Esai

Abdul Somad Tidak Diboikot Ceramah, Hanya Ditunda Tanggal Mainnya

KABAR batalnya ceramah Ustadz Abdul Somad di Masjid Nurul Falah, milik PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) sore tadi, mengguncang dunia maya. Hal itu jadi perbincangan hangat netizen mulai dari akun abal-abal hingga media online nasional. Hal yang sebenarnya tidak perlu dibesar-besarkan mengingat batalnya sebuah acara bukanlah sesuatu yang luar biasa.

Tapi kadung terlanjur ramai, tidak hanya di media sosial seperti Twitter dan Facebook namun juga di media mainstream nampaknya akan mengangkat berita ini esok. Saya curiga perbincangan yang timbul dan mengarah pada isu negatif ini, lahir dari rasa kecewa para penggemar Ustadz asal Kampar Riau ini, setelah beberapa hari lalu Ustadz Abdul Somad (UAS) dilarang masuk ke Hongkong guna menghadiri undangan para TKI.

Setelah saya amati, tanggapan di berbagai media sosial, jagad Twitter lah yang paling meributkan perihal pembatalan ini, dan justru di ranah nyata masyarakat cukup santai bin keep calm. Hal ini terbukti ketika pengajian UAS di Tangerang di hari yang sama berjalan lancar dan dipenuhi oleh warga yang datang juga dari DKI Jakarta.

Bahkan, lapangan dekat Masjid Nurul Ikhlas Yayasan Annajiyah, Tangerang Selatan itu, mesti disulap sebagai lokasi ceramah. Perlu dilengkapi panggung dan tenda besar demi menampung warga. Di depan panggung, dibentangkan karpet-karpet yang menjadi alas duduk bagi jemaah yang hendak mendengarkan dakwah UAS.

http://m.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/17/12/28/p1o9ci330-kedatangan-ustaz-somad-disambut-meriah-warga-tangsel

Memang benar penyematan bIndonesia adalah negara yang paling berisik di dunia. Sayangnya, kita bukan berisik untuk hal-hal yang positif. Tabiat sebagai bangsa yang lebih senang bicara ketimbang membaca, nampaknya berhasil membentuk kita jadi begitu gemar bergosip dan menyebar informasi yang tak perlu. Kita tidak tahu, informasi itu bisa saja berakibat fatal untuk orang lain.

Beberapa akun bahkan sampai membawa hal ini pada ranah politik. Seperti tudingan acaranya sengaja dilarang karena ketika ceramah UAS kerap mengkritik pemerintah, kemudian ceramahnya dianggap menyinggung isu Sara, hingga kecurigaan ada intervensi dari PLN Pusat karena tidak senang terhadap popularitas Ustad Abdul Somad.

Melihat hal itu saya hanya bisa geleng-geleng kepala, betapa banyaknya tenaga yang kita habiskan jika memikirkan hal aneh-aneh. Dan sengaja kita reproduksi terus menerus hanya untuk membenarkan asumsi tidak mendasar seperti di atas. Bahkan ada yang menuduh sebuah ormas Islam dalang di balik pelarangan ceramah hari ini di PLN sekaligus di Hongkong. Sungguh kecurigaan yang bisa berujung fitnah yang menimbulkan syak wasangka yang keji sesama muslim. Naudzubillah mindzalik.

Saya termasuk orang yang menyukai ceramah UAS. Dia tipe ustadz yang nyentrik, gaul dan sangat simple ketika menjelaskan unsur fiqih pada tausyiahnya. Oleh karena itu setelah mendapat kabar pembatalan tadi sore, saya pun mengontak teman yang berada di tim Humas PLN Disjaya guna mengetahui langsung perkara sebenarnya.

Teman saya pun meyakinkan saya bahwa sama sekali tidak ada kesengajaan dari mereka untuk membatalkan acara tersebut. Bahkan menurutnya acara ini bukan batal tapi ditunda.

Semua keputusan tersebut datang dari pihak pengelola masjid Nurul Falah. Mereka terpaksa membatalkan rencana pengajian yang rencananya dilaksanakan Kamis siang 28 Desember 2017 ini, dengan alasan daya tampung masjid yang tak mencukupi.

“Jadi kegiatan ini acara rutin ji ces, biasa, kita undang ustadz buat tausyiah bulanan di masjid. Keputusan memgundang UAS sebenarnya sudah dua bulan lalu ji,” ujar kawan saya ini melalui pesan WhatsApp.

Dari info lanjut yang ia berikan, memang ketua panitia yang membatalkan acara karena informasi yang sampai kepada masyarakat melalui media sosial, spanduk dan masjid sangat viral sekali, takutnya jemaah yang datang membludak dan terjadi dorong-mendorong antar jemaah di lokasi PLN yang punya objek kelistrikan yang vital.

Apalagi seingat saya. Masjid Nurul Falah yang berada samping gedung utama dalam kawasan PLN Disjaya tersebut, memang tidak cukup memadai jika harus menampung 4.000-an orang.

“Masjid hanya menampung 2.000, sesuai perkiraan awal akan datang sampai 3.000 jamaah, tapi karena viral diperkirakan bakal sampai 5.000 jamaah,” ujar panitia penyelenggara seperti dikutip oleh Republika.

Panitia penyelenggara pengajian pun sebelumnya telah berkordinasi dengan manajemen UAS bahwa acara akan dipindahlan. Lokasi yang pas telah disiapkan untuk menampung jamaah yakni di Masjid Istiqlal. Namun, pihak manajemen UAS beranggapan untuk tidak memungkinkan diadakan di sana.

