08 Sep 2017

Perempuan : Dari Fitrah ke Kiprah Sebuah Perenungan Memaknai Tubuh dan Rumah

Pengurus Besar (PB) Pelajar Islam Indonesia (PII) melalui Badan Otonom Koordinator Pusat (BO KORPUS) PII Wati merefleksikan satu gagasan besar saat momentum Sidang Dewan Pleno Nasional (SDPN) Periode 2015/2017. Gagasan yang kemudian discripta kan dengan perempuan “Dari Fitrah ke Kiprah”. Konsep itu diharapkan menjadi bahan rekomendasi strategis dalam gerak PII

Ais Nurbiyah Al-Jum’ah 0
08 Sep 2017

Surat Dukungan untuk Sang Matador, Dandhy Laksono

Halo Mas Dandhy. Apa kabarmu? Saya yakin kau sedang baik-baik saja. Sudah berapa ancaman yang Kau nikmati hari ini? Ah, saya pikir Kau mungkin sudah terbiasa dengan hal itu. Bisa jadi yang kini Kau rasakan hanyalah buih dari advokasi Kendeng, penggusuran, dan reklamasi yang Kau perjuangkan. Pertama kali membaca tulisanmu

Dhihram Tenrisau 0
06 Sep 2017

Bonus Demografi Menurunkan Angka Jomblo?

Ketika detik berpindah dari dua belas ke satu, sejak itu pula usia saya bergeser menjadi 31 tahun. Jika kita mengacu Undang-Undang RI Nomor 40 Tahun 2009 tentang kepemudaan, tentu saya harus sadar diri bahwa saya telah meninggalkan status cap pemuda. Yang patut disyukuri, karena di usia ini saya telah menikah

Arief Rosyid 0
05 Sep 2017

Literasi Hebat untuk Desa

Bisakah buku-buku dari khasanah kesusastraan dunia masuk ke desa-desa? Bisakah buku-buku hebat yang merangkum semua jejak dan pencapaian manusia di sepanjang sejarah menjadi literasi yang memperkaya wacana bagi warga di desa-desa? Bisakah kita membangun tradisi baca dan tulis, serta menghadirkan satu perpustakaan yang tak sekadar ruang baca, tapi menjadi jantung

Yusran Darmawan 0
05 Sep 2017

Dilema Suu Kyi, Rohingya dibawa ke Mana?

Beberapa waktu lalu, dunia dikejutkan dengan operasi militer yang menewaskan korban dari kelompok kaum Rohingya. Suu Kyi menjabat sebagai State Counselor atau setara dengan perdana menteri. Suu Kyi juga berpengaruh terhadap kekuasan Presiden Htin Kyaw. Posisi tersebut membawa Suu Kyi dalam situasi yang dilema, di satu sisi ia berhadapan dengan

Rayla Prajnariswari Belaudina Kusrorong 0
04 Sep 2017

Tulisan Bodoh Seorang Ayah untuk Anaknya di Hari Raya Kurban

Entah Idul Adha yang keberapa, saya tak lagi bersama keluarga besar di tanah kelahiran saya. Sejak memilih merantau di Ibukota, saya lebih memilih menghabiskan momen hari raya kurban ini bersama teman. Kini, tentu dengan istri, anak, dan keluarganya. Sehabis mendengarkan ceramah, saya menyempatkan diri menelpon orangtua. Ajaran ini secara langsung

Arief Rosyid 0
02 Sep 2017

Akar Masalah Rohingya dan Rumitnya Situasi

Tanggal 23 Mei 2016, Poppy McPherson menulis “‘No Muslims Allowed’: How Nationalism is Rising in Aung San Suu Kyi’s Myanmar” di The Guardian. Isinya mengenai pembatasan dan pelarangan yang diberikan oleh pemerintah beserta masyarakat Myanmar kepada Muslim Rohingya. Mereka tidak dibiarkan bermalam dan menikah dengan etnis Myanmar lainnya yang beragama

Muhammad Farid Salman Alfarisi RM 2
01 Sep 2017

Agamawan dan Kenyinyiran Kita

Takbir Idul Adha berkumandang dan membawa saya pada sebuah ingatan. Beberapa waktu lalu saya mendapat tamparan keras dari seorang perempuan yang telah saya lupakan namanya. Beberapa menit setelah dia memperkenalkan namanya di depan Mrs. Shobhana Radhakrishna, Chief Functionary, Gandian Forum for Ethical Corporate, India. Dia bersama saya dan 80 peserta

Ais Nurbiyah Al-Jum’ah 0
31 Aug 2017

Kebijaksanaan Dokter Gigi dalam Pusaran Konflik

Melihat tajuk berita yang berseliweran di media sosial dan grup yang berkaitan dengan profesi, saya cukup terkejut. Terlebih melihat sekelas pejabat–notabene Ketua DPRD–mau meminta maaf atas statementnya yang menyasar profesi kedokteran gigi. Ada dua poin yang patut dicermati. Pertama, Masalah beliau Cornelis Buston (CB) dengan Dirut RS Raden Mattaher, drg.

Dendy Dwirizki Gunawan 0
30 Aug 2017

Saracen: Antara Hoax, Game dan Sejarah

Mendengar kata Saracen, sindikat pembuat hoax dan ujaran kebencian yang baru-baru ini ditangkap kepolisian, banyak pihak mungkin merasa heran. Sebab pekerjaan yang dilakoni tidaklah mulia dan tidak manusiawi sama sekali. Disamping menimbulkan kekacauan informasi, pekerjaan itu menyerang  golongan tertentu dan menurunkan harga diri mereka. Sebenarnya ketika isu Saracen muncul, penulis

Muhammad Farid Salman Alfarisi RM 0