Locita

Start-up Singapura, Zilingo, adalah Pemenang dari Perang Dagang AS-Cina

Perang dagang AS-Cina adalah berita baik untuk start-up toko online Singapura, Zilingo.

Zilingo dari Singapura, dibentuk tahun 2015 oleh Ankiti Bose dan Dhruv Kapoor, mengoperasikan platform online berbasis bisnis-ke-bisnis yang menghubungkan pemasok industri fashion langsung ke merek dagang, yang mengurangi ongkos produksi karena tak lagi butuh perantara. Pajak lebih tinggi dari AS terhadap barang buatan Cina meningkatkan pemindahan industri garmen keluar dari Cina, ke negara-negara di wilayah operasional Zilingo, yaitu Asia Tenggara.

“Negara-negara semacam Vietnam, Bangladesh, India, Kamboja, dan Indonesia telah menjadi pusat-pusat produksi [untuk fashion], jadi ini adalah kesempatan yang baik,” kata Ankiti Bose, pimpinan eksekutif Zilingo, dalam wawancara minggu lalu.

“Ada sebuah pintu kesempatan terbuka ketika orang-orang tidak ingin mengambil barang langsung dari Cina [karena perang dagang],” katanya. “Negara-negara lain menutup kebutuhan pabrik dengan cepat, dan kita mendukung hal tersebut serta mendapat untung secara langsung.”

Pintu kesempatan tersebut datang dari perang dagang AS-Cina, yang memulai dengan cepat suatu tren untuk memindahkan pabrik-pabrik ke luar Cina, menuju negara-negara lain dengan biaya lebih rendah di Asia Tenggara, juga India dan Bangladesh di Asia Selatan.

Pemerintahan Trump telah menetapkan pajak untuk hampir separuh dari barang-barang impor Cina, sebagaiman Washington menekan Beijing untuk membuka pasarnya lebih jauh dan mengatasi masalah-masalah laten dalam perdagangan, termasuk paksaan dari Cina untuk berbagi informasi teknologi bagi perusahaan-perusahaan asing yang ingin punya pabrik disana.
Retorika “Dibuat di Amerika” oleh pemerintahan Trump juga menguntungkan Zilingo karena sejumlah merek dagang AS yang ingin memindahkan beberapa produksi ke luar Cina sudah memutuskan untuk langsung mengambil dari pabrik di Asia Tenggara. Strategi ini telah mengizinkan firma-firma tersebut untuk mengirim barang ke AS tanpa pajak tinggi untuk barang dari Cina.

Ini adalah situasi yang telah menguntungkan 4000 pabrik yang bekerjasama dengan Zilingo di wilayah ini.

Platform online Zilingo menyediakan berbagai jenis pabrik dan pemasok yang didesain untuk merek-merek industri fashion. Rantai pasokan ini termasuk penyedia jasa-jasa seperti manajemen inventaris, pencairan dana, logistik, dan pembayaran.

Perusahaan mengambil untung tiap ada perjanjian dagang yang terbentuk melalui platform mereka. Model bisnis ini dengan efektif menghilangkan sejumlah agen yang biasanya harus dihadapi perusahaan merek dagang maupun pabrik. Ini juga memastikan bahwa keuntungan bisa disebar lebih adil antar pemasok di industri fashion.

Sekarang, Zilingo menghasilkan 80% penghasilannya dari pengoperasian bisnis-ke-bisnis dalam mencocokkan merek dagang Amerika dengan pemasok di Asia Tenggara, India, dan Bangladesh. Jasa ini baru diluncurkan di AS untuk menarik lebih banyak merek Amerika untuk menggunakan jaringan pemasok Zilingo.

Perusahaan start-up ini juga menjalankan layanan bisnis-ke-konsumen di enam pasar Asia-Pasifik, termasuk Filipina, Indonesia, dan Thailand – dimana mereka menjual produk bermerek maupun barang dari pengusaha kecil.

Firma ini telah mengumpulkan lebih dari 300 dolar AS dalam hal pembiayaan, dengan tujuan menjadi start-up unicorn – yaitu start-up yang dihargai lebih dari 1 milyar dolar.
Bose mengatakan alasan besar mengapa banyak pabrik di Asia Tenggara dan Selatan bekerjasama dengan Zilingo adalah karena teknologi yang mereka sediakan.

“Di Cina, pabrik-pabrik sudah punya peralatan canggih,” katanya. “Di negara Asia lain, masih terus berusaha mengejar.”

Membantu operasional pabrik menjadi berbasis digital dan membuatnya lebih mudah untuk terhubung dengan pemasok dan perusahaan telah memberi Zilingo data-data berharga untuk penghargaan perusahaannya, yang telah membuka jalan bagi Zilingo untuk pembentukan operasional teknologi finansial.

Zilingo meminjamkan uang untuk bisnis-bisnis di platform mereka, yang kebanyakan tak bisa mendapat biaya dari institusi finansial tradisional. Untuk perusahaan-perusahaan yang tak memenuhi syarat peminjaman dari Zilingo, Zilingo bisa meminjamkan data finansial mereka ke kreditur-kreditur yang mungkin mau menerima.

Bose mengatakan Zilingo sedang mencari cara untuk mengalihkan bisnis finansial teknologi mereka ke perusahaan terpisah, dalam 12-18 bulan ke depan.

“Bisnis tidak menginginkan subsidi atau diskon,” katanya. “Mereka menginginkan kredit, mereka ingin asuransi, mereka ingin sumber jangka panjang yang stabil untuk finansial bisnis mereka.”

“Ketika Anda memberi akses terhadap uang ke bisnis-bisnis dengan tujuan baik, tidak ada yang lebih kuat daripadanya.”

Avatar

tanjunglarasati

Tentang Penulis

Avatar

tanjunglarasati

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.