05 Nov 2017

Pabrik Kembang Api

Lelaki berbadan tegap berambut cepak itu berlari di tepi jalan di antara deretan pabrik di kawasan Kosambi, Tangerang. Kaos putih membungkus ketat badannya yang berotot dan berkeringat. Ia berlari dengan menjaga kewaspadaan karena jalanan yang tidak terlalu lebar itu penuh dengan kendaraan yang lalu lalang, tak ada trotoar yang nyaman,

Arimbi Bimoseno 0
29 Oct 2017

Bayang-Bayang

AROMA tubuhnya masih tertinggal di setiap sudut rumah. Aroma cologne beraroma citrus. Bayang-bayang dirinya masih kerap bertandang. Seolah dia hadir di kamar tidur, kamar mandi, ruang keluarga, ruang tamu, bahkan di pelataran rumah. Tubuhnya yang tinggi tegap tak ubahnya siluet yang selalu hadir setiap waktu. Semua hal tentang dirinya yang

Artie Ahmad 0
22 Oct 2017

Karena Aku Tak Sendiri

Rutinitas pulang kampung ku kali ini terasa berbeda. Weekend yang selama ini ku isi dengan tidur seharian, tiba-tiba menjadi rusak saat Ibu menyuruhku ikut arisan keluarga. Aku benci acara ini, bagaimana tidak, aku harus duduk berjam-jam demi medengarkan ocehan para tetua dengan segala nasehat panjang yang bahkan tak ku pahami

Weni Mayendri 0
15 Oct 2017

Budi, Ratih, dan Jarot, lalu Datang Juga Bunga

ADA ujungnya. Budi yakin tentang hal itu. Jika pun ini tak berujung dia yakin juga semunya akan biasa jika mulai terbiasa. Perihal membunuh waktu adalah perihal sulit, semua orang juga tahu itu. Dimulai ketika Ratih pamit diri dari kehidupanya. Semua terasa lambat bagi Budi. Detik, menit, jam mulai berjalan seperti

Abdul Wazib 0
08 Oct 2017

Ustaz itu Seorang To Balo

KEHADIRANKU di dunia terancam. Aku harus dibunuh atau dibuang ke hutan menjadi hidangan binatang buas. Jika tidak, bencana akan menerpa keluargaku. Batas waktu sudah berlaku esok. Bapak kian gusar. Bapak harus cepat memilih. Namun, waktu yang kunanti-nanti belum membuat Bapak memberi keputusan bulat mengenai nasibku. Hari ini, aku sendiri yang

Alfian Dippahatang 0
01 Oct 2017

Mesin Pengabsen

PAGI itu hujan deras. Aku nekat menerobosnya dengan motorku. Jas hujanku kuyup hingga tembus ke jaket. Untung seragamku tidak basah. Aku sengaja bertelanjang kaki saat menempuh perjalanan menuju kantor. Sepatuku kubungkus tas plastik. Perjalanan ini terasa lamban dan banyak hambatan. Namun, aku tak boleh terlambat. Akhirnya, pukul 07.31 aku sampai

Gunawan Tri Atmodjo 0
24 Sep 2017

Vera dan Puisinya

SAYA membenci penyair yang menjelaskan puisinya kepada saya. Saya berharap ia segera mati. O, ini bukan kiasan. Saya berharap ia benar-benar mampus. Lebih baik hilang nyawa ia berkalang tanah, daripada hidup dan tidak mengizinkan saya berimajinasi. Tapi tidak ketika saya bertemu Vera. Vera punya suara sehalus angin pantai, seserak cangkang

Felix K. Nesi 1
17 Sep 2017

Pesan Moral

DENGAN gaun hijau berdada rendah itu, Melia adalah yang paling berkilau di antara kami. Dia telah tiba di gerbang sebelah utara, tempat yang telah kami rencanakan untuk berkumpul, lima belas menit sebelum aku tiba. Setidaknya begitu pengakuannya. Dia sedang tersipu mendengar aku memuji dandanannya saat Sandra kemudian datang menumpangi taksi.

Jamil Massa 0
10 Sep 2017

Sebuah Meja Adalah Sebuah Meja Terjemahan Cerpen Peter Bischel berjudul “Ein Tisch ist ein Tisch”

Saya akan menceritakan sebuah kisah tentang seorang lelaki tua, seorang lelaki yang tak lagi mengucapkan sepatah pun kata. Berwajah lelah, terlalu lelah untuk tersenyum dan terlalu lelah untuk marah. Orang tua ini tinggal di sebuah kota kecil, di ujung jalan atau di dekat persimpangan. Nyaris tak ada gunanya menggambarkan lelaki

Muliadi GF 0
03 Sep 2017

Kopi Terakhir Sang Ketua

Entah aku sial atau beruntung berhadapan dengannya malam ini. Lingkaran ini sama halnya sebuah kawah panas. Magma yang siap meletup, dan aku hanya bisa mengerutkan dahi, membulatkan bibir dan suara, atau membelalakkan mata. Kami menatap layar televisi yang tergantung di pojok. Pak Presiden sedang di podium kenegaraan. Dia berpidato tapi

Dhihram Tenrisau 0