Esai

Kenapa Dilan Dipilih Kader PKS?

DAHULU kala, sosok Rangga menjadi idola berkat film Ada Apa Dengan Cinta. Konon katanya Rangga menjadi idaman kaum hawa sebagai sosok yang tak banyak bicara, berjiwa seni, dan pintar. Selain itu Rangga setia menunggu Cinta meskipun telah pergi ke luar negeri.

Setelah, Rangga hadirlah Fahri dalam kisah Ayat-Ayat Cinta. Fahri, menjadi lelaki idaman kaum hawa saat itu. Dikisahkan Fahri adalah sosok sempurna yang sukses menjadi professor di luar negeri, mapan, relijius, pintar pula.

Setelah Rangga dan Fahri, sosok Dilan kini booming berkat film yang diangkat dari novel karya Pidi Baiq yang berjudul Dilan, Dia adalah Dilanku 1990. Film ini meraup penonton dengan jumlah yang cukup banyak dan menjadi trending topik. Respon netizen pun seakan tidak pernah habis akal. Mulai dari meme hingga plesetan quotes Dilan, banyak meramaiakan dunia media sosial.

Seakan menepis posisi Rangga dan Fahri,kehadiran sosok Dilan menghantar dunia imajinasi para kaum hawa menjadi membabi buta, mereka lalu sadar dan kini tidak hanya ada sosok Rangga dan Fahri namun membayangkan sosok lelaki ideal adalah lelaki bad boy yang pandai merayu dengan kata-kata yang mematikan seperti Dilan.

“Ya opo rek, Dilan eee… kata-kata e loh.. duhhh. Pacar kayak gini betah aku,” kata sahabatku Nuraeni ketika pertama kali melihat trailer Dilan.

Bayangkan saja, ketika lelaki kebanyakan biasanya berpikir membelikan boneka atau bunga, Dilan justru memberikan TTS disusul dengan pesan,

Ini hadiah untukmu, cuma TTS tapi sudah aku isi semua. Aku sayang kamu. Aku tidak mau kamu pusing karena harus mengisinya, Dilan!

Saya yakin, menerima rayuan pria seperti itu, perempuan yang menerimanya bisa senyum-senyum sendiri. Kalau sedang di tempat tidur bisa langsung berguling-guling di kasur sambil tak henti-hentinya memandang tulisan tersebut. Hadiah itu pun di tempatkan di tempat yang paling terhormat di sudut kamarnya. Ahh begitulah.

Baru sejenak topik Dilan sedikit meredup, tiba-tiba terdengar kabar bahwa Dilan masuk PKS. Mencoba mencari tau, ternyata beberapa hari lalu, PKS memosting ikon yang bernama Dilan dan menetapkannya sebagai Maskot PKS. Tidak hanya itu, PKS juga memperkenalkan lima maskot yang disebut “Sahabat Muda” termasuk Dilan di dalamnya.

Melihat poster itu, tersirat di benak saya, mengapa saat sosok relijius Fahri Ayat-ayat Cinta mem-booming,PKS justru tidak membuat Fahri menjadi maskot. Apalagi PKS juga memiliki kader bernama Fahri (Hamzah) yang cukup populer. Selain itu tidak ada yang bisa membantah bahwa Fahri Hamzah merupakan kader PKS yang vokal. Entahlah. Ternyata, PKS sudah memecat Fahri Hamzah. Alasan pemecatannya mungkin karena Fahri sudah tidak sesempurna Fahri yang di Inggris.

Fahri dipecat mungkin sudah tidak seteduh doppelgangernya karya Kang Abik. Apa ini tanda bahwa sekarang publik lebih menggemari badboy untuk mendulang suara anak muda atau swing voters.

Mungkin sudah jamannya para badboy berlari di atas para goodboybadboy syar’i lebih baik daripada goodboy yang nyaris sempurna–kaya raya, religius, dan diidolai para ukhti. Apakah Dilan yang ini badboy yang mendadak religi?  Atau badboy secara tampakan tapi tidak di hati. Fahri di PKS dikenakan janggut, entah apa maksud itu.

BACA: Betapa Meruginya PKS Memecat Fahri Hamzah

Kembali ke Dilan dan maskot Dilan dari PKS. Perlu kalian catat, Dilan menurut PKS adalah Dilan yang rajin, suka menolong, pemberi solusi, punya leadership, kadang moody. Dilan’nya PKS anak kos, berasal dari sumatera tapi suku Jawa. Tentu Beda dengan Dilannya ayah Pidi Baiq yang slengean.

Menurut Pidi Baiq, “Dilan adalah Hamba Allah sama seperti kita semua, Dilan adalah siapapun sama seperti Dilan dalam novel Dilan.”

Sosok Dilan yang ini adalah anak motor yang memiliki perlakuan berbeda terhadap perempuan yang disukainya. Dilan berasal dari Bandung dan Jawa bukan Sumatera.

Untuk itu, bagi kaum hawa yang sangat mengidolakan Dilan, tidak perlu khawatir. Begitupun untuk Milea, dia dia masih Dilanmu yang dulu, bukan Dilannya PKS apalagi masuk PKS. Demi Tuhan, hal tersebut juga sudah diklarifikasi Ayah Pidi Baiq .

Jadi, kaum hawa… kalian Tim Rangga, Tim Fahri, atau Tim Dilan? Kalau saya sih pilih Dilan. Tapi berharapnya Dilan yang ini tidak ikut-ikutan korupsi daging sapi dan skandal wanita simpanan.

Rayla Prajnariswari Belaudina Kusrorong

Rayla Prajnariswari Belaudina Kusrorong

Alumni Pascasarjana Hubungan Internasional Universitas Airlangga

Previous post

Benarkah Cedera Kaki Menggunakan Koyo atau ke Tukang Pijat?

Next post

Susi Pudjiastuti: Srikandi di Lingkaran Setan Laut