Locita

Akar Homofobia dan Pria Tak Berselera Wanita

Ilustrasi (Sumber foto: olhardireto.com.br)

PASCA tayang di program FAKTA TVOne membahas LGBT, Agama dan HAM, saya mendapat luapan komentar. Sebagian besar menghujat, terutama soal ayat. Saya salah kutip nomor ayat dalam QS. Al-Nur. Seharusnya ayat 31, namun saya sebut ayat 30. Sungguh merupakan kekhilafan saya.

Akan tetapi atas substansi topik yang dibahas, saya tetap meyakini Allah mampu menciptakan manusia yang beragam. Dia berkuasa menciptakan sosok lelaki –baik yang menyukai perempuan atau yang tidak terangsang melihat Christina Aguilera sekalipun.

Kemampuan ini oleh Alloh diabadikan secara benderang dalam dua ayat; qauliyah–sebagaimana tertera dalam QS. 24:31, dan kauniyah–keberadaan mereka dalam realitas empirik.

Allah bahkan saya yakini berkuasa mampu menciptakan apa yang menurut kita mustahil. Sebab, tanpa keyakinan  seperti ini, akan sia-sia bangunan tauhid yang kita percayai selama ini.

Dua ayat ini bisa dikatakan sebagai bukti legalitas tekstual maupun empirikal keberadaan mereka, sebanding dengan legalitas kehadiran ragam ciptaan lain yang bersuku-bangsa, sebagaimana disinggung dalam QS. 49:13.

Pria Tak Berselera Wanita

Lantas, siapakah mereka–pria tak berselera terhadap wanita ini, sebagaimana tercantum dalam QS. An-Nur 31? Ragamnya bisa banyak, tergantung sejauh mana ketercukupan pengetahuan seseorang dalam membaca alam raya ini.

Dengan merangkum berbagai pandangan (Ibnu Abbas, Qatadah, Mujahid, Sha’bi) yang bersumber dari dua kitab Tafsir Al-Quran milik Jarir al-Tabari dan Ibnu Kathir, tokoh Sunni Ortodok asal Pakistan, Al-Maududi, mencoba menjelaskan sosok yang tertera di QS 24:31 itu di tafsir Tafhim Al-Quran.

Dalam versi bahasa Inggris, dia menterjemahkan teks tabi’in ghoyru uli al-irba sebagai those from among the men who are your subordinates and have no desire–pembantu laki-laki yang tidak punya hasrat seksual terhadap perempuan.

Al-Maududi selanjutnya merujuk pada sosok Hit, pria feminim (mukhannats) berdasarkan kisah dari Ummu Salamah dan Aishah yang terekam dalam beberapa kitab hadits kanonik seperti  Bukhari, Muslim, Nasa’i dan Abu Dawud.

Kisah tersebut menceritakan; suatu ketika di rumah Ummu Salamah terjadi obrolan antara 3 orang; Hit duduk di samping Ummu Salamah, dan Abdullah bin Abi Umayyah, saudara Ummu Salamah.

“Eh nanti kalau kamu berhasil menaklukkan kota Taif, jangan lupa mencari puterinya Ghilan Tsaqafi ya,” kata Hit ke Abdullah sembari mendeskripsikan kemolekan puteri Ghilan.

Nampaknya Nabi mendengar perbincangan itu dan berkata la yadkhulanna haulai ‘alaykunna (mereka –para perempuan–seharusnya tidak boleh masuk ke rumah kalian).

Ungkapan bernada ketidaksukaan Nabi ini kemudian bisa dipahami dalam beberapa tafsir.

Pertama, Nabi tidak suka dengan seluruh waria secara umum. Namun hal ini tidak cukup beralasan mengingat sangat mungkin Hit adalah asisten rumah tangga, atau minimal dekat, dengan Ummu Salamah.

Hal ini bisa diketahui dari kesediaan Ummu Salamah duduk di samping Hit saat itu. Kedua, Nabi tidak suka dengan omongan Hit, bukan keberadaannya.

Hipotesis kedua ini nampaknya yang paling memungkinkan. Saya menduga Nabi kuatir hal-hal pribadi istrinya akan dibocorkan Hit–sebagaimana Hit membocorkan kemolekan puteri Ghilan Tsaqafi kepada Abdullan bin Abi Umayyah.

