSB yang pernah mendapat ijin dari pemerintah pada tahun 1986, lalu kemudian secara resmi ditutup dan dilarang pada awal 1990. Togel atau totoan (berasal dari bahasa jawa yang berarti judi gelap). Walaupun bersifat tidak resmi dan sembunyi-sembunyi, namun pengelolaannya dilakukan secara modern dengan agen yang tersebar di seluruh negeri.

Mengapa di Papua togel Menjadi unik? Di Papua kita bisa menyaksikan orang-orang kantor menghabiskan waktu kerjanya hanya untuk menghitung rumus togel. Anehnya mereka selalu  lengkap dengan pakaian dinas. Imbasnya, pelayanan publik menjadi macet.

Aparat keamanan menjadi bandarnya, bukan cerita baru, hal ini sudah menjadi rahasia umum dan munggkin hingga saat ini masih terus berlangsung. Pun Bermainnya sangat terbuka. Coba mari kita bandingkan, saya sudah cukup lamah di Pulau jawa, dan sepanjang yang saya tau orang-orang di Jawa (Jawa Barat khususnya) menjadikan judi togel sebagai sebuah “aib”, siapa pun yang bermain akan dikucilkan dari komunitas hidupnya. Lalu, bagaimana dengan Papua?

Di Papua, togel bukan lagi suatu yang harus di mainkan secara sembunyi-sembunyi. Togel buat orang Papua sudah menjadi suatu mata pencaharian baru. Bayangkan dalam gereja ketika suasana ibadah pun, togel masih menjadi isu penting ketimbang harus mendengarkan ceramah pendeta/pastor. Unik kan?

  1. Akses Wartawan Asing

Fungsi pers yaitu  mengabarkan segalah sesuatu  yang terjadi di lapangan sesuai dengan Fakta dan kenyataan. Dalam sistem politik di negara demokrasi seperti  Indonesia, pers atau media massa merupakan alat atau sarana yang efektif untuk mengawasi jalannya sebuah pemerintahan, di samping  untuk memberi informasi, dan menghibur.

Pada masa orde baru pers mengalami krisis yang sangat parah. Hal ini terjadi akibat kontrol yang dimanikan oleh rezim kekuasaan atas pers, akibatnya pers hanya memberitakaan kepentingan rezim berkuasa.

Pada masa Orde Baru, pemberitaan media disensor demi kepentingan kekuasaan. Bahkan ada beberapa media yang dicabut izin penerbitannya karena menampilkan berita yang dianggap mengkritik pemerintah Orde Baru.

Setelah tumbanganya  Orde Baru, negara memberikan kebebasan pada semua lini termasuk pers. Namun entah kenapa persoalan pers di Papua hinnga saat ini di bungkam.  Para wartawan asing di batasi, meski Presiden Jokowi membuka akses untuk jurnalis asing masuk ke Papua. Aneh juga ya?

Bukankah etika jurnalisme adalah patut pada asas ketidak berpihakan agar tetap terjaga  keseimbangan dan netralitas. Ada apa dengan pembatasan wartawan asing?

Ah, sudahlah, yang penting menurut saya isu ini pun menjadi satu ke-unikan tersendiri ketika kita berbicara tentang Papua.

 

Ricardus Keiya

Warga Asli Papua, belajar di sekolah pascasarjana IPB

Tentang Penulis

Ricardus Keiya

Warga Asli Papua, belajar di sekolah pascasarjana IPB

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.