Locita

Din Syamsuddin: Kerja Kebudayaan Lebih Bermanfaat bagi Umat Islam

Ilustrasi (Sumber foto: kompas.com)

TULISAN ini dibuat untuk menyampaikan pandangan dan sikap saya terkait reuni Aksi 212. Sekaligus menjawab pertanyaan mengenai ketidakikutsertaan saya pada kegiatan tersebut.

Saya memahami bahwa setiap orang dan kelompok mempunyai hak konstitusional dan kebebasan untuk mengekpresikan pendapatnya dalam bentuk dan dengan cara apapun. Termasuk melalui demonstrasi atau peringatan demonstrasi.

Demikian juga halnya dengan kelompok pendukung Aksi 212 . Mereka juga mempunyai hak untuk  mengaktualisasikan diri. Dan oleh sebab itu gerakan mereka untuk mengadakan Reuni Aksi 212 memiliki keabsahan di alam demokrasi selama tidak menggunakan kekerasan. Reuni 212 juga adalah ekspresi yang wajar dalam keberlangsungan demokrasi

Demokrasi adalah perihal penting di Indonesia, sama halnya juga menghargai pilihan-pilihan pandangan umat untuk terlibat ataupun tidak terlibat.

Saya tidak mengikuti kegiatan itu karena saya bukan alumni.  Dan saya mempunyai pemahaman tentang permasalahan umat Islam serta pendekatan tersendiri dalam menanggulanginya. Begitu juga dalam hal beramar makruf nahyi munkar.

Dalam pandangan saya, izzul Islam wal Muslimin di Indonesia perlu dicapai melalui perjuangan strategis yakni mengembangkan infrastruktur kebudayaan umat Islam. Sebab di Indonesia, infrastruktur kebudayaan umat Islam masih lemah dalam berbagai bidang. Misalnya ekonomi, pendidikan dan informasi.

Untuk itu diperlukan karya-karya nyata dalam meningkatkan mutu kehidupan umat Islam dalam berbagai bidang. Langkah strategis yang lebih menekankan praksisme keagamaan sangat dibutuhkan, dari pada menampilkan mob populisme keagamaan. Semua sumber daya sebaiknya diarahkan untuk memperbaiki aspek – aspek kebudayaan tadi.

Terkait hal itu saya menyarankan untuk mengubah strategi dari al-jihad lil mua’radhah (perjuangan melawan/struggle against) ke al-jihad lil muwajahah (perjuangan menghadapi/struggle for). Inilah yg saya maksud perjuangan umat Islam lebih baik mengambil bentuk orientasi praksisme (berupa karya – karya kebudayaan) dari pada orientasi  populisme (kerja – kerja kerumunan).

Saya memandang kerja kebudayaan lebih bermanfaat bagi umat Islam. Akan menumbuhkan semangat ukhuwah Islamiyah sekaligus akan meningkat kualitas hidup umat Islam itu sendiri. Sehingga dimasa yang akan datang, umat Islam akan menempati posisi yang lebih strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Muhammad Sirajuddin Syamsuddin

Muhammad Syamsuddin

Ketua Majelis Pertimbangan MUI
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah

Tentang Penulis

Muhammad Sirajuddin Syamsuddin

Muhammad Syamsuddin

Ketua Majelis Pertimbangan MUI
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.