Locita

Presiden Berkuda dan Dungu ala Rocky Gerung

KENAPA na ada foto Keledai, apa hubungannya yah?

Rocky Gerung (RG) toh belakangan ini mampu mengangkat derajat kata “dungu” yang selama ini berada di narasi pinggiran. Beliau mampu menggeser makna “dungu” menjadi kata utama untuk menilai kebenaran dalam situasi politik pilpres.

Nah, tulisan subyektif saya ini bisa dikategorikan sebagai alat untuk numpang panggung saja dengan mencatut nama beliau (RG) yang sangat populis. Boleh-boleh saja ji toh?

Mungkin ada yang mengenal Richard Rorty, seorang filsuf Amerika Serikat pelopor pragmatisme modern. Beliau menganggap bahwa melanjutkan diskursus makna, adalah salah satu alternatif epistemologi di era milenial.

Tau ji ki epistemologi? Epistemologi itu ilmu tentang hakikat dan makna. Jadi kalau kita pernah dengar tentang pertanyaan, “Yang mana lebih duluan telur atau ayam”, artinya kita sudah mempelajari sedikit mengenai epistemologi.

Epistemologi ini mempunyai tradisi filosofis yang menyimpulkan bahwa makna kata-kata adalah fungsi dari bagaimana mereka digunakan, bukan makna dari apa yang orang ingin mereka gambarkan. Kalau ingin lebih jelas, sila tanya ki sama Andi Ryza Fardiansyah.

Sederhananya, makna akan terus berdialog untuk menemukan makna baru dan kembali berdialog untuk menemukan makna selanjutnya, dan seterusnya. Sama ji seperti perempuan, semakin sering diberikan makna dan berdialog, akan disibak tabir kecantikannya dan ketika nalarnya mulai terbuka. Bisa jadi kita mi itu.

Sebagai contoh misalnya, sebuah pepatah, “Hanya keledai dan orang dungu yang jatuh dua kali ke lubang yang sama”. Beda dengan RG yang memaknainya sebagai alat menghina dalam ekspresi bercanda dan marah, dungu disini menjadi kata sifat kemanusiaan yang berperadaban rendah.

Kalau pepatah di atas dibawa dalam situasi politik pilpres, di mana ada salah satu calon yang sudah jatuh dua kali di lubang yang sama (pilpres). Calon itu bisa dimaknai sebagai keledai ataupun dungu. Bisa juga dikombinasikan.

Bergesernya makna keledai dan dungu dalam proses dialog ini, penulis tidak bisa menggambarkannya secara utuh sesuai keinginannya. Biarlah pembaca yang menerjemahkan.

Ruang pemaknaan akan mengikut pada posisi dan tugas kata-kata dalam sebuah kalimat. Tergantung cara dialog kita, mau berhenti sementara di makna yang mana.

Ketika ada situasi baru, misalnya calon tersebut (yang sementara berkontestasi) jatuh untuk ketiga kalinya di lubang yang sama (pilpres). Berarti kata-kata keledai dan dungu, kembali berkontemplasi dalam mencari makna barunya.

Karena ada perbedaan situasi, antara jatuh dua kali dan jatuh tiga kali. Keterlibatan psikologis pada jatuh yang ketiga terasa agak berat dan semoga tidak menjadi trauma.

Makna dungu dan keledai akan kembali berdialog. Karena kata kedua kata tersebut terlanjur mempunyai aturan main, kata-kata tersebut hanya bisa direpresentasikan untuk dua kali jatuh.

Kalau sudah tiga kali jatuh, berarti kastanya dipastikan lebih rendah daripada dungu dan keledai. Perubahan kalimatnya mungkin menjadi, “Hanya orang lingu (bingung atau oon) yang jatuh dan hattrick di lubang yang sama. Dialognya entah akan berhenti sementara di makna yang mana.

Perubahan situasi calon juga ikut berubah, semisal: yang biasanya naik kuda dengan gagahnya, setelah jatuh yang ketiga kali (pilpres), akhirnya tidak naik kuda lagi.

Tapi berubah jadi naik keledai dengan lingu-nya. Atau bisa juga dialog makna akan dilakukan dengan keledai sebagai ruang kontemplasi. Makanya, memilih presiden alangkah lebih baiknya yang tidak berkuda, apalagi yang sudah berkali-kali terjatuh. Lebih-lebih yang naik keledai.

Begitulah epistemologi yang ada pada pragmatisme posmodern. Makna tidak akan pernah menjumpai tafsir tunggalnya. Perubahan situasi menjadi alasan utama untuk munculnya dialog secara terus menerus. Seperti seorang cowok yang berjuang mendekati pujaan hatinya. Cieee…

Andi Tenri Ajeng Mappangara

Andi Tenri Ajeng Mappangara

Pengusaha dan filsuf dari bumi Tamalanrea

4 comments

  • I needed to write you the little observation to help give thanks the moment again with your marvelous secrets you’ve featured on this site. It was really strangely generous of you giving publicly precisely what many individuals could have distributed for an ebook to help make some cash on their own, especially since you might well have done it in case you desired. The pointers additionally served to provide a fantastic way to realize that many people have the identical fervor similar to mine to understand a great deal more related to this problem. I am certain there are many more pleasurable times in the future for many who looked over your blog post.

  • I as well as my buddies have already been studying the nice secrets on your site while at once I had a terrible feeling I had not expressed respect to the web blog owner for those tips. All the ladies happened to be as a consequence thrilled to read all of them and already have in fact been taking advantage of them. Appreciation for genuinely quite kind as well as for making a decision on such very good issues most people are really eager to know about. My personal honest regret for not saying thanks to sooner.

  • I wish to point out my respect for your generosity giving support to persons who really want guidance on in this topic. Your special dedication to passing the solution all over appeared to be certainly interesting and have constantly encouraged some individuals like me to get to their objectives. Your own warm and helpful facts entails this much to me and far more to my office workers. Warm regards; from each one of us.

  • I just wanted to construct a small remark to thank you for those magnificent solutions you are giving at this site. My extensive internet investigation has finally been paid with beneficial facts to share with my friends. I would claim that many of us website visitors actually are definitely endowed to live in a fabulous community with so many special people with good basics. I feel somewhat grateful to have come across the web pages and look forward to so many more brilliant moments reading here. Thanks a lot again for a lot of things.

Tentang Penulis

Andi Tenri Ajeng Mappangara

Andi Tenri Ajeng Mappangara

Pengusaha dan filsuf dari bumi Tamalanrea

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.