Locita

Menanti Chelsea Islan Jadi Menteri Kelautan

BERBEDA dengan politisi muda Tsamara Amani yang ingin menjadi Gubernur suatu saat nanti, artis cantik Chelsea Islan ingin menjadi menteri suatu saat nanti. Melihat kiprah dan pengalamannya di luar dunia artis, ia sangat layak dinominasikan sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Buktinya, saat dipanel dengan Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti, Chelsea sangat fasih membahas isu maritim, Sabtu kemarin (24/2/2018).

Kemarin, saya berkesempatan menyaksikan Chelsea Islan yang dipanel dengan Susi Pudjiastuti di acara We Are the Change that We Seek yang digagas organisasi We the Youth di Pusat Perfilman H Usmar Ismail, Jakarta.

Di acara itu, Susi berbagi pengalaman selama menjadi menteri serta pandangannya mengenai sektor kelautan Indonesia. Sedangkan Chelsea sebagai perwakilan generasi milenial yang membahas isu-isu kepemudaan dan isu kelautan di Indonesia sebagai negara maritim.

Acara ini tidak dikemas serius sebagaimana seminar atau konferensi, melainkan santai dan penuh canda. Penyelenggara acara melihat audience acara ini adalah generasi milenial yang senang dengan sesuatu yang fleksibel atau cair. Di awal acara, Susi memuji kecantikan Chelsea Islan. Mulanya, ia bercerita bahwa sejak jadi menteri, ia butuh waktu berdandan 30 sampai 40 menit.

Saat pembawa acara bertanya, berapa lama Chelsea berdandan, Susi menjawab, “Kalau ini sih nggak perlu make-up. Kulitnya masih bagus.” Penonton semua bersorak. Acara itu menjadi lebih cair. Chelsea tersipu-sipu saat dipuji Susi. Di acara itu, Chelsea tampak cantik, sebagaimana penampilannya saat memerankan Ilona Ianovska dalam film Rudy Habibie, juga seperti Stella di film Tjokroaminoto. Di dua film ini, Chelsea berpasangan dengan aktor ganteng Reza Rahadian.

Ternyata, Chelsea tak hanya piawai berakting di layar kaca. Dia juga cukup fasih membahas kondisi bangsa. Tak hanya itu, dia juga bercerita mengenai obsesinya yang kelak ingin jadi menteri. Bagi saya, ini sesuatu yang wow, bahwa Chelsea bukan tipe artis yang egois, tapi justru memikirkan sesuatu yang lebih besar untuk bangsanya.

Chelsea memang mengagumkan. Dia bukan tipe artis yang sibuk sosialita dan membanggakan barang mewah. Gadis muda yang lahir di Washington DC pada 2 Juni 1995, yang kini berusia 22 tahun itu, banyak terlibat dalam kegiatan sosial. Dia mendirikan komunitas Youth Of Indonesia. Dia juga seorang SDG’s Mover sehingga ia menjadi Duta UNDP Connecting the dots for life underwater.

Tugas Chelsea menjadi promotor bagi anak muda untuk melakukan pemberdayaan laut yang berkelanjutan terutama lingkungan dan ekosistem laut yang terancam punah. Belakangan, sebagai ambassador Wahana Visi Indonesia, Chelsea sering ke Papua untuk berkampanye tentang pendidikan anak.

Dia selalu datang membawa buku untuk dibagikan kepada anak-anak di sana. Di akun Instagram-nya, ia sering memajang foto-foto kunjungan ke wilayah paling ujung Indonesia itu.

Dalam diskusi kemarin, Chelsea memaparkan beberapa data tentang potensi generasi muda sangat signifikan, Jumlah penduduk usia muda menurut Bappenas tercatat 64.938.700 orang. Jumlah ini melampaui penduduk Singapura. Artinya, jumlah anak muda Indonesia 10 kali lipat penduduk Singapura pada tahun 2017.

Potensi ini dipercaya Chelsea sebagai tanggung jawab anak untuk memajukan Indonesia apalagi dibidang kemaritiman. Anak muda harus mencintai kekayaan laut Indonesia dan memelihara ekosistem laut yang berkesinambungan serta memelihara konservasi ekosistem.

Selanjutnya, Chelsea berpesan anak muda untuk mengambil peran strategis dalam menjawab kondisi kelautan yang banyak potensi. Indonesia menjadi negara adidaya dari aspek kebijakan sektor kemaritiman. Anak muda harus menjawab tantangan dan peluang dengan semangat nasionalisme.

Oh ya, saya ingat betul pesan Chelsea di talkshow itu. Menjadi Indonesia sebagai negara maritim memerlukan semangat nasionalisme. Indonesia punya sejarah panjang maritim, Nenek moyang mengarungi lautan untuk menyatukan nusantara. Keberanian ini perlu dicontoh.

Entah Chelsea kelak akan menjadi menteri atau tidak, sebaiknya ia menjadi menteri kelautan saja, mengingat namanya Chelsea yang jika dieja Chel-sea (laut). Atau entahlah dia lebih baik menjadi artis di layar kaca saja.

Yang pasti, anak muda seperti Chelsea adalah potret dari anak-anak muda “jaman now” yang tak hanya memikirkan dirinya, tapi mulai memikirkan sesuatu yang lebih besar, yakni lingkungan, ekosistem, serta masa depan Indonesia sebagai negara maritim.

Rayla Prajnariswari Belaudina Kusrorong

Alumni Pascasarjana Hubungan Internasional Universitas Airlangga

Add comment

Tentang Penulis

Rayla Prajnariswari Belaudina Kusrorong

Alumni Pascasarjana Hubungan Internasional Universitas Airlangga

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.