Locita

Joko Widodo, Pilpres dan Politik Joko Tingkir

Ilustrasi: Luki Ahmadi Hari Wardoyo

PEMILIHAN presiden (pilpres) tahun 2019 sebentar lagi akan dihelat, melibatkan kekuatan-kekuatan politik yang akan bertarung mengusung calon favoritnya. Pertarungan politik adalah pertarungan kekuasaan, dan untuk Indonesia yang masih didominasi oleh pemilih tradisional di pedesaan, selalu dikaitkan dengan mitos.

Dalam budaya Jawa, pertarungan politik memperebutkan kekuasaan tidak sekedar dimensi demokrasi tanpa nilai, ia selalu dibarengi mitos yang biasa disebut dengan wahyu kekuasaan Jawa. Disini, menarik untuk meneropong langkah politik Joko Widodo atau Jokowi sebagai seorang manusia jawa.

Jokowi menjadi salah satu kutub politik yang menarik untuk dikupas ditengah  dukungan politik dan publik yang terus menguat. Rilis sejumlah lembaga survei nasional sampai medio 2018 masih menempatkan Jokowi dengan elektabilitas tertinggi.

Juga makin mantapnya dukungan partai politik peserta pemilu 2019 kepada Jokowi yang telah mencapai lebih dari 60 persen (Pileg 2014). Beberapa parpol baru seperti PSI dan Perindo juga telah mantap menyatakan dukungan politik kepada Jokowi.

Sosok Jokowi juga menarik dihubungkan dengan mitos wahyu kekuasaan Jawa. Disini, Joko Tingkir, salah satu pemimpin Mataram Islam menjadi pembanding untuk dikaitkan dengan langkah politik Jokowi.

Joko Widodo, seperti Joko Tingkir tidak berada di dalam jalur suksesi kepemimpinan. Momentumlah yang mengantarkan mereka ke tahta kekuasaan, selain nama, nasib dan jalan politik mereka yang hampir serupa.

Joko Tingkir di ujung intrik perebutan tahta Kerajaan Demak Bintoro terlibat persaingan dan konflik dengan Adipati Jipang Arya Penangsang, putra dari Pangeran Sekar sekaligus cucu dari sang pendiri Demak, Raden Fatah. Joko Tingkir hanya seorang menantu kerajaan, dan tentunya berada diluar jalur suksesi.

Demikian halnya Jokowi, ia hampir tidak memiliki jalur suksesi dalam trah kepemimpinan Indonesia jika menggunakan pendekatan politik tradisional.

Jagat politik Indonesia terlanjur dimonopoli oleh putra-putri pendiri negeri ini, termasuk para aristokrasi politik dan pemilik modal.

Namun ada yang berbeda dari Jokowi. Ia tampil dengan gaya politik sederhana, kalem, pekerja, humanis, dan populis. Jauh dari kehidupan glamor, dan lebih penting tidak pernah terlibat praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Modal kepemimpinan tersebut bersinggungan dengan harapan besar masyarakat yang sudah muak dengan beragam skandal korupsi dan gaya hidup glamor para pejabat, mengantarkan Jokowi dari seorang pengusaha mebel, Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga menuju istana negara.

Jokowi telah mengukuhkan dirinya sebagai Presiden RI pada tahun 2014 dalam suatu pertarungan politik yang cukup panas, mengalahkan pesaingnya. Pertarungan serupa yang diprediksi akan lebih panas ditahun 2019, dan akan muncul pula dua sosok yang sama.

Menarik untuk mencermati langkah politik Jokowi melanjutkan kekuasaan periode kedua (2019-2023). Langkah politik Jokowi sepertinya menduplikasi apa yang dahulu dilakukan oleh Joko Tingkir melawan Adipati Arya Penangsang.

Ya, menghadapi Adipati Arya Penangsang yang emosional, kaku, sakti, dan konon memiliki senjata pamungkas Keris Kiai Setan Kober, serta kuda tunggangan hebat bernama Gagak Rimang. Joko Tingkir memilih tenang dan sabar, tapi perlahan memperkuat koalisi dan lingkaran elitnya.

Joko Tingkir membangun koalisi dengan adipati-adipati dan keluarga kerajaan Demak yang tidak sejalan dengan Arya Penangsang. Untuk mengatasi kesaktian Arya Penangsang, ia merekrut para satria sakti dibarisannya, seperti Ki Ageng Pamanahan dan Ki Panjawi.

Sementara untuk mengimbangi pengaruh Sunan Kudus yang terlanjur mendukung Arya Penangsang dalam konflik perebutan tahta Demak, Joko Tingkir condong ke Sunan Kalijaga dan Kedaton (pesantren) Giri sebagai pusat spiritualitasnya.

