01 Sep 2017

Agamawan dan Kenyinyiran Kita

Takbir Idul Adha berkumandang dan membawa saya pada sebuah ingatan. Beberapa waktu lalu saya mendapat tamparan keras dari seorang perempuan yang telah saya lupakan namanya. Beberapa menit setelah dia memperkenalkan namanya di depan Mrs. Shobhana Radhakrishna, Chief Functionary, Gandian Forum for Ethical Corporate, India. Dia bersama saya dan 80 peserta

Ais Nurbiyah Al-Jum’ah 0
31 Aug 2017

Kebijaksanaan Dokter Gigi dalam Pusaran Konflik

Melihat tajuk berita yang berseliweran di media sosial dan grup yang berkaitan dengan profesi, saya cukup terkejut. Terlebih melihat sekelas pejabat–notabene Ketua DPRD–mau meminta maaf atas statementnya yang menyasar profesi kedokteran gigi. Ada dua poin yang patut dicermati. Pertama, Masalah beliau Cornelis Buston (CB) dengan Dirut RS Raden Mattaher, drg.

Dendy Dwirizki Gunawan 0
30 Aug 2017

Saracen: Antara Hoax, Game dan Sejarah

Mendengar kata Saracen, sindikat pembuat hoax dan ujaran kebencian yang baru-baru ini ditangkap kepolisian, banyak pihak mungkin merasa heran. Sebab pekerjaan yang dilakoni tidaklah mulia dan tidak manusiawi sama sekali. Disamping menimbulkan kekacauan informasi, pekerjaan itu menyerang  golongan tertentu dan menurunkan harga diri mereka. Sebenarnya ketika isu Saracen muncul, penulis

Muhammad Farid Salman Alfarisi RM 0
29 Aug 2017

Modal Kehormatan Dokter Gigi

Seringkali untuk masalah yang sifatnya temporer, semua lantang bicara. Merasa terusik dengan kemapanan yang selama ini dibangun belasan mungkin puluhan tahun. Mulai dari semua level struktur. Tak lepas juga organisasi tempat saya bernaung: PDGI. Dari dokter gigi yang belum mendapat ijazah, sejawat di pelosok yang sulit terjangkau sinyal, hingga beberapa

Arief Rosyid 1
28 Aug 2017

Nikmat Indonesia Mana Lagi yang Kau Dustakan!

Lebih baik disini, rumah kita sendiri. Alunan lagi rumah Kita ini terngiang-ngiang tatkala pagi itu kami keluar lift di Stasiun Kereta Pisa menuju kantor polisi stasiun. Bukan apa-apa, setelah berhimpitan dari satu lantai dasar ke lantai berikutnya, dua orang remaja perempuan berhasil merogoh tas kakak ipar saya, Atras Mafazi. Diambilnya

Arief Rosyid 0
16 Aug 2017

Indonesia dan Hadiah Demokrasi

Menguatnya politik identitas belakangan ini menciptakan diskursus baru dalam potret kebhinekaan. Fenomena ini menggiring kita pada tanda tanya baru tentang demokrasi indonesia setelah 32 tahun berdarah-darah melawan otoritarianisme orde baru. Di usia yang ke 72 indonesia diperhadapkan pada keresahan besar atas refleksi praktek demokrasinya. Praktek baru demokrasi di indonesia memunculkan

Muhammad Sujahri 0
06 Aug 2017

Mimpi Demokrasi dari Bebunyian Puisi

Di suatu sore di dalam kereta. Jejeran orang bertumpuk. Ditengarai ketiak dan sesak para penumpang, salah satu upaya untuk meringankan kesumpekan tersebut adalah melihat gawai mereka. Di satu sisi dekat pintu seorang lelaki memandang gawainya dengan serius, nampak berita dari sebuah media propaganda, tangannya kemudian bermain-main menuliskan emosinya yang meluap.

Dhihram Tenrisau 0
26 Jul 2017

Sesat Pikir Para Juru Bicara Mafia Beras

Bagi Anda yang sering berselancar di sosial media, mungkin belakangan ini sering memperhatikan polemik tentang kasus manipulasi beras premium. Kasus ini terbilang cukup bombastis karena berhasil menarik perhatian banyak pihak. Keriuhan ini cukup beralasan mengingat kebergantungan masyarakat Indonesia pada komoditas ini yang sangat besar. Mulai dari ibu-ibu, petani, pelaku usaha

Alhe Laitte 0
15 Jul 2017

Ada Apa dengan INDEF?

Belakangan ini Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) nampak sangat getol mengkritik Kementerian Pertanian (Kementan). Salah satu momentum teranyar adalah saat INDEF mengkritik klaim keberhasilan Kementan yang sebelumnya merilis data Food Sustainability Index (FSI) yang dibuat oleh The Economist Intelligent Unit (EIU) dan Barilla Center for Food and

Alhe Laitte 0
01 Jun 2017

Nikmat Jadi Orang Indonesia

Saat sahur di Kota Sorong, imsak pukul 04.47. Kemudian terbang ke Jakarta. Dengan perbedaan waktu dua jam, maka buka puasanya bertambah kurang lebih dua jam. Sementara jika sahur di Jakarta, kemudian pulang ke Papua, maka buka puasanya lebih cepat kurang lebih dua jam. Terbang dari Jayapura ke Aceh bisa sehari.

Ismail Suardi Wekke 0