Locita

Cara Industri Pornografi Membunuh Kebosananmu Saat Musim Pandemi Covid-19

ilustrasi

“Forza Italia, Kami mencintaimu! PornHub telah memutuskan untuk menyumbangkan persentase pendapatannya dari platform ModelHub mulai Maret untuk membantu Italia selama wabah”.

Begitulah pernyataan resmi perusahaan situs penyedia film porno internasional, Pornhub pada bulan Maret lalu. Pernyataan itu merespon puncak pandemi Covid-19 di Italia yang membuat negara tempat pemimpin tertinggi umat Katolik ini berada, harus di Lockdown.

Pernyataan sebuah industri pornografi atas kepedulian mereka terhadap wabah yang menggerogoti umat manusia di dunia ini terdengar mengharukan. Industri film orang dewasa ini sungguh sedikit mengejutkan dengan kepedulianya yang seringkali dianggap hanya punya Kredo, hanya peduli pada kenikmatan semata itu.

Apalagi, Pornhub juga memberikan akses gratis ke situs premiumnya selama sebulan penuh di seluruh dunia. Akibatnya lonjakan kunjungan situs pornografi di masa Pandemi ini meningkat tajam.

Situs Pornhub seperti dikutip dari Pobella.com, misalnya, mengatakan bahwa total traffic mereka naik sebanyak 13,7 persen pada 20 maret dibandingkan dengan periode rata-rata pada bulan Februari. Lonjakan itu bisa dimengerti apalagi mengingat Pornhub membuka akses gratis ke situs premium.

Sejak awal bulan Maret lalu dilaporkan banyak situs film dewasa mendapatkan keuntungan dari wabah Corona, ini sekaitan dengan isolasi mandiri untuk tetap berada di rumah. Isolasi mandiri yang membuat orang harus di rumah saja dan bekerja dari rumah membuat akses untuk tetap terhubung sangat bergantung pada internet. Pemakaian kuota data dan pulsa meningkat tajam. Bukan sekadar bisa mengakses meeting online atau belajar dan kuliah online serta kerja dari rumah saja. Tetapi untuk membunuh rasa bosan pun kita banyak bergantung pada internet online. Menonton film streaming, atau game online seperti mobile legend bahkan nonton film dewasa.

Data CNN menyebutkan, Thailand menjadi negara terdepan dengan peningkatan akses trafik ke Pornhub. Kunjungan ke Pornhub dari Thailand mengalami peningkatan sebesar 15,4 persen. Di peringkat kedua ada Italia dengan peningkatan sebesar 13,8 persen. Peringkat ketiga adalah Belgia dengan 12,4 persen.

Peningkatan layanan online itu juga termasuk penggunaan sosial media dan layanan pesan semacam WhatsApp dan telegram atau messenger lainnya. Kebutuhan seks daring ditengarai meningkat karena beberapa pasangan tak bisa bertemu. Mereka banyak memanfaatkan video call atau teks seks selama musim karantina mandiri ini.

Layanan tersebut -termasuk mengakses film dewasa- membuat lonjakan internet di luar jam sibuk wfh. Barangkali ini semacam relaksasi ditengah kebosanan terkurung di dalam rumah.

Industri film dewasa selain merespon dengan kepedulian juga merespon -tentu- secara profit. Jadi bila ada pertanyaan industri apa selain produk masker yang melipatgandakan profitnya di musim Corona ini, jawabannya ya industri pornografi dong. Industri film dewasa bertaraf internasional seperti Pornhub, FAKEhub, BRAZZZERS, dan SEXhub bahkan memproduksi film ‘ena-ena’ itu dengan tema wabah Covid-19. Mulai dari persetubuhan dengan hazmat dan masker hingga bagaimana kehidupan seks di masa isolasi di rumah.

Perusahaan bertaraf internasional itu memang tak membutuhkan biaya sangat besar saat ini untuk memproduksi film ena-ena itu. Tetapi pasarnya saat ini lagi menganga sangat lebar. Bahkan filmaker indie film dewasa pun menyambut antusias musim pandemi ini. Salah satu contoh adalah filmaker perempuan bernama akun @eriklust di instagram. Karya-karyanya tak sekadar mengumbar syahwat. Beberapa karyanya kisah pemaknaan atas tubuh, cinta dan hasrat bahkan mengekplorasi tentang taboo. Filmaker ini makin produktif di masa Pandemi ini dan dedikasinya adalah memberikan akses gratis terhadap karyanya dengan link erikalust.com/sex-love-quarantine.

Industri pornografi yang juga mengeruk untung dari self quarantine ini adalah sex toys. Beberapa influencer instagram yang selama ini memberikan sex education berbarengan mengampanyekan untuk memerhatikan kebutuhan seks selama masa karantina. Untuk tetap menjaga jarak dan berada di rumah saja, mereka yang harus LDR, apalagi memang tak punya pasangan disarankan self service atau self love selama musim karantina atau memanfaatkan video call sex atau text sex.

Seperti yang dikatakan Departemen Kesehatan Kota New York, dilansir dari Refinery29, menyatakan bahwa “kamulah pasangan seks yang paling aman untuk dirimu sendiri”.

Seks menjadi salah satu cara yang ditawarkan industri pornografi untuk merelaksasi pikiran dari pikiran stres akibat tak bisa kemana-mana. Inilah mengapa pembahasan tentang seks untuk masturbasi yang disuarakan macam akun-akun instagram seperti @girlonprn dan @thesexwrap yang memberi pencerahan dengan basis podcast itu banyak membahas masturbasi sebagai cara aman tetap menyalurkan hasrat tanpa harus berkontak fisik. Jadi bila film dewasa menyelipkan edukasi mencegah penyebaran Covid-19 maka influencer ini memberikan edukasi pilihan praktik penyaluran hasrat selama isolasi mandiri ini.

Pembahasan para influencer yang lain seperti @thesexwrap menjadi pintu masuk bagi produk sex toys untuk beriklan. Mungkin ini peluang bisnis besar bagi produk-produk alat bantu seks ini. Influencer tinggal memberi edukasi dengan memberikan sugesti imaji yang gampang sekali terkoneksi dengan pikiran yang sedang bosan.

Masyarakat Indonesia yang juga lagi berjibaku dengan virus Corona ini pun tak luput dari persoalan menangani kebosanan di rumah saja. Belum ada data spesifik bagaimana akses masyarakat kita terhadap film dewasa ini. Apakah melonjak atau cuma di game. Apakah bulan ramadan yang sedang dijalani sebagian besar masyarakat kita mampu merem lonjakan itu? Entahlah. Yang pasti ada berita bagaimana seorang mahasiswa Unhas jatuh dari menara masjid yang rapuh karena mencari signal untuk

Menghubungi dosen pembimbing. Atau betapa beberapa mahasiswa yang melakukan kuliah online bergelut dengan signal internet yang labil. Atau berita di musim Corona ini polisi membongkar prostitusi online di sebuah hotel di kota Surabaya.(#)

Irwan AR

Irwan AR

bukan sesiapa

Tentang Penulis

Irwan AR

Irwan AR

bukan sesiapa

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.