09 Dec 2017

Kisah Perempuan dari Beranda Rumah

FILM Nyai (A Woman From Java) bertutur dalam satu shot selama 90 menit; tanpa cut, tanpa putus, terus berjalan seperti sebuah kehidupan. Sekali, setelah itu selesai–itu jika Anda tidak percaya dengan reinkarnasi. Garin Nugroho selaku sutradara film Nyai, memindahkan sebuah kehidupan di beranda rumah. Siklus waktu selama dua hari hanya berpusar

Rachmat Hidayat Mustamin 0
01 Dec 2017

Review Film yang Gagal Jadi Surat Cinta Review Film The Hand (2004)

NAURA yang baik, Bagaimana kabarmu hari ini? Apakah di kota Bandung sedang hujan deras? Di Kota Solo, tempat saya tuliskan surat ini, hujan datang terus menerus seperti seseorang yang sedang mengetuk pintu berulang kali. Sementara, barangkali, yang berada di balik pintu sedang sibuk mengamati bayangan sendiri. Naura, Baru saja saya

Rachmat Hidayat Mustamin 0
23 Nov 2017

Menulis Marlina dalam Empat Babak Review Film Marlina Si Pembunuh (2017)

BABAK 1 Saya datang ke bioskop sendirian. Sepekan sebelumnya, saya janjian dengan seorang kawan agar ia mau menemani saya menonton penayangan pertama film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak. Tapi kemudian niat tersebut urung sebab hujan terus menerus menggerus kota Solo pada hari Kamis, 16 November 2017. Saya merasa ada

Rachmat Hidayat Mustamin 0
21 Nov 2017

Mengenal Tafsir Qur’an Unik: Lintas Mazhab Sunni dan Syiah

AL QUR’AN memang sangat luar biasa. Tidak pernah habis untuk dibahas dan diuraikan titah Ilahi yang terkandung di dalamnya. Lebih kurang 14 abad lalu, muslim dan juga umat agama lain mendiskusikannya. Berbagai pendekatan dilakukan dalam mengelaborasi isinya, mulai dari teologis, yuridis hingga metafisis. Beragam tafsir juga hadir dari zaman ke

Muhammad Farid Salman Alfarisi RM 0
19 Nov 2017

Kisah Kesulitan dan Kekuatan Perempuan Review Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (2017)

TIDAK banyak film Indonesia yang memposisikan perempuan sebagai seorang tokoh utama yang berani dan punya peran sentral. Kalaupun ada, seringkali merupakan film-film yang diadaptasi dari kehidupan para tokoh-tokoh perempuan terkenal atau pahlawan. Di antaranya adalah Kartini, Cut Nyak Dhien atau Nyai Ahmad Dahlan. Persis di titik inilah mengapa film Marlina si

Kasmiati Kasmiati 0
10 Nov 2017

Heath Ledger dan Hal-Hal yang Terekam

“….It’s all part of the plan” – Joker (The Dark Knight, 2008) Banyak alasan yang bisa menentukan mengapa seseorang menonton atau menyukai sebuah film. Bisa dari soundtrack, genre, siapa sutradara, teknis hingga aktornya. Secara pribadi, selain ditunjang dengan soundtrack, genre dan sebagainya. Saya menyukai sebuah film dari siapa aktor yang

Aswan Pratama 0
07 Nov 2017

Sulitnya Menjadi Perempuan dalam Lelaki Harimau

SALAH satu novel yang ketika membacanya membuat waktu saya banyak terbuang adalah Cantik itu Luka karya Eka Kurniawan. Dari halaman pertama hingga terakhir saya tak kunjung mengerti proporsi apa yang ingin disampaikan Eka. Saya berkata dalam hati, mungkin ini terakhir kalinya saya akan membaca buku Eka. Apesnya, salah satu mata

Ais Nurbiyah Al-Jum’ah 0
01 Nov 2017

Luka, Cinta, dan Penindasan Review Film Posesif (2017)

“Is pain still pain if we are not awake to feel it?” Pertanyaan di atas itu saya temukan ketika menghadiri salah satu sesi diskusi di perhelatan sastra Ubud Writers and Readers Festival yang berlangsung 25-29 Oktober kemarin. Sesi panel itu diisi oleh Kate Cole-Adams, seorang penulis dan wartawan yang menjelaskan perihal Anaesthasia. Anaesthasia semacam keajaiban

Rachmat Hidayat Mustamin 0
17 Oct 2017

Belajar Menemukan Diri Melalui Sinema Iran “WHERE IS THE FRIEND’S HOME”

KETIKA libur sekolah, salah satu televisi swasta Indonesia kerapkali menayangkan film Children of Heaven berulang-ulang. Film yang disutradarai oleh Majid Majidi itu selalu berhasil membuat pipi Ibu saya basah oleh air mata. Keluarga saya akan tetap menontonnya meski telah tahu betul bagaimana kisahnya. Saya mulai menyukai film-film Iran setelah menyaksikan

Rachmat Hidayat Mustamin 0
12 Oct 2017

Pengabdi Setan yang Baik dan Meme yang Kurang Ajar

Periode bulan September hingga Oktober bisa dibilang bulan yang ramai akan film Indonesia. Sebut saja Jembatan Pensil, My Stupid Boyfriend, Suhu Beku, Jomblo, Merah Putih Memanggil hingga Pengabdi Setan. Pengabdi Setan karya Joko Anwar ini yang paling sering menarik perhatian. Promo-promo yang dilakukan, trailer yang dibagi dan paling utama adalah

Aswan Pratama 0