Dengan membludaknya jamaah, fasilitas, serta sarana lain seperti air juga terbatas. Patut dipahami alasan pemindahan tersebut dari PLN Disjaya.

Dengan pertimbangan itu, hanya ada dua alternatif bagi mereka, yakni pengajian diteruskan dengan bermacam resiko di PLN atau dibatalkan.

“Sehingga saya selaku ketua penyelenggara yang juga merangkap ketua masjid Nurul Falah, memutuskan sementara ditunda,” kata M Ismed Suryanegara selaku ketua penyelenggara.

Demi menghindari kekecewaan, panitia pun memberikan informasi kepada jamaah yang hadir jadwal Ustaz Abdul Somad yang ada di DKI dan Tangerang.

Memang dijadwalkan ada lima tempat di DKI dan Tangerang selain di Masjid Nurul Falah PLN Disjaya, yang bisa memungkinkan jamaah untuk menghadiri langsung ceramah UAS hari ini.

Patut Disayangkan

Hal yang patut disayangkan adalah telah beredarnya informasi hoax perihal PLN Pusat yang tidak memberi izin ceramah UAS. Informasi hoax itu beredar melalui pesan berantai di WhatsApp yang mengatasnamakan Serikat Pekerja PLN Disjaya. Hal yang langsung dibantah pihak serikat pekerja. Dimana dalam pesan itu disebutkan pembatalan ceramah tersebut tidak dibatalkan melainkan dijadwal ulang.

Karena pesan WhatsApp sudah banyak beredar, akhirnya Serikat PLN juga memberikan klarifikasi seperti yang saya dapat berikut ini dari kawan saya.

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Menanggapi pemberitaan beberapa media perihal statement dari DPD SP PLN Disjaya mengenai penundaan acara Tabligh Akbar oleh Ustadz Abdul Somad yang sudah berkembang dimedia sosial dan online, berikut disampaikan kronologis penjelasan dari hasil komunikasi dengan pihak Panitia Pelaksana Tabligh Akbar tersebut sebagai berikut :

1. Pelaksanaan Tabligh Akbar di Masjid Nurul Falah PLN Disjaya sebenarnya merupakan kegiatan internal pengajian rutin bulanan.

2. Dalam pelaksanaan kegiatan serupa yang pernah mendatangkan para dai kondang seperti Ustadz Arifin Ilham, Koko Liem, dll… dihadiri jamaah pengajian sekitar 1.000 orang sebagaimana kapasitas daya tampung Masjid Nurul Falah.

3. Namun untuk penyelenggaraan Tabligh Akbar kali ini karena tausiyah diisi oleh Ustadz Abdul Somad dan sangat viral diberitakan oleh media sosial maka Panitia memprediksi jumlah jamaah yang hadir bisa mencapai 5.000 orang atau bahkan lebih.

4. Karena kondisi tersebut di atas serta mengingat kapasitas daya tampung Masjid Nurul Falah yang tidak mencukupi meski telah dilakukan pemasangan tenda tambahan maka demi kenyamanan jamaah dalam mengikuti tausiyah UAS yang menyejukkan, dilakukan upaya untuk memindahkan tempat pelaksanaan acara tabligh akbar ke tempat yang lebih representatif sejak 2 hari sebelumnya yaitu Masjid Istiqlal, Masjid Sunda Kelapa atau Masjid Balai Kota.

5. Panitia telah berupaya melakukan komunikasi dengan pihak pengelola di ketiga tempat tersebut dan menyatakan bersedia kecuali pihak pengelola Masjid Istiqlal yang baru memberikan jawaban kesediaannya jam 08.30 WIB tadi pagi.

6. Panitia Pelaksana Tabligh Akbar juga melakukan komunikasi dengan pihak Manajemen UAS terkait dengan upaya pemindahan lokasi acara tersebut, namun pihak Manajemen UAS masih menginginkan acara dilaksanakan tetap ditempat semula karena perlu berkomunikasi dahulu dengan UAS.

7. Panitia Pelaksana juga mencoba melakukan komunikasi langsung dengan UAS bahkan sampai dengan saat penjemputan beliau di Bandara namun karena beliau sedang istirahat maka komunikasi dilakukan dengan pihak Manajemen UAS kembali.

8. Akhirnya atas pertimbangan tersebut diatas maka dicapai kesepakatan antara pihak Panitia Pelaksana Tabligh Akbar dengan pihak Manajemen UAS untuk melakukan penundaan pelaksanaan acara tersebut dan akan dijadwalkan ulang kembali.

9. Sebenarnya pihak Panitia Pelaksana Tabligh Akbar sudah mencoba mencarikan penceramah pengganti.

10. DPD SP PLN Disjaya akan terus bersinergi dengan Manajemen PLN Distribusi Jakarta Raya untuk membangun Hubungan Industrial yang harmonis

Kiranya tulisan ini bisa mengklarifikasi atas permasalahan yang ada dan kami atas nama DPD SP PLN Disjaya tidak pernah bermaksud membuat mendiskreditkan pihak mana pun.

Akhirul qalam, wabillahi taufik walhidayah….

Wassalamu’alaikum Wr Wb.

Jika sudah begini saya hanya bisa berdoa, ya Allah lindungi hamba dari segala berita hoax dan jagalah hamba dari godaan untuk jadi penyebar hoax.

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Previous post

Cara Canggih Menemukan Asal-Usul Nenek Moyang

Next post

Ketularan LGBT? Begini Proses yang Sebenarnya