Manakala strategi politiknya dianggap sudah sesuai perencanaan, Joko Tingkir memancing Arya Penangsang dalam suatu pertempuran singkat yang mengakhiri ambisinya untuk merebut tahta Demak dari Joko Tingkir.

Kembali ke pilpres 2019, Jokowi paham bahwa sang penantang telah siap maju ke arena pilpres 2019 dengan persiapan matang, belajar dari kegagalan sebelumnya.

Namun Jokowi tidak kalah sigap. Barisan kuat koalisi partai politik, dukungan kuat publik, modal sosial yang melekat pada personality, serta lingkaran elitnya telah ditata kuat dan rapi.

Langkah politik pertama yang dilakukan adalah menyudahi  manuver ‘politik’ mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo melalui pergantian pucuk TNI sebelum masa pensiun, disertai penyegaran di beberapa jabatan strategis TNI.

Berikutnya mengangkat mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Moeldoko sebagai Kepala Staf Kantor Presiden, serta Jenderal (purn) Agum Gumelar sebagai anggota Wantimpres menggantikan KH Hasyim Muzadi.

Selanjutnya, Jokowi melancarkan perang terhadap penyebaran berita hoaks, terutama yang bersumber dari kelompok-kelompok partisan yang suka menyerang presiden, para pejabat negara, termasuk memanipulasi isu menyesatkan tentang kebijakan pemerintah.

Hoaks yang disebar oleh sekelompok warganet di dunia maya seperti Saracen dan The Family of MCA disinyalir cukup membuat repot tim konsultan politik Jokowi. Mengingat permainan isu menyangkut sentimen agama dan PKI yang memiliki resistensi kuat di pemilih muslim yang mayoritas.

Melengkapi strategi perang ala Joko Tingkir, Jokowi menjalin relasi yang kuat dengan tokoh-tokoh ulama tradisional yang bersikap moderat terhadap kepemimpinan Jokowi. Sebuah kontra strategi untuk menghantam beberapa pendakwah yang suka menyerang Jokowi dan pemerintah.

Langkah ini juga efektif sebagai perimbangan wacana terhadap ‘oposisi kritis’ yang dilakukan oleh sejumlah tokoh nasional seperti Amin Rais dan Habib Rizieq Syihab yang telah berdiri dibelakang sang penantang.

Pilkada DKI Jakarta memberikan alarm bagi Jokowi dan tim politiknya, bahwa isu sektarian (baca: agama) bisa menjadi langkah ‘kuda hitam’ jika tidak disikapi dengan bijaksana.

Mesranya Jokowi bersama ulama-ulama besar sekelas KH Ma’ruf Amin, Buya Syafi’i Maarif, KH Said Aqil Siradj, Mbah Maimun Zubair, KH Dimyati, hingga Habib Luthfi Pekalongan di berbagai kesempatan menjadi penyejuk umat.

Kini, Joko Widodo, sang Joko Tingkir jaman now siap menantang Adipati Arya Penangsang di arena pilpres 2019.

Jokowi telah menggalang koalisi kuat dari adipati-adipati partai politik untuk menaklukkan kesaktian keris Kiai Setan Kober dan Gagak Rimang, kuda tunggangan Penangsang. Ada barisan purnawirawan TNI yang menguasai siasat menghadapi kesaktian sang penantang.

Jokowi juga siap menghadapi isu sektarian dengan dukungan ulama-ulama khos disekelilingnya. Demikian juga, beberapa anak muda cerdas dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terbukti mampu meladeni lingkaran elit sang penantang, layaknya Sutowijoyo, remaja belia yang membuat repot Arya Penangsang di medan perang.

Di pilpres 2019, Joko Widodo sepertinya sulit tersingkirkan oleh lawan-lawan politiknya, sesulit Arya Penangsang menyingkirkan Joko Tingkir dari panggung politik Mataram Islam. Meskipun dibawah bimbingan Sunan Kudus, Senapati Agung Kerajaan Demak yang terkenal sakti dan berilmu tinggi.

Ahmad Mony

Baca, Diskusi, Tulis

30 comments

  • Tulisan yang sangat menarik, anda berhasil mengemas analogi cerita dengan baik untuk disampaikan dan dipahami pembaca. Cara berpikir anda membuat kita memahami “hukumnya sejarah” bahwa sejarah sangat mungkin untuk berulang di kemudian hari. Terima kasih atas tulisan anda.

  • I just want to say I am all new to weblog and truly savored this page. Very likely I’m want to bookmark your site . You definitely have outstanding articles and reviews. With thanks for revealing your web page.

