Locita

Kecerdasan Rocky Gerung, Kedunguan Pemirsa Media

SULIT dipungkiri jika Rocky Gerung adalah selebriti utama perbincangan politik kita hari ini. Semenjak kehadirannya di acara talk show ILC (Indonesia Lawyers Club) yang dimoderatori wartawan senior Karni Ilyas. Apa yang keluar dari mulutnya selalu ditunggu-tunggu pemirsa.

No Rocky, No Party.” Begitu Karni menjawab pihak yang keberatan karena ia selalu mengundangnya menjadi narasumber di acara ILC.

Rocky mengguncang, memanaskan dan menertawakan pemerintah dengan kritik-kritik dan penggunaan diksi yang vulgar. “otak sedikit, IQ sekolam” ataupun “akal sehat versus kedunguan, kitab suci fiksi”  adalah beberapa istilah yang dilontarkannya dan segera menjadi kosakata baru di jagat sosial media.

Rocky berhasil menciptakan apa yang dikenal dalam dunia bisnis hiburan (showbiz) sebagai hard fluff . Istilah ini merujuk kepada cemilan aneka rasa tetapi sulit dikunyah, mirip manisan asin, manis, atau pedas.

Ia membawa sebuah sensasi yang vulgar, keras, tragedi, kekerasan, koruptif, dan sekaligus kepandiran yang dibutuhkan sebagai syarat utama dari bisnis perbincangan (talk show).

Ketika ia berkata bahwa kitab suci adalah fiksi, ia melemparkan wacana mengagetkan baik kepada pemirsa dengan basis religius kuat maupun kepada mereka yang liberal dalam agama.

Orang kemudian membahasnya dalam forum-forum berbeda dengan pro dan kontra. Yang dengan sendirinya menjadikan obrolan bersama untuk nantinya mendorongnya sebagai trending topic. Sebuah trending dalam dunia showbiz adalah iklan, dan iklan adalah uang.

Bila kita perhatikan dari caranya merayakan selebrasi di dunia politik kita maka ada beberapa keadaan yang mendukungnya.

Pertama ia diuntungkan oleh pro-kontra yang sudah lama mewarnai wacana demokrasi di tanah air. Daya belah sosial media untuk menciptakan dua kutub di masyarakat (divided society) benar-benar telah terjadi. Rocky meramaikannya dalam acara talk show yang menghadirkan mini drama tentang pro dan kontra di dalamnya.

Di acara tadi, pihak pro dan kontra kepada penyelenggaraan pemerintah hari ini dihadapkan dalam sebuah acara bincang-bincang. Topik bisa apa saja (sesuai dengan rasa dari fuff atau manisan) yang dikehendaki produsen showbiz.

Intinya harus ada drama dan konflik antara aktor protagonis versus antagonis yang saling dihadapkan.  Konflik adalah adalah elemen utama dari drama dimana fungsi media televisi memagnifikasinya untuk benar-benar mendapatkan efek drama dalam setiap pertunjukannya.

Kedua, Rocky memiliki kemampuan melakukan redefinisi atas sebuah kata dan terminologi. Di kalangan aktivis ia adalah sosok yang pandai memainkan apa yang disebut Benjamin Walter sebagai kekerasan kepada kata-kata (gewald).

Sebuah kekejian menurut Walter dapat dimulai dari kata-kata, dan penggunaan terminologi yang keliru kepada seseorang. Ini sebenarnya adalah bentuk dasar dari kekerasan. Sebaliknya lewat kata-kata pula kekerasan dapat dilawan balik.

Rocky dengan mudah memperkenalkan sebuah istilah yang awalnya dianggap baku namun menghasilkan interpretasi berbeda setelah dilakukan redefinisi.

Misalnya kata dungu  untuk menyebut secara pribadi lawan bicara didefiniskan ulang menjadi  sebuah konstruksi pandang seseorang terhadap sebuah masalah. Ia mengatakan jika dungu bukanlah predikat yang melekat pada objek manusia melainkan sebuah kekeliruan seseorang membangun cara pandang dan kesimpulan.

Namun terlepas dari caranya melembutkan maksud akhir dari definisi tadi, ia berhasil mengajak pemirsa untuk menyukai aksi kekerasan kata-kata ini pada lawan bicara.

Ia membangun apa yang dibutuhkan dalam sebuah drama dalam acara talk show, yaitu membangkitkan kegairahan pemirsa untuk ikut terlibat melampiaskan emosi bersama kepada sosok yang tidak diinginkannya.

Ketiga, persoalan drama dalam setiap acara talk show mesti bersifat personal. Rocky mempunyai kelihaian membangun kontekstualisasi pemikirannya untuk menjadikan setiap topik sebagai persoalan personal lawan bicaranya.

Ia dengan mudah membuat siapa pun yang dikenal sebagai ahli, akademisi, atau pakar menjadi bulan-bulanan dari permainan logika bahasanya. Mereka tidak lagi menjadi ahli dalam bidangnya tetapi lebih cenderung tergoda menanggapi pendapatnya secara personal.

Sementara di bisnis showbiz, pemirsa dengan mudah lebih tertarik pada reaksi emosi seseorang daripada fakta apa dan siapa mereka. Di sini dengan gaya flamboyan, artikulasi yang teaterikal, dan kesantaiannya dalam menanggapi argumen pihak lain membuat pemirsa mempercayainya sebagai orang pandai dan terpercaya (cronkite).

Sementara lawan bicara yang terperangkap dalam permainan tadi dianggap sebagai mereka yang pemarah, emosional, dan karenanya terlihat dungu.

