Locita

Gabriel Garcia Marquez yang Diam-Diam Menginspirasi Muslim Cyber Army

MUSLIM Cyber Army adalah praktisi realisme magis nomor wahid di Indonesia saat ini. Tahu ki semua apa itu realisme magis? Nah, di sini itu bermula. Realisme magis adalah sebuah jenis aliran pada karya fiksi yang melihat sisi realitas namun terjepit di dalamnya elemen-elemen magis, fantasi, mitos, dan alegori.

Realisme magis juga lahir dari semangat pemberontakan. Dalam hal ini bagaimana sikap masyarakat Amerika Latin saat menghadapi kolonialisme Inggris dan Amerika.

Nah, jenis aliran seperti ini dibawa salah satunya oleh Gabriel Garcia Marquez. Nama ini adalah sang pesohor realisme magis dalam dunia sastra. Salah satu karya paling monumentalnya adalah novel Seratus Tahun Kesunyian. Di novel itu diceritakan perjalanan sejarah sebuah kota fiktif bernama Macondo.

Berlatar konflik politik, cinta, birahi, dan konspirasi. Di tulisan ini saya akan berfokus pada karya monumentalnya tersebut.

Di dalam karya realisme magis tersebut juga hadir simbol-simbol yang menjadi ekspresi politik dari sang penulis atau pengarang. Anak-anak yang lahir dengan ekor babi, hantu-hantu leluhur, kutukan, dan lain sebagainya.

Dari sinilah (mungkin) inspirasi Muslim Cyber Army (MCA). Realisme magis itu diterjemahkan oleh para kru MCA dalam bentuk isu dan wacana KW super alias hoax. Sodara kita itu menghidupkan hantu-hantu lama dari masa lalu atau bahkan yang bisa jadi rekaan belaka.

Mereka sadar betul bahwa media sosial selayaknya Macondo, adalah medium yang tepat sebagai realisme magis alias hoax itu.

Dalam penelusuran Tirto.id, semuanya dimulai saat masa Pilgub Jakarta, di mana Ahok menjadi martirnya. Di sini para MCA mereproduksi isu-isu sentimen agama, khususnya kepada terdakwa yang dianggap menyudutkan Islam. Kepala saya masih terngiang-ngiang dengan label “penista agama” atau “cebong”.  

Agang-agang alias rekanan kita itu terlibat juga di penculikan ulama, kekerasan ulama, hinga penyerangan terhadap tokoh-tokoh politik lainnya. Masih ingat dengan hantu-hantu PKI yang beberapa waktu lalu seakan bangkit dari kubur toh?

Realisme magis yang para MCA-ers ini mi yang ciptakan seakan hoax menjadi bagian realitas. Hoax itu menjadi penimbun kebencian. Sampai hari ini linimasa saya masih dipenuhi oleh realisme magis MCA-ers yang masih juga dibagikan oleh rekan-rekan Facebook, Twitter, atau Instagram saya, sekalipun Saracen dan MCA ini telah diringkus oleh kepolisian.

Saya berasumsi, mungkin saja salah satu dari kita masih terhanyut dalam realisme magis yang ditiupkan oleh mereka, hingga kita tidak sadar itu hanyalah rekaan.

Enak yang anak MCA lah. Kantong terisi fulus. Simpatisan dan para ideologis naik pitam, terbakar, dan marah. Saya membayangkan ketika para simpatisan dan para pendukung ideologis marah kepada akun yang hendak di-“dor”, justru para MCA-MCA-an ini tertawa di hadapan monitor atau layar gawai, menanti aliran dana masuk rekening.

Tapi ya begitulah masyarakat kita, memang mudah terhanyut dalam wisata realisme magis. Cerita mitos yang berbau hoax—dan menguras emosi–memang lebih enak dikonsumsi dan disebar ketimbang fakta atau berita terverifikasi.

Apalagi minimnya literasi media digital ke masyarakat membuat realisme magis alias hoax mudah tersebar di media-media sosial. Bahkan nyatanya, orang yang sudah pendidikan tinggi masih saja terkena hoax dan tidak melakukan cek dan ricek terhadap informasi yang beredar.

Oh yah, haruslah diakui pihak “sebelah juga” melakukan serupa. Pertarungan MCA dan pihak Pro Pemerintah ini turut memakan korban. Media sosial hanyalah medium dari pertarungan dari kepentingan-kepentingan. MCA adalah alat dari misi politik, yang kelak akan memanas di tahun 2019.