Namun menurut al-Maududi, nabi bersikap seperti itu karena menganggap Hit tidak sepenuhnya tidak suka perempuan. Kedetilan Hit mendeskripsikan puteri Ghilan dianggap Nabi sebagai indikator ketertarikannya pada perempuan–sungguhpun Hit adalah waria.

Mungkin ini sebabnya, Yusuf al-Kirmani (w. 1384) membagi waria ada dua; khilqy (pemberian tuhan, given) dan takallufi (gadungan). Waria jenis takallufi adalah ia yang menyamar menjadi perempuan padahal  masih punya hasrat seksual terhadap perempuan. Kepura-puraannya hanyalah kedok untuk melakukan kejahatan, misalnya kekerasan seksual (Rowson, 1991). Sangat mungkin Nabi kuatir Hit adalah waria takallufi, yang itu sebabnya ia diusir.

Lebih lanjut, tidak ditemukan lagi penjelasan apakah pascaperistiwa itu Hit tetap di rumah Ummu Salamah atau tidak. Jika tetap di sana, maka saya anggap ia telah berhasil mengklarifikasi dirinya adalah waria khilqy.

Waria jenis ini, dalam kacamata kajian gender dan seksualitas, adalah laki-laki homoseksual (karena tidak punya hasrat terhadap perempuan) dengan identitas gender feminim ( berpenampilan gemulai). Sebab ada juga jenis laki-laki homoseks yang tetap mempertahankan identitasnya sebagai pria maskulin.

Akar Homofobia

Lalu, kenapa banyak diantara kita yang marah dan kejang-kejang menerima hal ini, bahkan cenderung bertindak destruktif?

Sulit untuk tidak mengatakan masih banyak orang mengidap problem psikologis dalam bentuk homofobia — yakni ketakutan akut terhadap orang yang suka sesama jenis. Layaknya air bah, ketakutan ini berubah menjadi kekuatan mematikan yang intimidatif.

Hemat saya, homofobia muncul melalui tiga tahap utama–sebelum bertengger di tahap dua terakhir; diskriminasi dan kekerasan fisik terhadap kelompok LGBT.

Tahap pertama adalah bias–yakni cara pandang yang bertumpu pada keyakinan bahwa identitas tertentu lebih unggul/baik ketimbang identitas lainnya. Kelompok hetero merasa dirinya lebih baik ketimbang non-hetero, salah satunya karena keunggulan reproduktif.

Laki-laki feminim dan perempuan maskulin dipersepsi sebagai aib, tidak natural dan mencoreng kehormatan diri, keluarga dan lingkungan.

Namun, apakah cara pandang ini diperbolehkan Islam? Saya ragu. Al-Quran tidak pernah memerintah kita menumpahkan kebencian atas keragaman identitas. Justru menurut Allah, setiap orang berada dalam derajat yang sama, dengan ketakwaan sebagai barometer pembedanya–bukan jenis kelamin, kemampuan reproduksi, atau faktor lainnya.

Di tahap kedua, bias tadi mendapat topangan kokoh dari stereotipe–yakni anggapan miring semua orang dengan ciri tertentu pasti sama semua. Misalnya, anggapan bahwa semua laki-laki pasti suka lawan jenis, atau semua yang berorientasi seksual homo pastilah melakukan persetubuhan-paksa seperti kaum Luth, atau pemangsa anak laki-laki seperti Robot Gedeg.

Cara pandang ini sama ngawur dengan simpulan, “Semua laki-laki hetero pasti seperti Syekh Puji, sebab dia juga hetero”. Puji adalah laki-laki hetero asal Semarang yang tersandung kasus perkawinan perempuan bawah umur beberapa tahun lalu. Stereotipe sangat berbahaya jika digunakan secara berlebihan, bisa menjebak dalam kesesatan logika.

Kedua tahap ini selanjutnya disempurnakan oleh tahap ketiga, yakni prejudice, praduga. Minimnya pengetahuan tentang Syiah, Ahmadiyah, Tionghoa, Penghayat, Korban 65-66, Non-Muslim maupun LGBT, seringkali mendongkrak sentimen negatif kita atas mereka. Yang ujungnya, seseorang akan mudah bertindak diskriminatif dan melakukan kekerasan.

Saya merasa ketiga tahapan homofobia ini tumbuh subur dan massif dengan memanfaatkan tafsir agama tanpa disertai keberimbangan dan ketercukupan pemahaman mengenai kelompok ini.