Keempat, polemik di dalam sebuah show bis televisi  bersifat temporer, terbatasi oleh waktu. Ini kenapa sebuah show cenderung menyebut dirinya sebagai berita baru (news).

Isu yang diangkat tidak boleh berlansung lebih lama dari 1×24 jam , sehingga untuk dapat menjadi viral dan berkelanjutan acara harus dilanjutkan di tempat lain.

Di sinilah kita mengakui jika Rocky memiliki pengetahuan luas tentang bagaimana sebuah berita, drama, dan konflik di acara diperpanjang melalui media lain. Sosial media seperti Facebook, Instagram, Youtube dan Twitter adalah instrumen yang paling pas hari ini untuk menjaga rating tetap tinggi.

Bahkan ketika obrolan asli di televisi atau panggung telah selesai disampaikan. Sosial media mempunyai kemampuan ini karena ia menghadirkan bersama dengan dirinya sebuah kebudayaan baru di masyarakat; komentari, copy-paste, dan bagikan (comment-copy-share).

Kebiasaan dari budaya baru di masyarakat digital ini tumbuh sebagai konsekeunsi dari algoritma eksistensi seseorang di sosial media. Semakin banyak ia berkomentar dan berbagi sebuah link maka semakin tinggi kemungkinan ia terus terpantau dalam sosial media.

Hanya saja budaya tadi membutuhkan penyederhanaan ekstrim dalam kalimat. Tujuannya agar orang dapat memotong, mengutip, lalu membagikan dengan lebih mudah.

Pada kemampuan menyusun frasa yang quotable (mudah dikutip dan dipotong) ini kita melihat Rocky ada di atas rata-rata selebriti media. Ia pandai menyusun kalimat singkat yang berbobot sebagai sebuah kutipan.

“Wanita itu indah sebagai sebuah fiksi, tapi berbahaya sebagai sebuah fakta.”

Perempuan mana yang tidak  tersanjung dengan cara Rocky membangun frasa di atas, dan dimana penggiat Youtuber atau Twitteria yang enggan membagikan untuk membuatnya viral.

Mengingat setiap tayangan tentang Rocky mesti menghasilkan ribuan bahkan jutaan suka. Ia menjadi selebriti politik kita hari ini. Sekali lagi yang kita perlu pahami adalah bahwa ini adalah bisnis pertunjukan, it’s show time, dan it’s Rocky time.

Andi Hakim

Andi Hakim

Andi Hakim, pernah kuliah di ITB Bandung. Memperoleh beasiswa Lee Kuan Yew di LKYSPP-National University of Singapore untuk Magister of Public Management dan Harvard University AS. Peneliti Kerjasama Pembangunan untuk OECD, penggiat energi baru terbarukan dan biodiversitas berkelanjutan di SiaBios Berlin. Senang menulis apa saja di sosial media.

5 comments

  • I simply needed to say thanks once more. I’m not certain what I would’ve done in the absence of those tricks provided by you on such subject. Completely was the distressing difficulty in my circumstances, but seeing this well-written manner you resolved it forced me to leap with gladness. Extremely happy for your work and expect you realize what a great job you have been carrying out instructing people today thru your site. Most likely you haven’t encountered all of us.

  • I as well as my guys came reading the excellent tricks located on your web blog then before long I got a terrible feeling I never thanked the web site owner for those techniques. These boys were as a consequence very interested to see them and have now surely been loving them. We appreciate you truly being simply kind and also for utilizing such very good subject matter millions of individuals are really desirous to be aware of. My sincere regret for not expressing gratitude to sooner.

  • I precisely had to thank you very much yet again. I am not sure the things that I would’ve taken care of in the absence of these tricks shown by you about such a area of interest. Certainly was a hard difficulty for me, nevertheless looking at your skilled way you handled that took me to leap over gladness. Now i’m thankful for this information and even trust you really know what a great job that you’re getting into instructing the rest through the use of your site. I am certain you haven’t encountered any of us.

  • I would like to express my appreciation to this writer just for bailing me out of this dilemma. After scouting through the online world and finding strategies which are not powerful, I figured my entire life was well over. Living without the strategies to the problems you’ve sorted out all through your main website is a crucial case, as well as the ones that might have in a wrong way affected my entire career if I hadn’t discovered your site. Your personal skills and kindness in taking care of every aspect was priceless. I’m not sure what I would have done if I hadn’t come across such a step like this. It’s possible to now relish my future. Thanks very much for your expert and effective guide. I won’t hesitate to propose the sites to anybody who would like care on this topic.

  • My spouse and i have been so fulfilled Chris could do his investigation using the precious recommendations he obtained in your web page. It is now and again perplexing just to continually be offering things that men and women might have been trying to sell. Therefore we understand we have got the blog owner to be grateful to because of that. All of the illustrations you made, the simple web site navigation, the relationships you can give support to foster – it’s got everything powerful, and it’s really leading our son and our family reason why the topic is awesome, and that is quite important. Thanks for everything!

Tentang Penulis

Andi Hakim

Andi Hakim

Andi Hakim, pernah kuliah di ITB Bandung. Memperoleh beasiswa Lee Kuan Yew di LKYSPP-National University of Singapore untuk Magister of Public Management dan Harvard University AS. Peneliti Kerjasama Pembangunan untuk OECD, penggiat energi baru terbarukan dan biodiversitas berkelanjutan di SiaBios Berlin. Senang menulis apa saja di sosial media.

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.