Pertatrungan antara MCA dan pihak Pro Pemerintah ini mengingatkan saya akan gambaran di novel Seratus Tahun Kesunyian, perang antara Don Apolinar Moscote dan Kolonel Aureliano Buendia. Pertarungan antara dua pihak yang berseteru memperebutkan kekuasaan. Tapi, yah korban tetaplah semut kan. Semut itu mungkin saya, Anda, atau kita semua.

Di lain sisi, MCA tidak salah, dia hanya ingin menjalankan ajaran gurunya, Gabriel Garcia Marquez yang lahir 6 Maret. MCA adalah contoh murid yang paham akan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan peningkatan partisipasi politik. Apalagi yang bisa memicu partisipasi politik selain sentimen dan gelora perjuangan?

Setidaknya kita harus berterimakasih laskar-laskar itu membuat demokrasi di Indonesia memanas lagi. Demokrasi masih ada harapan.

MCA juga mengerti bahwa masyarakat Indonesia butuh hiburan dalam.bentjm realisme magis dalam dosis tinggi. MCA adalah reaksi pemberontakan, yang natural dalam proses politik.

Sekalipun para petinggi-petinggi MCA ini terbekuk polisi, mereka akan mati bak pahlawan dalam kesunyian, selayaknya Kolonel Aureliano Buendia yang menghadapi regu tembak dengan kenangan. Kenangan apa? Mungkin jihadnya dan nomor rekeningnya yang semoga terisi. Hidup hoax, hoax membangun!

Ayo kita mendorong MCA mendapatkan nominasi Nobel Sastra, selayaknya panutannya. Atas pencapaian melampaui realisme magis: hoax.

Dhihram Tenrisau

Dokter gigi di klinik BPJS

16 comments

  • I every time used to study paragraph in news papers but now as I am a user of net thus from now
    I am using net for articles, thanks to web. viagra connect

  • I just want to tell you that I’m very new to blogging and site-building and certainly enjoyed your page. Probably I’m likely to bookmark your website . You amazingly come with perfect stories. Thanks a bunch for sharing with us your web-site.

  • Im based in London have worked as a secretary for more than 10 years and have an HND in Business Studies but am tired of admin work and office politics and would like to do something more creative- change careers.. . I write in my spare time and have attended an advanced writing course for the past 3 years. I like reading and would like to see if I could train to teach creative writing in further education or and English /English literature. I would also be grateful if I could get any info on what qualifications you need to be able to teach English as a first language and Basic literacy skills.. . Thanks. Any advice would be great regarding training in London..

  • Hi, i have a free wordpress blog. I have added the widgets that come in the widget section. But how do i add widgets that are from third parties such as clustrmaps? If free wordpress blogs don’t allow that, which free blog service allows that ? .

  • Hi! Do you know if they make any plugins to help with Search Engine Optimization? I’m trying to get my blog to rank for some targeted keywords but
    I’m not seeing very good results. If you know of any please share.
    Kudos!

  • Hi there to all, how is everything, I think every one
    is getting more from this website, and your views are pleasant
    in favor of new users.

  • If somebody like Julia Roberts or Natalie Portman had an individual blog site where they published images of their trips or something, would you still take them seriously as actors? Do you think celebs with individual blogs are much less reputable as well as taken much less seriously than those who don’t? Additionally, would certainly you visit their blog sites to see what they are up to?.

  • Howdy! I understand this is kind of off-topic however
    I had to ask. Does managing a well-established website such
    as yours take a large amount of work? I’m completely new to operating a blog but
    I do write in my journal on a daily basis. I’d like to start a blog so I can share my personal
    experience and feelings online. Please let me know if you have any
    kind of suggestions or tips for new aspiring bloggers. Thankyou!

  • I’m really enjoying the design and layout of your blog.
    It’s a very easy on the eyes which makes it much more pleasant for me to come
    here and visit more often. Did you hire out a designer to create your theme?
    Outstanding work!

  • Hi there just wanted to give you a brief heads up and
    let you know a few of the images aren’t loading properly.
    I’m not sure why but I think its a linking issue.
    I’ve tried it in two different internet browsers and both
    show the same outcome.

  • It seems there are internet sites and also blogs committed to several activities, such television, music, lives of stars, and so on. Yet I actually can not find sites and blogs devoted to reading, unfortunately a second thought when it comes to leisure activities … Anybody know some truly preferred and also excellent ones? Traditional and current literary works are both cool with me, considering that I read both … Thanks a lot! =o-RRB-.

Tentang Penulis

Dhihram Tenrisau

Dokter gigi di klinik BPJS

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.