  • Presumably the magazine doesn’t do deals with each source that it reproduces, so how does copyright law allow them to re-print editorial content that they don’t own without paying royalties?. . Also, can this law be applied internationally?.

  • I want making my very own songs blog site as well as I’m continuously looking through lots of songs blog sites throughout the day finding new music first before other individuals that I recognize. Yet just how precisely do those blog sites locate that songs first? Can I actually begin by simply publishing the songs I find on other blogs?.

  • Jokowi atau joko tingkir yg sudah jadi sultan hadiwijoyo atau presiden ri.akan kalah atau mati oleh anak muda yg negeri bawahanya atau dki jakarta yg ini sandiaga uno.dia kalaha krn telah berani menyerang mataram.sama kaya sekarang jokowi yg sudah kelihatan emosinya amarahnya.yg akhirnya menyesal

  • I’m creating a new blog concerning literature (what I have actually read, what I read), but I’m having trouble thinking about a title. I like the idea of something pertaining to a fixation with literature but I assume bookophilia is on the ordinary side. What do you think about Litophilia? Is it as well comparable to “lithophilia” Which implies the love of rocks? Any kind of concepts? Many thanks!.

  • Terrific paintings! That is the type of information that are meant to be shared across the net. Shame on Google for not positioning this publish higher! Come on over and talk over with my web site . Thanks =)

  • Woah this is just an insane amount of info, must of taken ages to compile so thank you so much for just sharing it with all of us. If your ever in any need of related info, perhaps a bit of coaching, seduction techniques or just general tips, just check out my own site!

  • I am really enjoying the theme/design of your weblog. Do you ever run into any internet browser compatibility problems? A number of my blog visitors have complained about my blog not operating correctly in Explorer but looks great in Chrome. Do you have any recommendations to help fix this problem?

  • Just want to share something. I need to submit my blogs to blog site sites with so many people reviewing blog sites. That’s what I need the majority of.

  • Thanks for the points you have shared here. One more thing I would like to talk about is that personal computer memory demands generally increase along with other improvements in the technological innovation. For instance, when new generations of cpus are made in the market, there is certainly usually an equivalent increase in the dimensions preferences of both the computer memory and also hard drive space. This is because the software program operated simply by these processor chips will inevitably increase in power to take advantage of the new technological innovation.

  • This is a proper blog for everyone who hopes to learn about this topic. You are aware of much its almost tricky to argue on hand (not that I really would want…HaHa). You actually put a brand new spin on a topic thats been discussed for some time. Great stuff, just excellent!

  • I have to express some appreciation to you for rescuing me from this circumstance. Right after exploring throughout the search engines and coming across recommendations which were not helpful, I was thinking my life was done. Being alive without the presence of approaches to the issues you’ve solved by means of your good write-up is a critical case, as well as those that would have in a wrong way damaged my entire career if I hadn’t encountered your web blog. Your primary natural talent and kindness in maneuvering all the things was priceless. I am not sure what I would have done if I had not discovered such a subject like this. It’s possible to at this time relish my future. Thanks very much for your reliable and result oriented guide. I won’t hesitate to recommend the website to any person who ought to have direction about this subject.

  • Hey there! I realize this is somewhat off-topic but I had to ask.
    Does managing a well-established website like yours take
    a massive amount work? I am completely new to blogging however
    I do write in my diary every day. I’d like to start a blog so I can easily share my
    own experience and thoughts online. Please let me know if you have any suggestions or tips for brand new aspiring bloggers.
    Appreciate it!

  • Hi! This is my first visit to your blog! We are a group of volunteers and starting a new project in a community in the
    same niche. Your blog provided us valuable information to work on. You have done a extraordinary job!

  • Can I simply say that of a relief to seek out somebody who truly knows what theyre speaking about over the internet. You actually know how to bring a concern to light and earn it important. The diet ought to ought to see this and fully grasp this side in the story. I cant think youre less popular because you undoubtedly possess the gift.

  • I have an interest in making my own music blog and I’m constantly looking through lots of songs blog sites throughout the day discovering new music initially before other people that I understand. But how precisely do those blog sites discover that music first? Can I really start by just posting the songs I discover on other blog sites?.

  • I like checking out individual blog sites, Mother blog sites, etc. What is the best method to discover these types of blogs online? The most effective method I have is just adhering to faves people have – going to one blog owners “faves” after that the following bloggers faves, etc … I have actually tried Google Blogsearch but all that offers me is old news articles, and so on. Absolutely nothing personal whatsoever … How do you search for individual blogs?.

Tentang Penulis

Ahmad Mony

Baca, Diskusi, Tulis

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.