Bayangkan, betapa rumitnya  jika pengidap homofobia adalah pengambil kebijakan atau hakim penentu keadilan, yang kerap membawa-bawa nama Tuhan. Bisa dipastikan, seluruh orang akan dipaksa berlaku seperti dia; fobia terhadap pria tak berselera wanita.

Wallohu a’lam. 

Aan Anshori

Kordinator Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD), tengah nyantri di S2 Hukum Keluarga Islam Univ. Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang, twitter @aananshori

34 comments

  • Hi I am so happy I found your website, I really found you by mistake, while I was looking on Yahoo for something else, Nonetheless I am here now and would just like to say many thanks for a remarkable post and a all round enjoyable blog (I also love the theme/design), I don’t have time to look over it all at the minute but I have saved it and also added your RSS feeds, so when I have time I will be back to read much more, Please do keep up the awesome job.

  • I just want to mention I am newbie to blogs and absolutely enjoyed your page. More than likely I’m going to bookmark your blog post . You absolutely have terrific stories. Thanks a lot for sharing with us your webpage.

  • Hello, I think your website might be having browser compatibility issues. When I look at your website in Ie, it looks fine but when opening in Internet Explorer, it has some overlapping. I just wanted to give you a quick heads up! Other then that, amazing blog!

  • I want to start an anonymous advice blog, will it show up in google search if people try to search their problem?.

  • I’m looking to start a food blog and i would like for my friends to be able to log on and comment through their facebook accounts so they don’t need to make an account on the chosen blogging site to comment. What are some FREE blogging sites that allow you to use your facebook to comment?.

  • I am about to begin a blog. Along with many other hopeful’s, I wish to at some point make money off it. I discovered a great deal of websites do not enable you to make money of google advertisement feeling and also things like that. What are some websites I can start my blog on that will allow this since it seems to be the most rewarding way to generate income off a blog?.

  • I’m seeking to learn as much about the on the internet searching neighborhood as I can. Can anyone advise their preferred blog sites, twitter deals with, or sites that you find most comprehensive? Which ones are most preferred? Many thanks!.

  • I’m looking for blog sites that have truly fantastic recommendations on what remains in fashion as well as what the most effective makeup is.

  • Incredible! This blog looks just like my old one! It’s on a completely different topic but it has pretty much the same layout and design. Outstanding choice of colors!

  • Excellent post. I was checking constantly this blog and I’m impressed! Extremely useful info particularly the last part I care for such information much. I was looking for this particular information for a long time. Thank you and good luck.

  • You can definitely see your expertise in the article you write.
    The sector hopes for more passionate writers such as you who are not
    afraid to say how they believe. Always follow your heart.

  • you are actually a just right webmaster. The web site loading velocity is amazing. It seems that you are doing any distinctive trick. Furthermore, The contents are masterpiece. you have performed a fantastic process in this subject! Prishtina Travel

  • This website can be a stroll-via for all the data you wished about this and didn’t know who to ask. Glimpse right here, and also you’ll definitely discover it.

  • Thank you for some other wonderful post. The place else could anyone get that kind of info in such a perfect approach
    of writing? I’ve a presentation subsequent week,
    and I’m on the look for such information.

  • I believe what you published was very reasonable.
    However, what about this? what if you added a little information? I am not suggesting your content isn’t good., but suppose you
    added something that grabbed people’s attention? I mean Akar Homofobia dan Pria Tak Berselera Wanita – Locita is a little plain. You could look at Yahoo’s front page and watch how
    they create article titles to get viewers to open the links.
    You might add a related video or a picture or two to get people interested
    about everything’ve written. In my opinion, it might make your
    blog a little livelier.

  • Please let me know if you’re looking for a article writer for
    your blog. You have some really great posts and I feel I would be a good asset.

    If you ever want to take some of the load off, I’d absolutely love to write some material for your blog in exchange for a link back to mine.
    Please shoot me an e-mail if interested. Thanks!

  • I wanted to thank you for this good read!! I absolutely enjoyed every little bit
    of it. I’ve got you book-marked to check out new things you
    post…

  • Is it real that blogs are simply forum discussions with rss that would certainly allow the individual to watch what they wished to view more convieniently? Is that all the differences?.

Tentang Penulis

Aan Anshori

Kordinator Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD), tengah nyantri di S2 Hukum Keluarga Islam Univ. Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang, twitter @aananshori

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.