17 Feb 2018

Membela Wanita Bercadar Tanggapan Atas Tulisan Restu Alpiansah "Aku Takut Wanita Bercadar" di Qureta.com

SAYA tertarik dengan tulisan Restu Alpiansah di Qureta.com yang berjudul Aku Takut Wanita Bercadar. Tulisan itu tidak masuk dalam kategori esai, namun cerpen. Kontennya berupa dialog batin tokoh “aku” tentang wanita bercadar. Tidak jelas apakah tokoh “aku” disana merefleksikan pengalaman pribadi penulis ataukah hanya kisah fiktif yang dibuat-dibuat. Isinya mengenai 

Muhammad Farid Salman Alfarisi RM 0
25 Nov 2017

KESALEHAN DAN ANTI KORUPSI BERHUBUNGAN ERAT TANGGAPAN TULISAN "TIDAK ADA KORELASI ANTARA KESALEHAN DAN PERILAKU KORUPSI" OLEH REDAKSI MOJOK.CO

REDAKSI Mojok.co menerbitkan sebuah artikel dengan judul Tidak Ada Korelasi Antara Kesalehan dan Perilaku Korupsi. Sebuah judul yang cukup provokatif dan menyengat para ikhwan dan akhwat fillah yang rajin membaca Al Ma’surat pada pagi dan petang. Termasuk Muslim ahli thariqah yang menunggu kesempatan bersuluk karena akan menghabiskan waktu tiga sampai empat

Muhammad Farid Salman Alfarisi RM 0
13 Nov 2017

Sekedar Membela Teori Evolusi Tanggapan Atas Tulisan Mohammad Nasih, "Evolusi Tidak Sempurna?" Di Rilis.Id

EVOLUSI, merupakan topik yang senantiasa hadir di bangku-bangku kuliah. Dulu saya memahami bahwa evolusi hanya populer dalam disiplin Biologi. Ternyata tidak, evolusi merambah berbagai bidang dan didiskusikan lintas disiplin. Terakhir saya melihat tulisan Mohammad Nasih, pengajar di FISIP UI membantah evolusi dan menghadap-hadapkannya dengan kitab suci Islam, Al Quran. Judulnya

Muhammad Farid Salman Alfarisi RM 0
31 Oct 2017

Meraih Cita Mengedepankan Logika TANGGAPAN ATAS TULISAN LASARUS JEHAMAT "MENJAGA ASA MERAWAT RASA" DI MEDIA INDONESIA

MEMBANDINGKAN antara kicauan burung di hutan dan politisi di pasar politik, begitu Lasarus Jehamat memulai tulisannya. Dimuat pada harian Media Indonesia 26 Oktober 2017 dengan judul Menjaga Asa Merawat Rasa. Menurutnya kicauan burung di hutan pada hakikatnya tenang dan damai sementara kicauan politisi ribut dan ramai. Tulisan Lasarus pada intinya

Muhammad Farid Salman Alfarisi RM 0
26 Sep 2017

Presiden Bukan Lembaga HAM TANGGAPAN ATAS TULISAN ARMAN DHANI "SETOP MEMAKLUMI PENGUASA" DI MOJOK

ANEH ketika melihat presiden dipaksa untuk fokus dan menyelesaikan satu persoalan saja, HAM. Setidaknya itu pikiran saya ketika membaca tulisan Arman Dhani di Mojok.co, judulnya “Setop Memaklumi Penguasa”. Menurutnya, presiden disandera para jenderal dan politisi untuk tidak menuntaskan pelanggaran HAM di masa lalu. Sementara itu, dilain pihak, pendukung Presiden meminta

Muhammad Farid Salman Alfarisi RM 0
19 Sep 2017

Guntur Romli Harus Balik Kanan Tanggapan Atas Tulisan Mohamad Guntur Romli, "Mengapa Saya Masuk Politik, Mengapa PSI?" di Qureta

Terkejut! Itu reaksi saya ketika ngopi dengan salah seorang kawan yang memakai jaket ala anak muda berlogo PSI di kawasan Ciputat. “Mas Guntur besok mau deklarasi gabung PSI, Bang,” katanya. “Serius?” balasku “Beneran, Bang.” Dalam hati saya bertanya, mengapa intelektual sekelas Mohamad Guntur Romli mau masuk ke politik praktis. Pertanyaan

Muhammad Farid Salman Alfarisi RM 0
11 Sep 2017

Kasus Yaman Tidak Populer Karena Geopolitik Tanggapan atas Tulisan Denny Siregar "Kenapa Rohingya Lebih Menarik Dari Pada Yaman" di Geotimes

Denny Siregar dalam tulisannya berujudul “Kenapa Rohingya Lebih Menarik Dari Pada Yaman” di geotimes.co.id mencoba mengurai alasan ketidakpopuleran kasus Yaman. Dia menilai, kasus Yaman tidak populer sebab tidak ada sesuatu yang menarik selain perang. Sementara kasus Rohingya dikatakan mempunyai sesuatu didalamnya. Lebih lanjut Denny menyampaikan, media internasional berpengaruh, tidak massif

Muhammad Farid Salman Alfarisi RM 2
05 Sep 2017

Makna Belajar: Sebuah Laku Spiritual Tanggapan tulisan Khoiruddin Bashori, "Mencari Makna Bukan Data"di Harian Media Indonesia 28 Agustus 2017

Tulisan ini secara khusus ditujukan terhadap artikel Khoiruddin Bashori, seorang psikolog dari Yogyakarta. Judulnya “Mencari Makna Bukan Data”, dimuat di Harian Media Indonesia 28 Agustus 2017. Tulisan tersebut dimulai dengan sebuah cerita mengenai perilaku prososial seorang anak kecil saat menawarkan air zamzam kepada jamaah haji. Perilaku anak kecil itu membuat

Muhammad Farid Salman Alfarisi RM 0
29 Aug 2017

Meluruskan Tasawuf Modern?

Ada-ada saja, itulah yang terbersit dalam fikiran penulis ketika membaca tulisan Jamal Ke Malud di Qureta.com yang berjudul Meluruskan Tasawuf Modern. Menurut dia tasawuf modern merupakan tandingan dari tasawuf klasik. Tasawuf klasik dinilai bagi sebagian pihak sebagai penyebab kemunduran umat Islam. Pihak yang tidak sepakat dengan hal ini, menamailah tasawuf

Muhammad Farid Salman Alfarisi RM 0